Capital Market & Investment

Cermati Sentimen Eksternal, IHSG Diprediksi Rebound

Ilustrasi Foto : M.Ubaidillah/SWA.

swa.co.id, Jakarta- Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdangan Rabu kemarin ditutup turun sebesar 2,14%. Investor asing melakukan aksi jual senilai Rp82,7 Miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBRI, SMGR, BMRI, TPIA dan TOWR.

Fanny Suherman, Head of Retail Research Analyst PT BNI Sekuritas, mengatakan IHSG pada hari ini berpotensi rebound terbatas setelah Bank Sentral China memangkas suku bunga 25 basis poin dan Bank Sentral Eropa bersiap untuk kemungkinan cut rate pertama pada Kamis ini. “Level support IHSG di 6.870-6.950 poin, sedangkan level resist pada kisaran 6.980-7.050 poin,” ucap Fanny pada risetnya di Jakarta, Kamis (6/6/2024).

Wall Street menguat dengan indeks S&P 500 dan Nasdaq yang mencapai rekor penutupan tertinggi, terutama didukung oleh saham-saham teknologi. Sentimen datang setelah investor mencerna data ekonomi yang dapat mendukung awal siklus pelonggaran kebijakan The Fed yang diharapkan. Rabu (5/6), indeks Dow Jones ditutup naik 0,25% menjadi 38.807,33, indeks S&P 500 menguat 1,18% ke 5.354,03 dan indeks Nasdaq Composite menguat 1,96% ke 17.187,91. Saham sektor chip melonjak 4,5%, didukung oleh kenaikan saham Nvidia dan Taiwan Semiconductor Manufacturing. Saham CrowdStrike Holdings melonjak 11,9% setelah memperkirakan pendapatan kuartal kedua di atas perkiraan.

Bursa Asia dibuka bervariasi dan mayoritas melemah pada Rabu lalu. Indeks Nikkei 225 melemah 0,89% ke 38.490, indeks Hang Seng turun 0,10% ke 18.424, Shanghai melemah 0,83% menjadi 3.065. Sedangkan, indeks Kospi menguat 1,03% menjadi 2.689 dan S&P/ASX 200 naik 0,41% ke 7.769. Sementara, FTSE Straits Times dan FTSE Malay turun masing-masing 0,27% dan 0,43%. Bursa Asia bervariasi karena pelaku pasar menilai hasil pemilu India setelah Partai Bharatiya Janata yang dipimpin Perdana Menteri Narendra Modi gagal meraih mayoritas di majelis rendah parlemen.

Namun, Modi bersiap untuk masa jabatan ketiga setelah Aliansi Demokratik Nasional yang dipimpin BJP memperoleh 294 kursi, lebih banyak dari 272 kursi yang dibutuhkan koalisi untuk membentuk pemerintahan. Selain itu, Bursa Asia juga menanti data produk domestik bruto (PDB) Australia pada kuartal pertama tahun ini.

Berikut rekomendasi saham BNI Sekuritas untuk Kamis pekan ini;

1. BBRI: Buy on weakness

Beli di 4400, cutloss jika break di bawah Rp4.300.

Jika tidak break di bawah Rp4.300, potensi naik ke Rp4.500-4.640 short term.

2. WIFI: Speculative buy.

Beli di 164, cutloss jika break di bawah 161.

Jika tidak break di bawah Rp161, potensi naik ke Rp168-171 short term.

3. GOTO: Sell on high

Jual di Rp 61-64 short term.

Hati-hati jika belum break di atas Rp64, potensi koreksi lagi dengan support di Rp56-59.

4. MEDC: Speculative buy.

Beli di Rp1.320, cutloss jika break di bawah 1.300.

Jika tidak break di bawah Rp1.300, potensi naik ke Rp1.345-1.365 short term.

5. BBNI: Buy on weakness.

Beli di Rp4.570, cutloss jika break di bawah Rp4.530.

Jika tidak break di bawah Rp4.570, potensi naik ke Rp4.680-4.780 short term.

6. NCKL: Speculative buy.

Beli di Rp895, cutloss jika break di bawah Rp870.

Jika tidak break di bawah Rp895, potensi naik ke Rp930-945 short term.


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved