Cara Garuda Membangun Aliansi
Tuntutan agar dapat menggeliatkan pasar sekaligus mencari potensi pasar baru mendorong Riza dan tim pemasarannya agresif membangun aliansi. Seperti yang baru-baru ini dilakukan, Garuda memboyong beberapa wartawan Indonesia mengunjungi Malaysia sebagai bagian dari partisipasi Garuda dalam kampanye Visit Malaysia Year 2007. “Dalam kerja sama itu, kami memfasilitasi penerbangan tim Indonesia dari Jakarta-Kuala Lumpur dan Kuala Lumpur-Jakarta,†ujar Riza tentang program aliansinya.
Tidak hanya beraliansi dengan dinas pariwisata Malaysia, Garuda juga menjalin kerja sama dengan Hongkong Tourism Board, Singapore Tourism Board dan Bangkok Tourism Board. Selain itu, tidak kalah menarik, Garuda juga merangkul pemerintah daerah. Di antaranya, Pemda Solo, Lombok dan Sumatera Barat. “Kami terbuka terhadap instansi mana pun. Dan, aliansi yang kami lakukan sifatnya berkelanjutan,†Riza menjelaskan.
Baginya, aliansi harus memberikan nilai tambah. Kalau sekadar bermitra dengan hotel dan resor, itu sudah biasa. Yang penting, bagaimana akhirnya aliansi mampu meningkatkan daya saing. Terlebih lagi, menurut Riza, banyak hal yang bisa digali dari kerja sama itu. “Yang penting, kami harus kreatif mencari ide-ide baru.â€Â
Pengalaman menarik terjadi ketika rute Jakarta-Padang (Sum-Bar) nyaris tutup dua tahun lalu. Rute tersebut sepi penumpang, kecuali pada musim-musim tertentu, yaitu ketika masa pulang kampung tiba. Tak hilang akal, Riza dan tim lalu menggelar program Bulan Sum-Bar di Jakarta. Selama sebulan diselenggarakan berbagai acara, dari kampanye di radio, talk show, fame trip, mengundang hotel dan biro perjalanan, hingga media fame. Tujuannya, jelas, mempromosikan Sum-Bar. Tak segan-segan, demi mencapai tujuan itu, Garuda acapkali memberikan aneka cenderamata berupa paket perjalanan ke Sum-Bar.
Hasilnya? “Sekarang rute tadi tidak jadi ditutup. Kini bahkan jam penerbangannya ditambah hingga 2-3 kali,†ujar Riza. Ia menambahkan, hingga kini rute tersebut memiliki performa yang bagus.
Lombok pun punya pengalaman serupa. Awalnya, rute Jakarta-Lombok yang berangkat pukul 19.00 dan tiba di Lombok pukul 23.00 juga tergolong sepi penumpang. Melihat hal itu, Garuda menggandeng pemda serta hotel dan resort di sana untuk merancang paket atraktif. “Alhamdulillah, perjalanan ke Lombok di malam hari menjadi laku,†cerita pria yang hobi melukis dan menulis cerpen itu.
Kota Solo ikut digarap ujung tombak Garuda, bahkan sudah berlangsung dua kali. “Kami benchmark dengan tourism board dari luar, lalu kami kemas dengan karakter lokal,†kata Riza dalam pertemuan dengan media.
Tahun lalu tema kampanye mengangkat slogan citra “Solo, the Spirit of Javaâ€Â, sedangkan tahun ini “Solo, a Perfect Destinationâ€Â. “Artinya, Solo merupakan tempat kunjungan yang sempurna, karena mewakili Indonesia kecil. Mulai dari heritage, handicraft, candi, danau, sungai, air terjun hingga kebun teh, Solo punya semua,†Riza memaparkan.
Tema kampanye above the line Solo dipilih wisata kuliner. Untuk itu, Garuda menyelenggarakan program di 7 radio, yakni Cosmopolitan FM, Hard Rock FM, Sonora, Jak FM, Female, Delta dan Trijaya, dengan tajuk “Tantangan Antidietâ€Â. Di program itu, Garuda mengundang komunitas dari 7 radio itu untuk bercerita mengenai Solo atau Garuda. Kemudian, dipilih lima pemenang sebagai yang terbaik. Para pemenang ini mendapat hadiah jalan-jalan ke Solo gratis (tiket p.p., hotel bintang lima, akomodasi dua malam). Hanya dengan mengganti uang Rp 600 ribu, mereka dijadwalkan makan 6 kali sehari cuma-cuma, yakni pada pukul 7.00, 10.00, 12.00, 15.00, 19.00 dan 01.00 dini hari. “Program itu punya objektif agar orang punya curiosity bahwa rupanya Solo punya kuliner yang luar biasa,†ujar Riza yang melihat respons masyarakat sungguh luar biasa.
Untuk mendukung berbagai program aliansi itu, Riza mengaku memperoleh dukungan riset yang mendalam. Sebelum membuat paket program, umpamanya, Riza bersama tim mengeksplorasi daerah yang akan dijadikan paket perjalanan. Biasanya, lokasi yang dipilih adalah lokasi yang unik, eksotis, dan kurang begitu dikenal.
Sebut saja Rumah Sleman. Resor ini hanya terdiri atas empat rumah (dengan desain dan interior yang berbeda-beda), sekaligus memperkenalkan tulisan tangan asli Raffles. Begitu juga dengan Losari Coffee Plantation Resort & Spa. Losari menawarkan resor bergaya Jawa dan aktivitas berbau Jawa. Misalnya, mempelajari tradisional Jawa, membatik, menggiling kopi secara tradisional, dan treatment spa dengan kopi.
Paling anyar, Oktober tahun ini, Garuda akan bekerja sama dengan kumpulan saudagar Minang membuat paket perjalanan dan konferensi. “Garuda akan menjadi official carrier untuk membuat kemudahan kepada semua partisipan,†kata Riza. Pasca-Oktober, Garuda pun siap beraliansi kembali dengan Hongkong Tourism Board.
Dyah Hasto Palupi/Dwi Wulandari
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.