Dukung Proyek Transisi Energi, HGII Bermitra dengan Shikoku Electric Power
PT Hero Global Investment Tbk (HGII), emiten yang bergerak di sektor energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia, mengumumkan kemitraan strategis dengan Shikoku Electric Power Company, Inc. (Yonden), perusahaan terbuka di Tokyo Stock Exchange, yang bergerak di bidang pembangkitan sekaligus penjualan listrik di wilayah Shikoku, Jepang. Adapun Yonden, saat ini tercatat memiliki portofolio pembangkit energi terbarukan lebih dari 1.000 mega watt (MW).
Robin Sunyoto, Presiden Direktur Hero Global Investment, mendukung pemerintah dan PLN dalam mencapai target penambahan kapasitas listrik terutama dari EBT yang selaras dengan RUPTL baru nanti. Untuk ekspansi pembangkit EBT, HGII melalui IPO menargetkan dana sebesar Rp260 miliar untuk kebutuhan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berkapasitas 25 MW dan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) kapasitas 10 MW, yang keduanya berlokasi di Sumatra Utara. "Kami akan memiliki Strategic Partner yaitu Shikoku Electric Power dan bersama-sama kami akan menggabungkan sumber daya untuk mengembangkan EBT di Indonesia,” ujar Robin dikutip dalam keterangan tertulis, Senin (6/1/2025).
Robin menjelaskan, proyek PLTA 25 MW dan PLTM 10 MW tersebut ditargetkan keduanya memulai konstruksi tahun 2026 dan beroperasi secara komersial pada tahun 2028. Selanjutnya, HGII ke depan akan terus melakukan ekspansi tidak hanya pembangkit yang bersumber dari hidro, tetapi juga dari biomassa, biogas, dan surya dengan target total pengelolaan pembangkit hijau hingga 100 MW pada tahun 2031.
Untuk mencapai target tersebut, Pemegang Saham Pendiri HGII dan Shikoku Electric Power Co., Inc. telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat, di mana Perusahaan energi asal Jepang tersebut akan mengakuisisi 25% saham HGII setelah IPO.
Robin menyampaikan komposisi saham HGII nantinya pasca IPO adalah para Pemegang Saham Pendiri HGII akan tetap sebagai pengendali perseroan dengan saham sebesar 55%, Yonden 25% lalu publik 20%.
Menurut Robin, kolaborasi dengan Yonden memberikan peluang besar bagi HGII untuk mempercepat pertumbuhan energi terbarukan di Indonesia. Dukungan teknis dan pengalaman Yonden dalam konstruksi, operasi dan pemeliharaan (operation and maintenance) pembangkit listrik akan memperkuat kemampuan HGII dalam memastikan kinerja pembangkit listrik yang stabil dan efisien.
Sebagai informasi, Yonden telah melakukan investasi di perusahaan energi mancanegara lainnya seperti Oman, Qatar, Chile, Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, Saudi Arabia, Myanmar serta Vietnam. Dan dengan pelaksanaan akuisisi 25% saham HGII oleh Yonden, ini akan menjadi investasi pertama Yonden di Indonesia.
Yonden tercatat di Tokyo sebuah perusahaan penyedia listrik yang membangkitkan dan menjual listrik di wilayah Shikoku, Jepang serta memiliki portofolio pembangkit listrik sebesar 5.332MW yang bersumber dari hidro, thermal, nuklir, dan surya. Berdasarkan Laporan Keuangan Yonden per 31 Maret 2024, Yonden memiliki total aset sebesar ¥1,629,054 juta atau sekitar Rp167 Triliun dan operating revenue sebesar¥787,403 Juta atau sekitar Rp81 triliun.(*)