DHL Indonesia Perluas Layanan dan Bangun Pusat Distribusi

Prithu Srivastava, Managing Director DHL Supply Chain Indonesia (Foto : Ist)

DHL Supply Chain (DSC), perusahaan penyedia jasa logistik terpadu, pada 2019 berencana memperluas layanannya ke sektor fashion dan farmasi dan membangun pusat distribusi seluas 67 ribu meter persegi di Cikarang, Bekasi Jawa Barat.

Target ini merupakan bagian dari rencana bisnis, Prithu Srivastava, sebagai Managing Director DHL Indonesia yang diangkat pada Februari tahun ini. Pembangunan pusat distribusi itu merupakan pipeline fase pertama Srivasta yang ditargetkan siap beroperasi pada di tahap pertama pada bulan Juli 2019.

Sebelumnya, Srivastava sejak Januari 2018 hingga awal tahun ini menjabat Vice President of Business Development and Solutions DHL Supply Chain yang bertanggung jawab mendorong pertumbuhan bisnis di Indonesia. “Ketajaman bisnis Srivastava dan pendekatan strategisnya,telah terbukti sangat berharga bagi pengembangan bisnis dan mampu mendobrak lanskap pasar yang terus berkembang pesat dan bertumbuh cepat. Saya optimis dengan gaya kepemimpinannya yang pragmatis dan berbasis nilai, dikombinasikan dengan pengetahuan yang mendalam tentang logistik dan perdagangan regional, akan mendorong pertumbuhan lebih lanjut dalam tim dan operasional kami,” kata Terry Ryan, CEO, DSC Asia Pacific dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (21/3/2019).

Selama 13 tahun, Srivastava telah berpengalaman di berbagai negara lintas divisi di DHL, termasuk menjadi bagian dari tim konsultasi in house DHL selama lima tahun. Di tahun 2011, beberapa agenda perusahaan berhasil ia jalankan dengan baik saat menjadi Strategy Director di DSC untuk wilayah Asia Selatan dan Tenggara. Kemudian di tahun 2014, ia berhasil memimpin pembaruan fungsi dan pengembangan bisnis DSC Indonesia. Hasilnya, kinerja penjualan yang konsisten di seluruh negeri dan hubungan dengan pelanggan terjalin lebih kuat.

“Di era digital saat ini, industri logistik telah berevolusi menjadi sebuah tren yang besar. Sementara status quo industri logistik sendiri, menjadi tantangan tersendiri bagi saya untuk memimpin perusahaan ini tetap adaptif dengan perubahan teknologi,” jelas Srivastava.

Berdasarkan pengalaman sebelumnya sebagai Head of Sales, peran logistik di era digital saat ini, adalah memahami kebutuhan pelanggan dan membantu pelanggan mencapai tujuan bisnisnya, Srivastava akan lebih menguatkan peran logistik di era revolusi 4.0 dengan memfokuskan DSC pada nilai tambah yang inovatif dan layanan manajemen yang prima yang diintegrasikan dengan fulfillment dan distribusi tradisional.

Srivastava melanjutkan, kondisi geografis yang komplek seperti Indonesia, logistik adalah bagian dari strategi penguat pertumbuhan bisnis, bukan sebagai beban biaya operasional.

Keberhasilan sebuah bisnis tidak lepas dari penguatan proposisi nilai (value propositions) termasuk dengan meningkatkan rantai pasok (supply chain) yang menjadi kunci peningkatan bisnis di Indonesia. “Memberikan nilai bisnis yang unggul kepada pelanggan adalah objektifitas saya. Langkahnya dengan menjaga performa logistik DCS dan terus berinovasi memberikan solusi di seluruh rantai pasok (supply chain) selancar mungkin. Kemudian, dengan mengatasi tantangan yang ditimbulkan oleh keterbatasan infrastruktur dan konektivitas. Dengan begitu, bisnis pelanggan kami akan semakin meningkat,” jelas Srivastava yang merupakan alumnus MBA dari Indian Institute of Management, Bangalor, India.

DSC Indonesia beroperasi lebih dari 20 kota di seluruh Indonesia. Pelanggan yang bergabung dengan DSC Indonesia terdiri dari beragam sektor industri. Mulai dari sektor teknologi, consumer, retail, otomotif, teknik dan manufaktur, termasuk sektor life science dan kesehatan.Dengan jumlah populasi terbesar di Asia Tenggara dan terbesar keempat di dunia setelah Cina, India, dan Amerika Serikat.

Dengan hadirnya booming ritel dan e-commerce, Indonesia diprediksi dapat memicu peningkatan logistik di Asia Tenggara di tahun-tahun mendatang. Srivastava juga mengapresiasi kinerja pemerintah Indonesia selama tiga tahun terakhir.

Menurutnya, investasi pemerintah di bidang infrastruktur telah membantu menyelesaikan masalah logistik di sebuah negara yang terdiri dari lebih dari 17.000 pulau. Hasilnya, Logistics Performance Index Indonesia naik menjadi ke peringkat 46 dari 168 negara.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)