Skip to main content

Channels

AFTECH dan Pintu Aktif Tingkatkan Literasi Finansial Masyarakat

  • 13 Des 2022, 15:03 WIB
  • 0
Industri fintech di berbagai sektor mengalami pertumbuhan dari sisi penggunanya (Foto: ist)

Indonesia Fintech Summit ke-4 dan Bulan Fintech Nasional (BFN) 2022 telah memasuki rangkaian penutup pada 12 & 13 Desember 2022 bertempat di Hotel Royal Ambarrukmo, Yogyakarta.

Budi Gandasoebrata, Sekretaris Jenderal Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) mengungkapkan harapannya dari gelaran IFS ke-4 dan BFN 2022. “Sama seperti kegiatan AFTECH di tahun-tahun sebelumnya, kami berharap IFN dan BFN 2022 dapat menciptakan kondisi dan situasi bagi pemain di industri agar lebih baik,” ujarnya.

Dari sisi regulasi juga diharapkan mendukung dan mendorong pertumbuhan untuk mencapai misi akhir AFTECH dalam menciptakan literasi, edukasi, dan inklusi keuangan yang lebih baik untuk masyarakat Indonesia melalui berbagai industri dari mulai payment, lending, pendanaan, maupun pemain aset crypto.

Malikulkusno (Dimas) Utomo, General Counsel Aplikasi Pintu mengatakan, dalam mengoptimalkan edukasi dari sisi keuangan kepada masyarakat, pihaknya memberikan apresiasi  kepada AFTECH karena diberi kesempatan untuk dapat meramaikan kegiatan BFN 2022. “Kami optimistis seluruh rangkaian kegiatan yang diadakan oleh AFTECH dapat menjadi wadah yang berdampak positif bagi masyarakat khususnya dalam meningkatkan edukasi dan literasi dalam industri fintech di Indonesia yang terus mengalami peningkatan setiap tahunnya,” tutur Dimas.

Industri fintech di berbagai sektor mengalami pertumbuhan dari sisi penggunanya. Di antaranya berdasarkan data dari Bank Indonesia mengenai pengguna Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) telah mencapai lebih dari 25 juta orang hingga November 2022.

Dari sektor investasi juga mengalami peningkatan yang sangat signifikan, seperti data yang dikutip dari Kustodian Sentral Efek Indonesia,  pada November 2022 jumlah investor pasar modal telah mencapai 10,15 juta. Sedangkan untuk investor crypto berdasarkan data dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) ternyata jumlahnya mencapai 16,3 juta pada September 2022 lalu.

Menurut Budi, industri keuangan digital di Indonesia dari mulai payment system, e-money, e-wallet, hingga industri crypto seluruhnya memiliki tantangan yang sama, apalagi industri baru seperti crypto yang pertumbuhannya cukup pesat namun pengertiannya masih minim. Tantangan terbesarnya adalah untuk membuka wawasan dan edukasi yang lebih banyak agar masyarakat semakin mengetahui industri crypto atau keuangan digital lainnya seperti apa, manfaat ke depan seperti apa dan bagaimana bisa berkontribusi ke ekonomi yang lebih baik untuk Indonesia.

“Tantangannya lainnya adalah membuka awareness masyarakat terhadap industri kripto dan bekerja sama dengan regulator untuk menciptakan situasi yang kondusif agar industri crypto tumbuh dan tidak dihalangi oleh regulasi yang terlalu ketat,” ujar Budi.

Indonesia merupakan negara dengan regulasi yang sangat dinamis dan mendukung pertumbuhan industri, seperti halnya crypto. Berbicara tentang regulasi crypto, Indonesia merupakan negara terdepan dibandingkan negara-negara lainnya dari mulai aturan pajak, travel rule, anti-money laundry, hingga Central Bank Digital Currency (CBDC). “Seluruh aturan atau regulasi terkait industri keuangan digital dan crypto di Indonesia sangat baik dan memiliki peranan yang kolaboratif antar berbagai pihak, dari mulai pemerintah, pelaku usaha, asosiasi, hingga melibatkan masyarakat salah satunya melalui kegiatan IFN dan BFN 2022,” tambah Dimas.

IFS ke-4 dan BFN 2022 mengangkat tema besar Moving Forward Together; The Role of Digital Finance & Fintech in Promoting Resilient Economic Growth and Financial Stability. Dalam gelaran BFN kali ini, PT Pintu Kemana Saja, platform investasi dan jual beli aset crypto yang merupakan anggota tetap AFTECH, berkesempatan menjadi salah satu sponsor dari industri crypto dalam menyukseskan kegiatan yang diselenggarakan oleh AFTECH itu.

Swa.co.id 

Terbaru