Laba Bersih BEJ Melonjak
Keberhasilan itu juga menempatkan BEJ sebagai bursa terbaik ketiga untuk kawasan Asia Pasifik setelah bursa Shanghai (peringkat pertama) dan bursa Shenzhen (peringkat kedua) yang keduanya di Cina.
Berkat prestasi ciamik tersebut, Direktur Utama BEJ, Erry Firmansyah, menyebutkan bahwa untuk tahun 2007 BEJ menargetkan rata-rata nilai transaksi harian sebesar Rp 1,8 triliun untuk 247 hari bursa. Target ini tidak jauh berbeda dengan realisasi rata-rata transaksi harian 2006 sebesar Rp 1,84 triliun. Sedangkan target pencatatan saham emiten baru sebanyak 25 perusahaan dan pencatatan tambahan (right issue dan saham bonus) sebanyak 37 emiten.
Meski begitu, katanya, BEJ terus mendorong agar perusahaan-perusahaan mau go public. Salah satunya dengan menyelenggarakan berbagai sosialisasi go public, temu calon emiten di berbagai kota di seluruh Indonesia.
Pada tahun 2006 tercatat 12 emiten baru di BEJ, sehingga totalnya mencapai 344 emiten. Total dana yang dihimpun sekitar Rp 3,004 triliun. “Walaupun minat perusahaan go public cukup tinggi, tapi minimnya jumlah IPO baru disebabkan belum siapnya perusahaan pada konsekuensi menjadi perusahaan publik dan beberapa perusahaan belum memenuhi persayaratan yang ditetapkan,” kata Erry.
Dia menambahkan, BEJ merencanakan memperbaharui sistem perdagangan agar dapat memperdagangkan berbagai jenis efek (saham, derivatif dan debt) dalam satu platform serta mampu mengakomodasi perkembangan bisnis dengan cara yang fleksibel. “Tahun 2007 ini kami tetapkan juga sebagai tahun sosialisasi dan edukasi,” katanya.
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.