Dharmaji Suradika, Getol Mendorong Lahirnya Para Pemimpin Muda

23 Des 2022, 09:34 WIB
Dharmaji Suradika, CEO & Co-Founder Pemimpin.id.
Dharmaji Suradika, CEO & Co-Founder Pemimpin.id.

Kegelisahan terhadap sedikitnya pemimpin muda di Indonesia menggerakkan Dharmaji Suradika untuk mendirikan startup nonprofit Pemimpin.id pada Juli 2019. Sebelum mendirikan social enterprise ini, peraih gelar Master of Engineering dari Hochschule Emden Leer (Jerman) ini pernah bekerja di Siemens AG sebagai Account Manager, bertanggung jawab memimpin bisnis senilai US$ 2 juta per tahun.

Selama berkarier, Dharmaji mengamati banyak perusahaan multinasional di Indonesia yang dipimpin oleh CEO yang bukan orang Indonesia. Juga, ketika berkeliling Indonesia, ia menjumpai banyak anak muda di luar Jakarta yang merasa minder menghadapi anak-anak muda Ibukota. Karena itulah, melalui Pemimpin.id, ia ingin memberdayakan para pemuda Indonesia.

Selama kuliah S-2 di Jerman, Dharmaji memang banyak belajar manajemen strategis dan leadership. Sejak 2019, misalnya, ia bekerja sebagai Executive Director DeepTech Foundation, yang memberikan kesempatan kepadanya untuk berkeliling ke kota-kota di Indonesia. Dari sana ia sadar bahwa talenta di Indonesia masih perlu ditingkatkan, terutama di bidang kepemimpinan.

“Di situ saya memulai karier sebagai social aktivis dan socialprenerur di Pemimpin.id.,” katanya. Ia menambahkan, ada tiga pilar utama gerakannya, yaitu learning, media, dan community

Pemimpin.id, menurutnya, menjadi tempat bertemunya anak muda yang ingin belajar kepemimpinan bersama para pemimpin senior yang ingin berbagi ilmu dan anak muda yang ingin berkontribusi untuk Indonesia. Sarjana Teknik Mesin dari Institut Teknologi Surabaya ini percaya bahwa semua orang adalah pemimpin dan level kepemimpinannya bisa dikembangkan.

Berbagai inisiatif telah dilakukan Pemimpin.id. Misalnya, mendirikan ASN Academy, sebuah bootcamp pelatihan bagi aparatur sipil negara (ASN) muda agar menjadi agent of change di bidang pelayanan publik di seluruh daerah Indonesia. Pemimpin.id juga menginisiasi Leaders Hub di kota-kota Indonesia, bekerjasama dengan komunitas setempat untuk memastikan bahwa pemimpin baik bisa tersebar di seluruh Nusantara.

Timnya melakukan pula coaching dan mentoring kepada anak-anak muda, baik full-timer, internal, maupun dan volunter. Selain itu, juga membuat konten rutin tentang kepemimpinan melalui podcast dan Instagram, melakukan mentoring kepada beberapa Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa di Jawa Tengah dan Jawa Timur, menjadi trainer kepemimpinan di program Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa (LKMM) kampus-kampus di Indonesia (sekitar 80% di antaranya dilakukan secara cuma-cuma), serta menjadi coach gratis untuk para guru, dosen, dan ASN penggerak perubahan.

Di samping itu, tim Dharmaji pun menjadi pembina sejumlah komunitas jejaring Pemimpin.id: Wikilead (literasi), Negarawan.id (ASN), dan Lead the Vision (Pemimpin Ormawa). “Dari komunitas, kami mempertemukan para penggerak atau local enabler se-Indonesia untuk saling bekerjasama dan membuat program bersama, sehingga mereka yang sudah menjadi pemimpin yang baik tidak hilang dan melakukan pemberdayaan di lingkungan sekitarnya,” kata Dharmaji yang sudah mendapatkan berbagai pelatihan leadership di dalam dan luar negeri saat masih berkarier dulu.

Sejauh ini, banyak hal yang telah dikerjakannya melalui Pemimpin.id. Dalam catatannya, gerakan Pemimpin.id dan DeepTech yang ia pimpin telah memberikan dampak pada sekitar 420.000 orang dan melahirkan 3.000-an alumni pelatihan kepemimpinan.

Startup sosial yang dipimpinnya itu telah menyalurkan dana tak kurang dari Rp 2,5 miliar per tahun. Selain itu, juga menciptakan festival kepemimpinan tahunan gratis, Lead The Fest, yang mendatangkan lebih dari 110.000 peserta, serta membesut media yang fokus pada penyebaran ilmu-ilmu kepemimpinan dengan lebih dari 300.000 follower.

Aspek pendanaan memang masih menjadi tantangan bagi Dharmaji. “Ketergantungan pada donatur membuat gerakan kami terbatas. Karena itu, di tahun 2021, kami bertransformasi dari 100% yayasan menjadi sociopreneur. Kini dana yang dikelola sekitar Rp 2,5 miliar; 43% didapatkan dari bisnis dan sisanya dari donasi,” ungkapnya.

Agar ada pemasukan, pihaknya juga mengemas beberapa program yang menyasar orang-orang yang mampu membeli produk dan memang ingin mengembangkan diri. “Kami cukup berhasil mendapatkan pemasukan, lalu diputar kembali untuk program-program yang gratis tadi,” ujar Dharmaji. CEO & Co-Founder Pemimpin.id ini menyebutkan, target tahun ini mendapatkan pemasukan Rp 5 miliar. (*)

Sudarmadi & Sri Niken Handayani

www.swa.co.id