Management

Tegakkan Prinsip GCG, Sarana Jaya Mempererat Kerja Sama Pelayanan Pertanahan

Foto :Sarana Jaya.

Perumda Pembangunan Sarana Jaya (Sarana Jaya), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta, pada hari ini menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi DKI Jakarta. Penandatanganan MoU ini meliputi pendaftaran tanah, asistensi pengadaan tanah, serta asistensi pencegahan dan penanganan permasalahan tanah. Kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk memperbaiki proses bisnis Sarana Jaya dan menerapkan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG).

Kepala Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah Provinsi DKI Jakarta, Dewan Pengawas Sarana Jaya, Dewan Direksi Sarana Jaya dan Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi DKI Jakarta beserta jajaran manajemen dari kedua belah pihak menyaksikan penandatanganan MoU ini di Jakarta pada Kamis pekan ini. MoU ini mengawali kerjasama dan asistensi yang lebih erat dalam menangani berbagai isu pertanahan yang kerap menjadi tantangan dalam pengembangan infrastruktur dan proyek-proyek strategis di wilayah DKI Jakarta.

Andira Reoputra, Direktur Utama Sarana Jaya, mengatakan kerja sama ini merupakan langkah penting untuk Sarana Jaya dalam memastikan semua proses pertanahan yang sesuai regulasi dan standar yang berlaku. "Kami sangat mengapresiasi dukungan dari BPN DKI Jakarta yang selama ini telah banyak membantu kami. Melalui MoU ini, kami berkomitmen untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi dalam setiap langkah," ujar Andira pada keterangan resmi di Jakarta, Kamis (11/7/2024).

Asistensi dari BPN DKI Jakarta, lanjut Andira, diharapkan mengurangi hambatan birokrasi dan mempercepat penyelesaian berbagai permasalahan pertanahan sebagai upaya membangun Jakarta dan penugasan Sarana Jaya terkait penyediaan hunian terjangkau. "Sarana Jaya juga telah melakukan sertifikasi ISO 55001:2014 guna mengamankan aset dan memastikan keberhasilan bisnis," ucap Andira.

Asistensi pengadaan tanah adalah salah satu fokus utama dalam MoU ini. Hal ini mencakup pemberian panduan teknis dan legal dari BPN kepada Sarana Jaya dalam proses akuisisi lahan yang dibutuhkan untuk berbagai proyek pembangunan. Selain itu, asistensi pencegahan dan penanganan permasalahan tanah akan membantu Sarana Jaya dalam mengidentifikasi dan menyelesaikan potensi sengketa atau konflik pertanahan sebelum menjadi lebih kompleks, sekaligus menginventarisir bersama tanah-tanah yang dimiliki Sarana Jaya yang nantinya akan dimasukkan kedalam sistem sehingga terintegrasi antara BPN dan pemerintah daerah.

Alen Saputra, Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi DKI Jakarta, mengapresiasi kerja sama ini. Sarana Jaya di bawah kepemimpinan Reo (sapaan Andira) bisa mewujudkan kerjasama dalam pendaftaran tanah, asistensi pengadaan tanah, serta asistensi pencegahan dan penanganan permasalahan tanah. "Dengan sinergi ini, kami berharap dapat membantu Sarana Jaya dalam mencapai target-target pengembangan mereka serta berdampak positif terhadap pembangunan di Jakarta," tutur Alen. BPN DKI Jakarta memberikan dukungan penuh dalam bentuk tenaga ahli, konsultasi, dan layanan teknis lainnya untuk memastikan setiap proyek yang dijalankan Sarana Jaya dapat berjalan lancar dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah Provinsi DKI Jakarta, Nasruddin Djoko Surjono. “Kami mengapresiasi upaya Perumda Sarana Jaya dalam mengamankan bisnis land-banking di DKI Jakarta dan berharap aset yang dikelola dapat terjaga serta meningkatkan revenue perusahaan,” ucap Nasruddin. Dia menyampaikan harapannya kepada Kanwil BPN DKI Jakarta senantiasa mendampingi itikad yang baik dari Sarana Jaya lakukan demi perbaikan di masa mendatang.

Sebab, MoU ini mecerminkan sinergi antara dua institusi di Jakarta untuk berkontribusi positif terhadap pembangunan kota. Tata kelola pertanahan yang lebih baik dan berkelanjutan itu memacu Sarana Jaya untuk lebih fokus mengembangkan pembangunan infrastruktur dan proyek strategis lainnya. Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi model bagi BUMD dan lembaga pemerintah lainnya dalam membangun kemitraan yang produktif dan saling menguntungkan, demi tercapainya tujuan bersama dalam membangun dan mendukung Jakarta menjadi Kota Global. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved