Ini Hasil Inovasi Berjamaah Dirgantara Indonesia

Bicara pesawat, jelas bukan soal modelnya yang utama seperti halnya motor dan mobil, melainkan performa dan tingkat efisiensinya. Inilah yang menjadi fokus PT Dirgantara Indonesia (Persero) dalam berinovasi, merancang produk baru.

“Jadi yang dilihat adalah bisa mengangkut lebih banyak, lebih efisien bahan bakarnya. Pokoknya semua yang berhubungan dengan performance. Bagaimana agar bisa lebih baik,” kata Andi Alisjahbana, Direktur Teknologi dan Pengembangan PT DI.

Menurut dia, cara meningkatkan performa tak harus melulu dengan inovasi. Tapi, juga dengan menerapkan teknologi terbaru. Di industri pesawat terbang, inovasi melibatkan banyak orang mengingat produk ini digarap oleh manusia bukan oleh robot atau mesin.

Ada banyak orang terlibat dalam pembuatan pesawat. Mulai dari desainer, hingga saat proses perakitan sampai uji coba pesawat. Saat ini, PT DI menawarkan 6 produk baru yang terdiri dari 3 jenis pesawat dan 3 jenis helikopter.

 Andi Alisjahbana, Direktur Teknologi dan Pengembangan PT DI Andi Alisjahbana, Direktur Teknologi dan Pengembangan PT DI

Andi mencontohkan pesawat tipe N212i. Yang ada di benak banyak orang adalah ini pesawat jadul karena sudah ada sejak tahun 1976. Padahal, layaknya pesawat tipe Boeing 737 yang dirancang tahun 1960-an, selalu mengalami evolusi. Fitur dan teknologinya terus berkembang.

“Kami juga begitu. Yang sekarang, N212i, sengaja ditambahkan “i” di belakang sebagai petunjuk bahwa N212 yang sekarang buatan Indonesia dan tidak dibuat lagi di Spanyol. Dulu, RI dan Spanyol yang membuatnya dan hanya untuk pasar ASEAN,” ujar dia.

Sejak 2013, lanjut dia, perseroan berani melakukan inovasi di sisi produksi hingga berhasil mendapat kepercayaan dari Airbus. Upaya itu juga dipandang perlu mengingat biaya produksi pesawat kecil membengkak bila dilakukan di Eropa.

“Kami punya skill dan labour cost di Indonesia masih lebih murah dari Eropa. Maka, produksinya diserahkan ke kami. Dengan begitu, produk kami bisa masuk ke pasar Amerika Latin dan Eropa lewat Spanyol,” ujar dia.

Inovasi terkini adalah pesawat N219 yang dikembangkan dari nol dan memakan waktu tiga tahun sejak 2014. Rencananya, pesawat ini akan diuji coba pada Agustus 2016 mendatang dan diluncurkan setahun kemudian.

“Produk ini dirancang bisa mengangkut lebih banyak. Ruang dalam pesawat lebih luas dan tinggi langit-langitnya. Jadi, orang di dalam tidak harus membungkuk. Komponennya juga sudah 60% lokal. Sehingga, industri pendukung di sekitar kami juga kebagian pekerjaan,” katanya. (Reportase: Arie Liliyah)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)