Ketum Asperindo Terpilih, Ini Janji Presdir JNE

Dalam Musyawarah Nasional IX Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) pada 22 - 24 Maret 2016 kemarin, Mohamad Feriadi, terpilih sebagai Ketua Umum. Feriadi yang notabene merupakan Presiden Direktur JNE itu terpilih menjadi Ketua Umum Asperindo untuk periode 2016 – 2020 dalam Munas yang digelar di Grand Cempaka Resort, Cipayung – Bogor, Jawa Barat.

Setelah terpilih, Feriadi dan jajaran baru Dewan Pimpinan Pusat Asperindo menetapkan visi organisasinya sebagai lembaga yang kredibel untuk mewujudkan industri pos dan logistik yang berkelanjutan, guna meningkatkan daya saing nasional dalam menghadapi persaingan global, khususnya di era MEA.

Visi tersebut direalisasikan dengan menjalankan misi menjadi mitra pemerintah sebagai penyusun kebijakan atau perundang-undangan dan memaksimalkan sinergi seluruh anggota Asperindo di seluruh Indonesia serta berkolaborasi dengan pelaku usaha yang memiliki kebutuhan besar akan distribusi barang.

“Asperindo harus menjadi wadah bersinergi seluruh anggotanya yang berjumlah 277 perusahaan jasa pengiriman ekspres, pos dan logistik di seluruh Indonesia dengan jumlah gerai lebih dari 20 ribu. Dengan sinergi yang maksimal, maka segenap potensi dapat ditingkatkan dan untuk itu diperlukan langkah dalam pengembangan bidang teknologi informasi serta komunikasi agar koordinasi antar anggota dapat berjalan dengan efektif,” ujar Feriadi.

Mohamad Feriadi, CEO JNE Mohamad Feriadi, CEO JNE

Di seratus hari pertama kepemimpinannya, Feriadi akan melakukan program-program peningkatan di bidang teknologi informasi dan komunikasi (IT) seperti penyediaan platform untuk berbagi pengalaman dan mempromosikan best practice antar anggota di seluruh wilayah nusantara. Pertukaran informasi dan komunikasi yang efektif membuat permasalahan yang terjadi di seluruh wilayah dapat dengan cepat dimusyawarahkan serta langkah-langkah sebagai solusi pun dapat segera dijalankan.

Selain koordinasi yang intensif, Feriadi beserta pengurus DPP terkait akan berkunjung ke daerah-daerah untuk mengumpulkan data-data penting dari seluruh anggota. Langkah ini dilakukan untuk memperkaya database sehingga Asperindo dapat menjadi sumber informasi bagi pihak di dalam negeri mau pun internasional yang berkepentingan dalam industri pos dan logistik.

Berbagai permasalahan yang terjadi, baik dalam skala lokal mau pun nasional, seperti rasio biaya logistik nasional secara keseluruhan terhadap PDB sebesar 23.6%, biaya sewa gudang di berbagai wilayah yang cukup tinggi, kebijakan pemerintah dalam industri logistik yang masih perlu ditinjau ulang dan yang lainnya, diharapkan dapat teratasi dengan inovasi dan kerjasama strategis antar anggota serta berbagai pemangku kepentingan sehingga tantangan tersebut dapat diubah menjadi peluang emas.

“Dengan kondisi geografis Indonesia, industri pengiriman ekspres, pos serta logistik memiliki potensi pertumbuhan hingga 15,2% sampai dengan tahun 2019 dan hal tersebut seiring dengan perkembangan industri e-commerce di dalam negeri yang mencapai 40% atau menyumbang 25% dari seluruh pertumbuhan industri logistik nasional,” ujarnya. langkah dalam pengembangan bidang teknologi informasi serta komunikasi agar koordinasi antar anggota dapat berjalan dengan efektif,” kata Feriadi.

Eddy Dwinanto Iskandar

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)