Ini Penyebab Banyak PHK di Startup Indonesia

15 Des 2022, 15:00 WIB
PHK di dunia startup belum berakhir, terbaru JD.ID PHK 200 karyawan. Ada beberapa penyabab PHK di dunia startup masih terus terjadi. (Iustrasi SWA)

Badai PHK karyawan di startup atau usaha rintisan berbasis teknologi digital di Indonesia belum berakhir. Setelah GoTo PHK 1.300 karyawan atau 12% dari jumlah pegawai, Shopee Indonesia PHK 3% karyawan, Sirclo, Ruangguru, terbaru ada JD.id yang PHK 200 orang atau 30% dari jumlah karyawan, Senin (12/12/2022). 

Dalam keterangan resminya, pihak JD.ID beralasan langkah PHK harus diambil untuk menghadapi tantangan perubahan bisnis yang terjadi belakangan ini. Sehingga manajemen perlu melakukan perampingan agar perusahaan dapat terus bergerak menyesuaikan perkembangan zaman. 

Melihat fenomena badai PHK di dunia startup teknologi digital di Indonesia yang masih terjadi, Ekonom Universitas Negeri Surakarta (UNS) Agus Trihatmoko memberikan tanggapannya. Menurut Agus, teknologi digital cenderung maju sehingga semakin hari, semakin efisien dalam operasionalnya. 

Agus melanjutkan, pesatnya pertumbuhan penggunaan teknologi digital terjadi pada pandemi Covid-19 tiga tahun terakhir. Selama itu pula, para startup melakukan pengembangan terhadap sistem operasinya, jadi ada modifikasi sistem. Yang dulu mungkin operasinya masih dilakukan manusia, setelah dimodifikasi ternyata bisa dilakukan oleh mesin,” kata Agus saat diwawancara SWA Online, Rabu (14/12/2022). 

Selain itu, lanjut Agus, penyebab banyak PHK di startup adalah karena kompetisi antar startup semakin tinggi dan ketat. Tumbuhnya banyak startup baru juga dapat mengurangi permintaan atau transaksi di startup yang sudah ada. 

“Waktu berkembang kemarin, startup sudah besar sekali sehingga merekrut banyak SDM. Sekarang mulai ada startup-startup baru level nasional atau daerah, sehingga persaingan semakin ketat, pasar juga semakin terbagi. Kalau dalam Ekonomi itu disebut kanibal, saat muncul satu industri maka akan meng-kanibal satu dengan yang lainnya, dan otomatis mengurangi SDM yang kemarin direkrut,” kata Agus.

Faktor banyak PHK di startup yang lain adalah kondisi ekonomi saat ini. Agus menerangkan ekonomi saat ini cenderung berhati-hati. Konsumsi masyarakat juga berkurang karena ada ancaman resesi global. “Dari industri lain, itu juga ada PHK sehingga mereka akan mengurangi konsumsinya, termasuk konsumsi di industri digital,” ucapnya.

Menurut Agus, dalam perspektif ketenagakerjaan, PHK juga akan meningkatkan suatu hal di sisi yang lain yakni di jasa logistik. Setelah pekerjaan di startup dilakukan oleh mesin, pekerjaan akan semakin cepat dan efisien sehingga proses transaksi akan semakin banyak.

Berdasarkan data BPS hingga kuartal II 2022, sektor transportasi dan pergudangan atau logistik tumbuh 21,27% (yoy). Angka ini setara dengan 4,79% terhadap produk domestik bruto (PDB) di Kuartal II 2022.

“Karena logistik dan pendistribusian barang itu pekerjaan fisik yang sampai saat ini belum bisa tergantikan oleh mesin atau internet,” ujar dosen yang juga pencetus dan pemilik HAKI Ekonomi Murakabi ini.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id