Sekitar 500 Pemimpin Industri Terlibat di Forum MMA Impact Indonesia 2022

02 Dec 2022, 10:52 WIB
MMA Impact Indonesia 2022 membahas secara mendalam teknologi terkini yang berpusat pada pelanggan (Foto: dok MMA Global)

MMA Global Indonesia, sebagai trade association yang berkomitmen untuk memajukan kepentingan industri pemasaran dan periklanan menjadi tuan rumah MMA Impact Indonesia 2022 di Hotel Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan. Lebih dari 500 senior industry leaders berkumpul di forum MMA Impact Indonesia 2022 dan terlibat dalam diskusi yang memetakan ide, data, wawasan, dan tren terbaru dalam ekosistem.

Di awal acara, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI  Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A. menyampaikan pesan melalui video dan mendukung kegiatan  MMA Global Indonesia. “Untuk mendukung pemulihan pelaku ekonomi kreatif, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif meluncurkan program dukungan pada produk kreatif lokal dan siap membantu 500 pelaku ekonomi kreatif mulai dari kuliner, seni, fashion hingga aplikasi dan ekonomi digital,” ujarnya.

Ira Noviarti, Board Chairperson MMA Global Indonesia dan CEO & Presiden Direktur PT Unilever Indonesia, dalam pesan melalui video mengatakan, untuk menciptakan ekosistem yang mendorong dan memicu lebih banyak terobosan melalui kondisi yang sulit dan bergejolak, kita tidak dapat berdiri sendiri dan kita harus saling menginspirasi. Jadi kemitraan industri seperti MMA Global memainkan peran penting dalam mencerahkan dan memberdayakan para pemasar di mana saja dalam mengarahkan bagaimana membentuk masa depan modern marketing dan masa depan bisnis.

MMA Impact Indonesia 2022 membahas secara mendalam teknologi terkini yang berpusat pada pelanggan. Pakar industri terkemuka membagikan wawasan tajam mereka tentang cara memanfaatkan tools terbaru dan menggunakan teknologi untuk menghasilkan strategi yang mumpuni untuk tahun mendatang.

Forum ini terdiri dari beberapa sesi. Pada sesi W’hat it Takes to Build a Winning Marketing Organization; para pembicaranya adalah Ongkie Tedjasurja, Presiden Komisaris Kalbe Nutritionals; Ganesan Ampalavanar, Presiden Direktur  Nestle Indonesia, Himanshu Shekhar, Chief Executive Officer Group Indonesia, Thailand dan Vietnam.

Pada sesi berikutnta ’How do we leverage Creativity in the Age of Digital and AI?’ panelis terdiri dari: Amalia Sarah Santi, Chief Marketing Officer, Paragon Technology and Innovation;  Susanne  Migchels,  Marketing  &  R&D  Director  IND  /  PNG,  Kraft  Heinz  ABC Indonesia dan Prakash Kamdar, CEO Indonesia & Singapore Dentsu.

Sesi berikutnya ‘Building Brand Love by Being Part of Indonesian’s Everyday Lives’ fokus utamanya adalah Contextual Marketing. Pembahasan sesi ini diisi oleh  Sri Widowati, Marketing VP Danone Indonesia dan Adam Thurland, Chief Strategy Officer Wunderman Thompson

MMA Impact Indonesia 2022 diselenggarakan bekerja sama dengan Google, Affinity, Gojek, Tokopedia, GrabAds, InMobi, Digital Turbine, DoubleVerify, YMT, Magnite dan Remerge.

“MMA Impact Indonesia 2022 adalah projek ambisius bagi kami. Kami berkolaborasi dan erlibat dengan para pemimpin industri yang merupakan perwakilan yang terbaik di ranah masing-masing dan memilih topik yang menyoroti fokus berkelanjutan kami pada ide bisnis yang terus berkembang dan semakin matang, hubungan pelanggan yang lebih dalam, serta teknologi baru,” ungkap Shanti Tolani, Country Head & Board of Director MMA Global Indonesia.

Dalam industri yang berkembang pesat, penting untuk memiliki kejelasan tentang cara menavigasi melalui perubahan dan MMA Global Indonesia berkomitmen untuk menyediakan platform untuk berdiskusi yang akan membantu perusahaan membuat keputusan strategis yang lebih cerdas yang membantu mereka terhubung dengan audiens mereka dengan lebih baik dan juga mendorong pertumbuhan.

Fitur utama dari acara tersebut adalah diluncurkannya ‘The Modern Marketing Reckoner Report’ yang telah lama ditunggu-tunggu. Laporan tersebut menekankan peran sentral yang akan terus dimainkan oleh teknologi untuk mempercepat pertumbuhan dalam industri pemasaran dan periklanan.

Riset yang disajikan dalam laporan ini antara lain mengeksplorasi perspektif baru tentang Smart Device Market di Indonesia, Aktivasi First-Party Data, Metaverse, pertumbuhan Video Streaming yang meroket, dan tindakan proaktif yang harus diambil perusahaan untuk menghindari Ad Fraud. Kontributor Modern Marketing Reckoner Report adalah Nestlé, CIMB Niaga, GrabAds, GfK, Multi Bintang Indonesia, Twitter, Wunderman  Thompson, DM  Pratama, Grivy,  Merkle,  Ada, Magnite,  Adjust dan  Cacafly Metrodata Indonesia.

Sementara kita menyambut tahun 2023, ekonomi global melihat adanya tanda-tanda kesulitan yang semakin besar. IMF telah menurunkan tingkat pertumbuhan global terutama karena inflasi yang tinggi, konflik yang terus berlanjut, dan kenaikan suku bunga yang merupakan peringatan bahwa dunia sedang menunggu resesi global. Meskipun Indonesia mungkin merasakan beberapa dampaknya, Indonesia berada dalam posisi yang jauh lebih baik untuk menghadapi tantangan dibandingkan dengan banyak negara lain karena pondasi ekonomi makro yang kokoh. Selain itu, negara kita telah merangkul transformasi teknologi dan hal itu telah menjadi pendorong ekonomi.

‘Dari perspektif industri pemasaran dan periklanan digital, hal ini merupakan anugerah dan ekosistem optimis bahwa meskipun ada tantangan, kualitas ekonomi Indonesia yang tangguh akan terus membuka tingkat pertumbuhan baru,”jelasnya.

Swa.co.id