Skip to main content

Channels

Foodizz Learning Management System Berikan Solusi Training & Standarisasi SOP

  • 06 Des 2022, 12:48 WIB
  • 20

Bisnis kuliner merupakan industri yang memiliki potensi sangat besar, hal ini didukung fakta bahwa kuliner merupakan penyumbang Product Domestic Brutto terbesar di sektor ekonomi kreatif yaitu sebesar 41%  atau sekitar Rp 455,44 triliun secara pertumbuhan (CAGR – Compounded Annual Growth Rate atau Tingkat Pertumbuhan Tahunan Majemuk).

Industri kuliner juga diprediksi tumbuh mencapai Rp 1,09 triliun (US$ 78,5 billion) di tahun 2025 dengan asumsi  jumlah pengusaha dan tenaga kerjanya juga akan tumbuh.

Beberapa pendapat yang mengatakan bahwa berbisnis kuliner itu gampang, yang sulit adalah mempertahankan kualitas produk dan layanan. Hal ini betul adanya, dan poin penting yang harus digarisbawahi adalah konsumen akan kembali membeli dan loyal karena dua hal tersebut (kualitas produk dan layanan). Jika tidak, siap-siap ditinggalkan konsumen.

Tidak ada standar dan buruknya kualitas layanan dalam bisnis kuliner, salah satunya disebabkan oleh tidak adanya SOP (Standard Operating Procedure), SOC (Station Operation Check) serta tidak ada training system yang konsisten dan berkelanjutan. Hal ini terjadi karena memang untuk membangun sistem SOP dan training membutuhkan biaya yang besar, serta skill yang bagus.

“Foodizz Learning Management System (LMS) untuk bisnis kuliner pertama di Indonesia berusaha memberikan solusi standarisasi & training bagi bisnis kuliner dengan biaya terjangkau dan bisa diakses oleh bisnis mikro, UMKM, UKM, sampai perusahan besar dengan banyak cabang di Indonesia, bahkan perusahaan dengan skala global ke depannya,” jelas  Stefanie Kurniadi, COO Foodizz dalam keterangan tertulis di Jakarta baru-baru ini.

Apa saja fitur yang dimiliki LMS Foodizz? Ada situs pelatihan internal bisnis kuliner, memposting seluruh SOP / Work Instructions, mengkategorikan video pelatihan / SOP berdasarkan kategori / level, contoh materi pelatihan untuk owner, mitra, restaurant manager, supervisor, kasir, frontliner, kitchen. Juga, mengategorikan video pelatihan / SOP berdasarkan kategori menu (makanan, minuman, varian teh, kopi, dan lainnya), mengetahui secara terpusat seluruh progres training karyawan / mitra bisnis kuliner, membuat test untuk diisi dan menilai pemahaman karyawan / mitra serta membuat program jenjang karier.

Stefanie mengaku, di dalam LMS Foodizz ini, sudah disiapkan konten yang bisa langsung dipelajari oleh pebisnis kuliner dan karyawannya serta dalam beberapa bulan ke depan akan lebih banyak lagi konten gratis yang akan di tambahkan di dalam LMS Foodizz.

Foodizz Academy merupakan sebuah platform edukasi bisnis kuliner berbasis teknologi yang didirikan pada tahun 2018. Sejak itu Foodizz telah mengedukasi total lebih dari 300 ribu orang di lebih dari 100 kota di seluruh Indonesia sampai akhir tahun 2019, dan masih akan terus bertambah, dengan sebuah visi besar untuk memberikan akses terhadap ilmu bisnis kuliner kepada seluruh foodpreneur di Indonesia dari berbagai kalangan, terutama UMKM.

Swa.co.id

Terbaru