Financial Report

Austindo Nusantara (ANJT) Targetkan Produksi CPO 300 Ribu MT di 2024

Jajaran Direksi dan Komisaris ANJT. (Foto : Austindo Nusantara)

swa.co.id, Jakarta - PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) menargetkan memproduksi CPO sekitar 300.000 metrik ton (MT) di tahun ini. Saat ini, perusahaan telah mencatatkan peningkatan volume penjualan CPO sebesar 4,9% menjadi 288.941 MT dibandingkan capaian penjualan tahun 2022 sebesar 275.320 MT.

Direktur Keuangan ANJT, Nopri Pitoy, mengungkapkan kontribusi terbesar CPO berasal dari perkebunan yang baru menghasilkan yaitu berada di Belitung. Menurutnya, ini merupakan hasil dari strategi yang diterapkan di tahun 2015. “Hasilnya perkebunan tersebut sudah bisa memberikan kontribusi,” ujarnya pada paparan publik hybrid di Jakarta, Rabu (6/6/2024).

Perseroan optimis produksi CPO dalam jangka panjang akan terus meningkat, seiring dengan profil usia perkebunan yang masih berada pada usia produksi prima. Untuk mendukung target produksi tersebut, tahun ini ANJ telah menganggarkan belanja modal sebesar US$36,8 juta. Sebagian besar belanja modal ini dialokasikan untuk mendanai beberapa program yang mendukung peningkatan produktivitas perusahaan, meliputi program penanaman kembali (replanting) di perkebunan perseroan di Pulau Belitung dan Sumatra Utara.

Kemudian diperuntukkan kompensasi lahan di perkebunan di Sumatra Selatan, laterisasi jalan, perumahan karyawan dan pembangkit listrik untuk pabrik di perkebunan Papua Barat Daya serta proyek peninggian dan penguatan tanggul sungai di perkebunan Sumatra Utara II untuk penanggulangan banjir.

Selain itu, perseroan akan mendorong produksi Tandan Buah Segar (TBS). Sepanjang tahun 2023, kinerja produksi Tandan Buah Segar (TBS) dari perkebunan inti sebesar 4,8% menjadi 881.051 MT dibandingkan capaian tahun sebelumnya sebesar 840.581 MT. Namun, pada Kuartal I/2024. ANJ memproduksi 173.226 MT Tandan Buah Segar (TBS) dari perkebunan inti pada kuartal I/2024, menurun 7,4% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Penurunan produksi diakibatkan penyakit tanaman yang disebabkan kelembaban tinggi di perkebunan Papua Barat Daya dan banjir di area perkebunan Sumatera Utara II karena luapan sungai di sekitarnya, Meski mengalami penurunan, ANJ berhasil mengejar ketertinggalan produksi TBS di April 2024 sehingga produksi TBS selama periode Januari-April 2024 mendekati tingkat produksi di periode yang sama tahun lalu. “Pada tahun 2024 ini produksi TBS ditargetkan stabil sebesar 5%,” ungkapnya.

Meskipun produksi lebih rendah dibanding kuartal I tahun lalu, ANJT membukukan peningkatan EBITDA sebesar 28,6% menjadi US$8,5 juta dari US$6,6 juta pada kuartal I/2023. Margin EBITDA pun naik menjadi 17,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Lucas Kurniawan, Direktur Utama ANJT, mengatakan perseroan memastikan keberlanjutan bisnis perusahaan dan mengintegrasikan insisiatif ESG untuk selalu berdampingan dengan strategi bisnis. "Komitmen tersebut didasari oleh visi, misi, dan nilai-nilai perusahaan yang menjunjung tinggi keseimbangan antara aspek manusia, planet, dan kemakmuran. Berkat komitmen tersebut, ANJ telah memperoleh berbagai penghargaan yang menjadi bukti nyata keberhasilan kami dalam mengintegrasikan aspek keberlanjutan dalam bisnis,” jelas Lucas. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved