Upaya APL Jadikan Layanan Kesehatan Lebih Mudah Diakses

08 Dec 2022, 18:38 WIB
APL
President Director PT Anugerah Pharmindo Lestari, Christophe Piganiol dan Helen Marlina, Head of Corporate Communication, Brand, and Sustainability. (Vina/SWA)

PT Anugerah Pharmindo Lestari (APL) berupaya menjadikan layanan kesehatan lebih mudah diakses oleh masyarakat, khususnya saat pandemi Covid-19. Anggota Zuellig Pharma ini ikut mengambil peran dan langkah proaktif dalam mendistribusikan vaksin, obat-obatan, serta alat kesehatan hingga ke daerah pelosok.

Presiden Direktur PT Anugerah Pharmindo Lestari Christophe Piganiol menjelaskan, sejak kasus virus Corona pertama kali mencuat ke publik, dunia dihadapkan dengan berbagai tantangan dan ketidakpastian yang menyebabkan disrupsi besar, terutama bagi industri kesehatan. Pandemi global ini telah menimbulkan kesenjangan dalam rantai pasokan layanan kesehatan.

Merespon hal itu, pihaknya secara aktif bekerja sama dengan pemerintah untuk mendistribusikan dan memastikan rantai pasokan vaksin dan perawatan Covid-19 serta terlibat dalam berbagai percakapan dengan para pemangku kepentingan di industri kesehatan.

“Dengan memikirkan pengalaman pasien dan konsumen setiap harinya, ini menjadikan alasan utama bagi kami untuk hadir. Kami meyakini bahwa setiap orang berhak mendapatkan akses kesehatan yang sama. Kami selalu melangkah lebih jauh untuk mewujudkan ambisi ini melalui layanan, fasilitas, dan sistem yang efektif dan efisien serta canggih melalui dukungan transformasi digital,” ujar Christophe dalam Media Roundtable di Jakarta, Kamis (08/12/2022).

Ia meyakini bahwa inovasi dan kolaborasi merupakan kunci untuk mengatasi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Oleh karena itu, sebagai perusahaan layanan kesehatan yang menerapkan digital 4.0 pada proses intinya, APL menawarkan berbagai solusi digital dan data analitik yang inovatif untuk memenuhi kebutuhan klien dan konsumen.

Perusahaan juga membentuk perjanjian atau Nota Kesepahaman (MoU) dan membangun lintas kolaborasi dengan berbagai pelaku di industri kesehatan. “Kami tidak bisa bekerja sendiri, butuh kolaborasi dari semua stakeholder agar layanan kesehatan mudah diakses oleh masyarakat,” tambahnya.

Dengan kolaborasi tersebut, lanjut dia, APL mampu menjangkau kota-kota besar di Indonesia dan memberikan bantuan kesehatan kepada jutaan konsumen. APL mendistribusikan ini ke banyak fasilitas kesehatan, termasuk rumah sakit, klinik, laboratorium, dan masih banyak lagi.

“Ini dapat terjadi karena APL bermitra dengan berbagai pihak seperti institusi, fasilitas kesehatan, dan perusahaan swasta, serta para pemangku kepentingan lainnya,” ucap Christophe.

Baca juga: APL Gandeng Farmasi UI Tingkatkan Edukasi Ribuan Apoteker

Terlepas dari kemitraan dengan banyak pemangku kepentingan, perusahaan juga memperluas jejak sustainability di seluruh rantai nilai. Hal ini dibuktikan dengan upaya sustainability yang berada di bawah empat pilar utama, termasuk meningkatkan hasil kesehatan, mengasah bakat, menghargai lingkungan, dan menetapkan standar integritas tertinggi.

Menurut Christophe, sustainability ini telah tertanam dalam operasi dan menjadi DNA bagi perusahaan dan karyawan. Bahkan, selama Presidensi G20 dan B20, APL mendapat kehormatan untuk memimpin dan mengambil bagian dalam penyelenggaraan B20 Indonesian Sustainability 4.0 Awards, sebuah penghargaan bergengsi untuk bisnis dan individu yang menerapkan sustainability dalam praktik bisnis mereka.

Penghargaan tersebut terdiri dari beberapa kategori di antranya Meningkatkan Akses untuk Air Bersih, Pengurangan dan/atau Penggunaan Kembali Plastik, dan Pemimpin Perempuan dalam Keberlanjutan. Terdapat setidaknya lebih dari 700 perusahaan terdaftar, 200 proposal diajukan, dan 12 pemenang yang terpilih.

Seperti Presidensi G20 Indonesia, Christophe menjelaskan bahwa APL berfokus pada tiga sektor prioritas untuk pemulihan yang lebih kuat dan berkelanjutan, yaitu Penguatan Arsitektur Kesehatan Global, Transformasi Digital, dan Transisi Energi.

Sebagai perusahaan layanan kesehatan, tujuan utama operasionalisasi APL adalah untuk menjadikan layanan kesehatan lebih mudah diakses. Hal ini sejalan dengan misi Grup Zuellig Pharma yang percaya bahwa setiap orang berhak mendapatkan akses yang sama terhadap layanan kesehatan. Misi ini kemudian diimplementasikan dalam operasional sehari-hari dan mendistribusikan obat ke seluruh pasien di Indonesia.

Transformasi digital dinilai Christophe berperan penting dalam membantu APL melanjutkan misinya. Menurutnya, teknologi menghubungkan ekosistem perawatan kesehatan dari produsen ke fasilitas medis dan garis depan. Teknologi juga dapat mengidentifikasi isu terkait materi sustainability di mana perusahaan dapat menciptakan perbedaan nyata dengan menggunakan sustainability roadmap yang jelas untuk membantu membingkai dan mengomunikasikan ambisinya.

“Untuk itu perusahaan harus lebih agile menyesuaikan dengan kondisi yang ada. Fast action, response and adaption. Selain itu kami selalu berpegang pada JJSS yaitu jelas, jujur, saling kolaborasi dan saling menghargai. Ini panduan utama kami untuk melakukan strategi dan inovasi ke depan,” tutur Christophe.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id