Cara Kemala Home Living Bangun Bisnis Berkelanjutan

16 Des 2022, 14:15 WIB
Kemala Home Living

Bisnis hijau atau bisnis berkelanjutan tidak hanya berorientasi pada profit, melainkan juga memperhatikan dampak yang ditimbulkan dalam menjalankan praktik dan operasional bisnisnya. Prinsip inilah yang coba diterapkan oleh Kemala Home Living, salah satu bisnis yang bergerak di bidang kriya dan aksesoris rumah.

Kemala Home Living didirikan pada 2014 oleh Dian Elvira Rosa. Pada awalnya, seluruh proses produksi hingga pemasaran dilakukan oleh Dian bersama suami. Sampai akhirnya pada 2018, bersama enam orang karyawan dan mitra bisnisnya, Kemala Home Living berhasil berkembang dan membentuk perusahaan sendiri.

Saat ini, Kemala Home Living tidak hanya mengandalkan platform daring dalam melakukan penjualan, tapi juga toko fisik yang berlokasi di Jalan Benda, Kemang, Jakarta Selatan. Perusahaan inj juga berperan sebagai pemasok produk aksesoris rumahan ke berbagai pusat perbelanjaan.

Menurut Dian, sustainability penting untuk dimiliki oleh semua pelaku bisnis. Untuk memastikan operasional usaha senantiasa efisien, Dian pun menggunakan platform penunjang bisnis O2O. Sistem ini turut membantu operasional Kemala Living termasuk menghindari adanya human error dan memudahkan koordinasi internal antar tim dengan fungsi yang berbeda.

“Seiring bertumbuhnya bisnis, kesulitan dalam mengelola operasional juga meningkat. Untuk memudahkan operasional bisnis kami memilih menggunakan aplikasi O2O yang tidak hanya memudahkan transaksi pelanggan, tetapi juga menyediakan laporan penjualan yang komprehensif. Setelah menggunakan sistem ini pada 2018, omzet kami meningkat lebih dari 100% di tahun berikutnya,” jelas Dian.

Kemudahan operasional secara digital ini menjadi penting mengingat fokus akselerasi bisnis perusahaan yang saat ini tidak hanya melayani pelanggan lokal, namun juga melayani pesanan dari berbagai negara seperti Singapura, Brunei, Jepang, Australia dan beberapa negara di benua Eropa.

Dalam mengembangkan produk-produk yang dijualnya, Dian selalu mengutamakan daya tahan dan kualitas produk sekaligus memilih material yang lebih ramah lingkungan. Saat ini produk-produk berbahan dasar kayu dari Kemala Home Living telah 100% menggunakan kayu Perhutani yang pengelolaan hutannya dijamin menggunakan sistem sustainable forest management dan telah tersertifikasi oleh Sistem Verifikasi Legalitas Kayu.

Tidak hanya berusaha meningkatkan kesadaran sustainability pada masyarakat, Dian juga berpendapat bahwa mengedukasi dan menanamkan nilai-nilai sustainability kepada karyawannya merupakan hal yang penting sekaligus menantang karena kesadaran sustainability tidak bisa dimiliki secara instan dan harus datang dari pribadi masing-masing.

“Mengedukasi sustainability ini harus terus-menerus supaya mereka tidak overwhelmed. Memang menanamkan nilai ini ke karyawan cukup sulit. Misalnya ketika berganti pengemasan untuk mengurangi pemakaian plastik, barang pecah belah menjadi lebih rentan pecah. Awalnya mereka keberatan karena tahu risiko kerusakan barang dalam pengiriman meningkat, tapi lambat laun tim bisa menerima. Buatku, hal ini sangat menarik karena nilai itu perlu diresapi setiap orang,” jelas Dian.

Bagi Dian, bisnis bukan hanya mengejar keuntungan tetapi juga penting untuk memastikan penerapan value diresapi oleh seluruh karyawan dalam menjalankan keseharian operasional bisnis. Di satu sisi, Dian mengaku perlunya efisiensi pada proses operasional bisnis dengan mengedepankan penggunaan platform digital, sehingga lebih memudahkan keseharian karyawan.

Ia juga berpesan bagi para pelaku usaha pemula yang ingin mengembangkan bisnis untuk mengerti betul nilai dari bisnis yang mereka jalankan. “Buatlah perencanaan yang baik dan simple, tidak ada bisnis yang tumbuh tanpa direncanakan. Kemudian selalu terapkan pencatatan keuangan yang baik sehingga mempunyai data yang cukup dalam menentukan keputusan usaha,” tutur Dian.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id