Bank NISP Bukukan Kenaikan Laba Bersih 35%

Bank NISP Bukukan Kenaikan Laba Bersih 35%

“Pencapaian kinerja semester ini sangat menggembirakan kami, mengingat saat ini Bank NISP sebenarnya sangat banyak mengeluarkan biaya untuk melakukan investasi melalui ekspansi penambahan jaringan kantor, ATM, personil, IT serta melakukan inovasi produk dan jasa guna meningkatkan kualitas pelayanan bagi nasabah. Sepanjang semester ini, Bank NISP telah menambah 26 kantor dan 51 ATM hingga total menjadi 285 kantor dan 397 ATM di seluruh Indonesia,” ujar Presiden Direktur Bank NISP Pramukti Surjaudaja.

Dijelaskan Pramukti, berdasarkan jenis penggunaannya, kredit tersebut disalurkan untuk modal kerja (45%), investasi (29%) dan konsumer (26%). Sedangkan berdasarkan sektor usaha, kredit tersebut disalurkan masing-masing ke sektor perindustrian (27,2%), perdagangan (21,2%), jasa (20,1%), konsumer (26,0%) dan lain-lain (5,5%). Selain oleh kenaikan pendapatan bunga dari penyaluran kredit, laba bersih Bank NISP juga ditunjang oleh fee based income yang semester ini mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 143% dari Rp 75,3 menjadi Rp 182,9 miliar. Kenaikan fee based income ini terutama berasal dari peningkatan transaksi surat berharga, forex gain, aktivitas investment banking, wealth management dan insurance serta trade finance.

Pertumbuhan bisnis Bank NISP tetap diimbangi oleh rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) yang terkendali. Per akhir Juni 2007, Bank NISP berhasil menekan NPL (netto) menjadi 2,17%, turun dari 3,08% per Juni tahun lalu. Posisi tersebut jauh lebih kecil daripada ketentuan BI sebesar 5%. Rasio-rasio keuangan utama lainnya juga berada pada kisaran positif, yakni rasio kecukupan modal (CAR/Capital Adequacy Ratio) 18,88%, Net Interest Margin (NIM) 4,78%, Return On Equity (ROE) 10,79% dan Return On Asset (ROA) 1,50%.

Kepercayaan masyarakat kepada Bank NISP juga terus meningkat, dengan kenaikan dana pihak ketiga sebesar 16% menjadi Rp 18,9 triliun dibandingkan tahun lalu sebesar 16,2 triliun. Komposisi dana pihak ketiga tersebut masing-masing giro (16,1%), tabungan (23,5%), dan deposito (60,4%). Bank NISP mempergunakan dana pihak ketiga tersebut dengan optimal melalui penyaluran kredit, yang tercermin pada tingginya rasio pinjaman terhadap kredit (LDR/Loan to Deposit Ratio) sebesar 93,83 %.

Sementara itu, membaiknya kondisi makro dan penurunan suku bunga sangat mendukung pertumbuhan kredit maupun fee based income sehingga memberikan kontribusi signifikan dalam kenaikan laba bersih. Dari sisi aset Bank NISP juga tumbuh sebesar 23% dari Rp 20,8 triliun menjadi Rp 25,6 triliun. “Dengan semakin tingginya dukungan nasabah dan dedikasi para karyawan, Bank NISP semakin confidence untuk terus tumbuh dengan dinamis menuju cita-cita menjadi Bank Nasional pada tahun 2010 sesuai Arsitektur Perbankan Indonesia (API) yang dicanangkan oleh Bank Indonesia, ” Pramukti menambahkan.

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag