Strategi KAL Kembangkan Industri Kelapa Sawit

Sejak beroperasi pada tahun 2009, PT KAL (Kayung Agro Lestari) terus berupaya untuk meningkatkan produksi kelapa sawit di Indonesia. Seiring dengan meningkatnya jumlah permintaan, KAL pun membangun pabrik baru berkapasitas 2 x 45 ton/jam. Sebelumnya hanya memiliki kapasitas 15 ton per jam.

“Pabrik baru di Ketapang ini diharapkan tahap pertama selesai pada Oktober 2016. Untuk investasi proyek senilai Rp190 miliar,” ujar Juli W Purba, General Manajer PT Kayung Agro Lestari.

Juli W Purba, General Manajer PT Kayung Agro Lestari Juli W Purba, General Manajer PT Kayung Agro Lestari

KAL memiliki lahan kelapa sawit seluas 12 ribu ha yang sudah tertanam dan sekitar 10 ribu ha sudah mulai panen buah pasir. Seperti diketahui, anak perusahaan PT Austindo Nusantara Jaya Agri ini memproduksi TBS (Tandan Buah Segar) sekitar 54 ribu ton pada tahun 2015. Angka tersebut naik signifikan dibanding tahun 2014 sebesar 1.600 ton.

Perusahaan memiliki luas lahan 17.998,13 hektare. Tetapi hanya sekitar 55 persen yang ditanami kelapa sawit atau sekitar 9 ribu ha. Sisanya terdiri dari kebun mitra sebesar 15 persen, konservasi 21 persen, emplasmen 1 persen, dan enclave 8 persen.

“Kami lakukan ini karena selain menjalankan bisnis sawit, kami juga fokus untuk pengembangan kawasan konservasi orang utan. Dimana per Maret 2014 hingga Desember 2015 terdapat 25 orang utan yang sudah dimonitor,” katanya.

Terkait produksi, ia pun mengatakan bahwa produksi TBS KAL masih terus bertambah mengingat kelapa sawit yang saat ini masih berusia muda, dan produksi belum maksimal. Bila seluruhnya sudah memasuki produksi penuh, maka diperkirakan bisa mencapai 500 ribu ton TBS per tahun.

Tahun 2016, perusahaan yang berjarak 70 km dari Kota Kabupaten Ketapang ini menargetkan produksi TBS menjadi 111.600 ton sehingga dapat terus memenuhi kebutuhan pasar. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)