Gaikindo Prioritaskan Mobil Standar Emisi Euro4

Skala prioritas Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang terkait mobil ramah lingkungan (low carbon emission/LCE) adalah mengimplementasikan mobil standar emisi Euro4 Kendaraan bermotor Euro4 menjadi skala prioritas utama Gaikindo karena lebih memungkinkan diimplementasikan dalam empat tahun ke depan daripada mobil listrik dan hybrid. Hal ini disampaikan Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo, di Jakarta, Selasa (29/3/2016). Gaikindo menargetkan pelaksanaan standar emisi Euro4 tercapai di tahun 2020. Demi mewujudkan hal, ini Gaikindo intensif melakukan lobi ke pemerintah.

Yohannes mengemukakan Gaikindo akan melakukan pertemuan dengan pemerintah untuk membahas lebih lanjut regulasi mengenai mobil Euro4. “Kami sudah melakukan lobi-lobi ke pemerintah. Di semester I tahun ini Gaikindo akan melajutkan lobi dan mengusulkan insentif mobil standar Euro4 ke Kementerian Keuangan, Kementerian Perindustrian dan Kementerian Lingkungan Hidup,” ungkap Yohannes.

Dia menambahkan pihaknya akan mengusulkan beberapa usulan, diantaranya insentif fiskal dan ketersediaan infrastruktur pendukungnya seperti ketersediaan bahan bakar Euro4. Sejauh ini, lanjut Yohannes, bahan bakar Euro4 belum tersedia di dalam negeri. Oleh karena itu, pabrikan otomotif tidak memaksakan diri menjual massal mobil-mobil berbahan bakar Euro4. “Pertamina belum menyiapkan bahan bakar sesuai standar emisi Euro4, mereka hanya bisa menyediakan Euro2. Mudah-mudahan akan tersedia ke depannya,” tuturnya.

Lebih lanjut, Yohannes mengatakan aturan mobil Euro4 bisa terealisasi secepatnya. Dia belum bisa merincikan lebih detil mengenai usulan yang hendak disampaikan Gaikindo ke pemerintah. Sebab, kata Yohannes, pihaknya ingin membahasnya lebih dulu sebelum disampaikan ke pemerintah. Namun, Yohannes memberi sedikit informasi bahwa Gaikindo  akan bertahap mewujudkan Euro4 dalam dua tahun ke depan atau di tahun 2018. “Dan di tahun 2020, kami inginya mobil standar Euro4 bisa dilaksanakan sepenuhnya,” ucap Yohannes.

Pengurus Gaikindo periode 2016-2019. Gaikindo intensif melakukan lobi ke pemerintah untuk merealisasikan mobil ramah lingkungan. (Foto : Vicky Rachman/SWA). Pengurus Gaikindo periode 2016-2019. Gaikindo intensif melakukan lobi ke pemerintah untuk merealisasikan mobil ramah lingkungan, khusunya mobil standar Euro4. (Foto : Vicky Rachman/SWA).

Dibandingkan negara tetangga, Indonesia tertinggal jauh. Thailand, misalnya, sudah standar emisi Euro4. Begitupula dengan Malaysia dan Filipina. “Kalau Korea Selatan sudah Euro5,” tambah Jongkie D Sugiarto, Ketua I Gaikindo mengenai perbandingan standar emisi bahan bakar ramah lingkungan. Sebagai tolak ukur perbandingan, Jongkie mengungkapkan Thailand dan Malaysia memberikan insentif ke produsen mobil standar Euro4 sehingga harga mobilnya lebih murah.

Dampaknya, daya saing industri otomotif di negara tersebut lebih kompetitif dibandingkan Indonesia karena mereka bisa menggarap pasar lokal dan ekspor. Sebaliknya, Indonesia kesulitan mengembangkan ekspor mobil. Ini terlihat dari rata-rata volume ekspor mobil sebanyak 200 ribu unit per tahun. Angka itu lebih rendah dari ekspor mobil Thailand yang mencapai 1 juta unit setiap tahunnya. “Prinsipil otomotif di Indonesia sebenarnya sudah menyiapkan mobil-mobil LCE,” tukas Jongkie.

Jongkie menambahkan pihaknya sudah bertemu dengan Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk membahas insentif fiskal bagi produsen otomotif yang memproduksi mobil ramah lingkungan. “Kami paralel mengusulkan insentif mobil standar Euro4, mobil listrik, dan mobil hybrid ke pemerintah,” ucap Jongkie. Upaya mewujudkan mobil standar emisi Euro4 menjadi salah satu program kerja yang utama bagi kepengurusan Gaikindo periode 2016-2019 ini.

Upaya ini setidaknya mendapat titik cerah. Sebab, Direktur Pengendalian Polusi Udara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sedang mempersiapkan aturan standar emisi Euro 4.  Rencanannya aturan tersebut akan mulai berlaku dua tahun sejak ditandatangani oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Bila aturan disahkan tahun ini juga, maka untuk mobil-mobil baru keluaran 2018 sudah harus berstandar Euro4.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian (Kemenperin)mengatakan  penyusunan road map kendaraan bermotor ramah lingkungan ditujukan agar industri otomotif nasional bisa menembus pasar ekspor. Putu menyebutkan pihaknya akan mendiskusikan hal ini dengan kementerian ESDM dan Pertamina. "Oleh karena itu, untuk mendukung penggunaan bahan bakar mobil emisi rendah maka kualitas minimum menggunakan Euro4. Hal ini akan kita bicarakan pada Pertamina dan Kementerian ESDM untuk ketersediaannya bagaimana. Target secepatnya," ujarnya.

Putu menyebutkan salah satu persiapan kendaraan ramah lingkungan yang sedang dipersiapkan Kementerian Perindustrian adalah pengembangan mobil listrik di Indonesia. "Agar mobil listrik menarik produsen otomotif, kami sedang menyusun kajian insentif fiskalnya, sementara ini saya belum bisa merincikan detilnya karena masih dalam tahap pembahasan dengan Kementerian Keuangan dan Kementerian ESDM," ucap Putu kepada SWAonline melalui sambungan telepon. (***)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)