Fitness First Lebih Fokus Garap Member yang Loyal

Dewasa ini olah raga menjadi bisnis yang menggiurkan. Kesadaran hidup sehat berbanding lurus dengan bertumbuhnya berbagai klub kesehatan di kota-kota besar seperti Jakarta. Fitnes First misalnya, klub kesehatan asal Inggris ini, memiliki program lima tahun khusus kawasan Asia. Rencananya akan ada 35 klub baru yang dibuka di kawasan Asia dengan peningkatakan member mencapai 300.000 orang.

Julia Nurdin Marketing Manager Fitness First (kiri) Julia Nurdin Marketing Manager Fitness First (kiri)

Pengembangan bisnis ditargetkan mencapai 40% di tahun 2020. Namun,  menurut Julia Nurdin, Marketing Manager Fitness First Indonesia, pihaknya belum berencana membuka klub baru di Indonesia. Hingga saat ini, member klub kebugaran tersebut telah mencapai 30.000 orang di 11 klub di Jakarta.

“Kami ingin berfokus pada loyal member, klub-klub kami kuotanya juga sudah mulai penuh. Kalaupun ingin menambah kuota kami akan berfokus pada penambahan kuota di Saint Moritz, yang baru mulai beroperasi sejak 3 tahun terakhir. Selama 11 tahun di Indonesia, setiap cabangnya telah berusia lebih dari 3 tahun dan telah memiliki loyal member. Kunci menjaga loyalitas dilakukan dengan pelayanan dan trainer yang berkualitas," jelasnya.

Oleh karena itu klub kesehatan yang memiliki 215.000 anggota di seluruh Asia ini, menargetkan konsumen kalangan menengah ke atas. Bagi Julia, memberikan pelayanan yang baik berarti memperkejakan orang-orang berkualitas pula. Biaya yang dikeluarkan, harus sebanding dengan pelayanan yang diberikan.

Namun, tren kesehatan kini sudah mulai disadari oleh banyak orang sehingga, untuk merangkul masyarakat luas, mereka pun mulai menggunakan berbagai upaya. Salah satunya dengan meluncurkan aplikasi CustomFit 3.0. Aplikasi ini sengaja tidak dipungut biaya agar mampu menembus berbagai kalangan.

Bagi Julia, aplikasi ini bertujuan untuk mningkatkan branding Fitness First di masyarakat luas. Hingga saat ini user CustomFit 3.0 sudah menembus angka 17.000. untuk menambah user, mereka pun melakukan strategi lain, yaitu dengan meluncurkan program WillPower Training Program.

Program ini dikhususkan untuk orang-orang yang ingin berolahraga di bulan puasa. Program ini disesuaikan dengan metabolisme tubuh selama bulan puasa. Setiap minggunya program ini menawarkan olahraga yang berbeda-beda. Aplikasi ini juga memungkinkan user untuk melakukan olah raga di rumah.

Program ini sendiri dibuat di Inggris,  tapi rancangan programnya dilakukan oleh dr Alia Basalamah, National Fitness Training Manager Fitness First Indonesia. Selain itu, dr Alia juga bertugas untuk melatih 400 trainer Fitness First. Julia optimis bahwa program ini akan diterima oleh masyarakat luas. Salah satu strategi yang dijalankan adalah dengan mengajak member klub mereka untuk mensharing foto, video, atau pengalaman berolahraga di bulan puasa di sosial media. Tidak hanya member para trainer pun diminta untuk melakukan hal yang sama.

Harapannya program tersebut bisa meningkatkan jumlah user. Ia menargetkan 1.500-2.000 user baru  terjaring. Program ini juga dianggap jembatan untuk program selanjutnya yang baru akan diluncurkan di bulan Juni. Namun, Julia enggan membocorkan program tersebut. (EVA)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)