Timah Cetak Laba Bersih Rp. 1,3 Triliun

Timah Cetak Laba Bersih Rp. 1,3 Triliun

Pada kuartal ke empat harga logam timah dunia turun dari yang semula berada pada kisaran US$ 20 ribu per ton, menjadi US$ 10 ribu per ton pada triwulan IV. Akibatnya berdampak pada penurunan margin usaha perusahaan pd kuartal empat 2008.

Krisis global yang melanda dunia telah menyebabkan penurunan daya beli sehingga menghantam sektor manufaktur selaku penyedia barang konsumtif. Pada akhirnya pelemahan pada sektor manufaktur ini menyebabkan permintaan terhadap komoditas sebagai bahan baku industri ikut turun drastis dan menyebabkan harga komoditas pada umumnya dan logam timah khususnya mengalami penurunan yang signifikan.

Sebenarnya, pendapatan Perseroan pada tahun 2008 mencapai Rp 9.053,1 miliar atau 6% lebih tinggi dibandingkan dengan pendapatan tahun 2007 sebesar Rp 8.542,4 miliar. Kontribusi terbesar pendapatan Perseroan didapatkan dari penjualan logam timah sebesar 91,52% sementara hasil penjualan batu bara memberikan kontribusi sebesar 8,2%. Sedangkan 0,28% sisanya diperoleh dari laba usaha anak perusahaan seperti jasa galangan kapal sebesar Rp 12,6 miliar, jasa eksplorasi sebesar Rp 12,1 miliar dan jasa konstruksi, listrik dan perbengkelan sebesar Rp 591 juta.

Sementara itu, pendapatan dari penjualan logam timah meningkat 6,4% dari Rp7.786,2 miliar pada tahun 2007 menjadi Rp 8..285,8 miliar. Peningkatan ini disebabkan oleh meningkatnya harga rata-rata logam timah yang diterima Perseroan. Volume penjualan logam timah menurun sebesar 21%, dari 58.927 Mton pada tahun 2007 menjadi 46.438 Mton pada tahun 2008.

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag