Capital Market & Investment

Harga Bitcoin Mendekati Rp1 Miliar, Ini Penyebabnya

Ilustrasi mata uang kripto bitcoin. (Pixabay)

Bitcoin sebagai aset kripto terpopuler kembali mencatat lonjakan harga berturut-turut secara signifikan. Berdasarkan CoinMarketCap, harga Bitcoin terus melaju hingga US$58 ribu atau setara Rp992 juta, mendekati Rp1 Miliar pada hari Rabu, 28 Februari 2024 pukul 15.00 WIB. Sehari sebelumnya harga Bitcoin sempat naik ke level US$55 ribu atau lebih dari Rp861 juta.

Crypto Analyst Reku Fahmi Almuttaqin mengungkapkan, kenaikan harga Bitcoin ini didorong oleh sejumlah faktor. Pertama, masuknya dana bersih sebesar US$6,1 miliar ke sejumlah ETF Bitcoin Spot yang sudah diperdagangkan di Amerika Serikat sejak 11 Januari 2024 lalu.

Selain itu, volume perdagangan ETF Bitcoin Spot juga mencapai puncak baru sebesar $2,4 miliar pada 26 Februari. Faktor pendorong selanjutnya yakni MicroStrategy, perusahaan perangkat lunak, membeli sekitar 3.000 token pada bulan ini, sehingga total kepemilikan Bitcoin perusahaan mencapai sekitar US$10 miliar.

Fahmi menilai, sentimen positif kedua faktor tersebut menggambarkan besarnya peningkatan minat investor, khususnya investor tradisional AS terhadap Bitcoin. Harga Bitcoin saat ini hanya terpaut $10 ribu dari ATH sebelumnya.

“Beberapa indikator, seperti Realized HODL Ratio (RHODL) dan indikator Stock-to-Flow, menunjukkan potensi berlanjutnya tren bullish yang terjadi. Dengan begitu, kemungkinan Bitcoin akan mencetak ATH baru masih sangat terbuka,” kata Fahmiu (28/02/2024).

Melihat tren positif yang ada, lanjut Fahmi, kondisi sekarang bisa menjadi momentum bagi investor yang ingin mendiversifikasikan investasinya ke aset kripto. Kondisi ini bisa membuka prospek investor yang baru ingin berinvestasi aset kripto untuk memulai perjalanannya.

“Sebab, performa Bitcoin menunjukkan bahwa instrumen aset kripto bukan hanya dapat dimanfaatkan sebagai pelengkap, namun juga opsi diversifikasi untuk mengoptimalkan potensi return. Investor existing juga bisa memanfaatkan momentum ini untuk mendiversifikasikan aset kriptonya ke sejumlah koin lain yang berpotensi akan turut meningkat berkat kenaikan harga Bitcoin,” ujarnya.

Namun, Fahmi mengingatkan agar investor tetap cermat dan bijak untuk memantau kondisi pasar secara berkala dan menyesuaikan strategi investasinya. Pihaknya juga rutin memberikan analisa pasar secara real-time dan akurat melalui Learning Hub yang bisa diakses di aplikasi dan website.

“Momentum bullish di Bitcoin ini juga diharapkan dapat memberikan gambaran bagi investor untuk menyusun kembali strategi investasinya. Investor tetap dihimbau untuk tetap mempertimbangkan seluruh keputusan investasi dengan riset mendalam dan pertimbangan yang bijak, serta tentunya menggunakan uang dingin untuk berinvestasi,” kata Fahmi.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved