Upaya Stasiun TV Hidupkan Jam-jam Mati

Upaya Stasiun TV Hidupkan Jam-jam Mati

Program SMS chatting via teve ini bisa kita temukan di Jak-TV dan GlobalTV. Sebenarnya juga ada di O Channel, walaupun manajemen stasiun teve ini menyebutnya sebagai multimedia screen, yang di dalamnya terdapat hot news, berita bola, info penerbangan, cuaca Jakarta, kurs mata uang, tip dan tabel peserta kuis SMS Tebak Score.

Semua operator itu menayangkan acara SMS chatting pada dini hari. “Untuk mengisi slot kosong,” Fery Wiraatmadja, Direktur Layanan Pemasaran dan Komunikasi Merek Jak-TV, menjelaskan salah satu alasan adanya program ini. Jak-TV menayangkan acara ini pukul 01.00-07.00 WIB, Senin-Minggu. Sementara GlobalTV, pukul 03.00-04.30 WIB. Menurut Fery, sebelumnya ketika jam siar televisi selesai, masing-masing layar stasiun TV hanya memunculkan color bar (garis-garis berwarna) tak bergerak. Paling-paling yang ditampakkan hanya gambar jam. Padahal, meski hanya menayangkan color bar, itu tetap saja memakan daya listrik. “Lebih baik kami menggantinya dengan acara yang menarik dan kreatif,” kata Fery.

Jak-TV kemudian mengganti color bar dengan menayangkan SMS chatting yang dibarengi pemutaran berbagai macam video klip musik. Tak berbeda jauh dari Jak-TV, GlobalTV menayangkan SMS chatting disertai pemutaran video klip lagu-lagu yang tengah ngetop, plus kuis, game dan info program. Monica Mulyanto, Manajer Komunikasi GlobalTV, melihat penggunaan SMS sudah menjadi bagian kehidupan pemirsanya. “SMS chatting ini bagian dari upaya mengeratkan hubungan antara pemirsa kami dan GlobalTV,” ujar Monica. Hingga saat ini GlobalTV sengaja memilih jam tayangnya pada dead hours, tepatnya pukul 03.00-04.30 WIB.

Bila disimak, di semua stasiun teve, program SMS chatting merupakan kolaborasi antara tiga pihak: stasiun TV, operator seluler dan gateway operator yang biasanya dilakoni perusahaan content provider. Pengelola stasiun teve biasanya bertanggung jawab memonitor konten, memberi masukan dan tentu saja menayangkannya. Urusan produksi dan format acara dipegang perusahaan konten. Mereka juga bertanggung jawab atas pengelolaan program, bekerja sama dengan semua operator seluler dan memberi laporan jumlah traffic.

Di Jak-TV, contohnya. Perusahaan patungan Grup Artha Graha dan Grup Mahaka ini juga menggandeng perusahaan gateway operator, selain perusahaan operator seluler. Sebenarnya, Jak-TV juga bekerja sama dengan perusahaan label untuk penayangan video klip. Hanya saja, untuk sementara, penayangan video klip belum dikenai biaya.

Sejauh ini, di Jak-TV SMS chatting mengambil 1/2 bagian layar. Adapun 1/4 layar untuk menayangkan video klip musik (pojok kanan) dan sisanya lagi (1/4 layar) untuk mengunduh (download) nada dering. Untuk mengelola acara ini, pihak Jak-TV menempatkan empat staf — dibagi tiga shift — sebagai moderator para chatter. Para moderator ini bekerja bergantian per tiga jam. Moderator bertugas menyeleksi SMS yang masuk. SMS tidak boleh berbau SARA dan menghasut. Acara SMS chatting ini diproduksi sendiri oleh Jak-TV. Tampilan acara ini di layar televisi menggunakan teknologi 3D yang membutuhkan alat khusus. Dalam penyediaan alat, Jak-TV bekerja sama dengan perusahaan asing, yang disebut-sebut memakan dana Rp 1 miliar. “Untuk produksi acara ini, sebagian besar dana kami benamkan di pembelian alat agar mendapat tampilan layar yang dinamis di mana SMS bisa bergerak-gerak naik,” Fery menerangkan.

Sudah pasti, para pengelola statiun TV memperoleh revenue dari SMS yang masuk. Maklum, tiap mengirim SMS, pemirsa dikenai biaya. Di Jak-TV, misalnya, biaya per SMS Rp 2.000. Demikian juga, untuk mengunduh nada dering dan wallpaper. Hanya saja, pihak pengelola statisun TV juga harus berbagi dengan operator seluler dan gateway operator. Sejauh ini, para pengelola stasiun menilai bisnis dari SMS chatting ini cukup lumayan. Ini terlihat dari durasinya yang ditambah. Contohnya di Jak-TV, awalnya acara tersebut hanya tayang dua jam, lalu diperpanjang hingga 6 jam (pukul 01.00-07.00 WIB). “Acara ini sudah hampir setahun,” kata Fery seraya menambahkan, tiap orang biasanya mengirim lima SMS per malam. Sayang, ia enggan mengungkapkan jumlah rata-rata SMS yang masuk maupun pengunduhan yang dilakukan pemirsa setiap malam.

Yang jelas, melihat bisnis ini cukup memuaskan, Jak-TV berencana menambah konten yang ditampilkan. “Kami akan atur sehingga chatting bisa menjadi ajang diskusi yang jauh lebih berbobot. Tidak sekadar ‘Halo apa kabar’,” ujar Fery. “Yang paling penting, untuk membangun komunitas pemirsa.”

Senada dengan Fery, Monica pun menuturkan, GlobalTV akan meningkatkan kontennya pula. Ia percaya, bisnis SMS chatting akan berkembang. Apalagi, ia menilai, program ini pas dengan target pasar stasiunnya: kaum muda.

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag