Sygenta Arahkan Petani Panen 10 Ton Per Hektar

Kebutuhan pangan menjadi hal yang krusial di era ini. Penyebabnya tidak lain adalah karena semakin banyaknya populasi manusia. Di tahun 2030, diperkirakan populasi manusia akan bertambah sebanyak 2 miliar jiwa.  Selain itu, ketersediaan lahan akibat banyaknya perumahan juga semakin menipis. Inilah yang menyebabkan perkembangan di sektor pangan menjadi sebuah tantangan tersendiri. Banyak kalangan harus memikirkan bagaimana caranya untuk meningkatkan produksi sementara ketersediaan lahan semakin menipis. Jalan satu satunya adalah meningkatkan produksi. Untuk itu, peran petani menjadi penting dalam mengambil peran ini.

Sygenta

Di Indonesia sendiri jumlah petani juga semakin lama semakin menipis. Hal ini dikarenakan banyaknya petani yang tidak merasa bahwa nasibnya jauh lebih baik. Penyebabnya, terjadi penurunan harga komoditas setiap panen sedang terjadi. Hal inilah yang kemudian menjadi PR bagi seluruh kalangan, baik pemerintah, pelaku industri dan para petani sendiri. Dari ketiga elemen ini, membutuhkan sinergi satu sama lain, terutama petani yang harus diberikan kepastian mengenai hasil panen mereka.

Andrew McConville, Head Corporate Sygenta Affairs Asia Pasific, menyatakan bahwa petani memegang peranan penting untuk meningkatkan produktifitas. Semua keputusan dari pertanian harus dilaksanakan dengan melihat terlebih dahulu ke lapangan. Tujannya adalah agar keputusan yang diberikan berjalan secara kondusif dan efisien.

“Petani memegang peranan penting dalam meningkatkan produktifitas. Meski saat ini banyak sekali tren kembali ke alam muncul. Tapi ini juga belum pasti dapat memenuhi kebutuhan pangan.Untuk meningkatkan produktifitas, kami memperkenalkan teknologi pada para petani. Hal ini kemudian akan berdampak pada nasib mereka. Ini merupakan komitmen kami,” ujar Andrew.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Sygenta menjalankan beberapa upaya. Antara lain merupakan pembimbingan kepada petani selama 6 bulan sehingga menghasilkan panen secara kredibel dan terukur. Selain itu, sygenta juga melakukan pengukuran terhadap penggunaan pestisida agar memperkecil kemungkinan kerusakan lingkungan. Sejak dilakukan 2 tahun lalu, Sygenta berhasil meminimalisir kerusakan lingkungan, memberikan produk pertanian yang berkualitas serta meningkatkan poendapatan petani hingga 25%.

“Target kami adalah petani dapat bercocok tanam secara efektif secara berkelanjutan. Namun di sisi lain, ekosistem bisa tetap terjaga. Teknologi inilah yang kami tawarkan di Sygenta. Selain itu, kami juga melakukan pembimbingan terhadap kurang lebih 600 petani, dengan target para petani tersebut mampu menghasilkan panen sebanyak 10 Ton per hektarnya,” tambah Andrew. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)