Alcatel-Lucent Enterprise Siap Melangkah Untuk 100 Tahun Mendatang

Alcatel-Lucent Enterprise (ALE), perusahaan penyedia solusi & layanan komunikasi asal Prancis, memasuki usia ke-100 pada tahun ini. Selama satu abad berkiprah di industri, ALE banyak berkolaborasi dengan berbagai perusahaan berkelas demi memaksimalkan servis kepada pelanggan. ALE mengadakan acara bertajuk “a century of fame” sebagai perayaan ulang tahun serta ajang penghargaan terhadap beberapa partner yang telah memberikan performa terbaiknya.

Ada 7 kategori penghargaan bagi para partner: Best Sales of The Year, Best Technical of The Year, Best Partner of The Year,  Best Vertical Partner in Transportation, Best Vertical Partner in Education, Best Vertical Partner in Government, dan Best SMB Partner. Tiga di antaranya diserahkan kepada PT ACA Pacific Indonesia.

Selain mengapresiasi partner lama, momentum 100 tahun ini juga sebagai penanda untuk mengukir langkah menuju 100 tahun mendatang. Untuk memastikan kesuksesan perjalanan tersebut, ALE melakukan kolaborasi baru dengan Fujitsu, IBM, dan Samsung yang merupakan salah satu vendor teknologi terbaik  di pasar. Salah satu kolaborasi yang telah dilakukan adalah melalui platform komunikasi andalan ALE, Rainbow.

Ewin Tan, Country Head MIS PT Fujitsu Indonesia, mengatakan bahwa membangun infrastruktur komunikasi sangat kompleks tetapi ALE bisa menawarkan solusi yang sangat simpel, belum pernah ada provider yang bisa menawarkan dengan straight forward seperti ALE.

“Sebagai vendor bagi Rainbow, kami melihat solusi dan model bisnis ALE tergolong baru dan unik, dan kami melihat ini adalah tren masa depan. Bahwa people pay by services, no longest invest. Inilah yang diinginkan oleh customer enterprise, sehingga kami sepakat berkolaborasi” ungkap Ewin Tan.

Dengan memanfaatkan fleksibilitas Fujitsu Cloud, ALE mampu memberikan solusi Unified Communication as a Services (UCaas) untuk berbagai segmen dan industri di seluruh Indonesia. Kolaborasi Fujitsu Cloud dengan ALE Rainbow UCaaS memungkinkan pelanggan fokus terhadap core business dan memudahkan operasional sehari-hari dengan memberikan enterprise class services dengan investasi serendah mungkin.

Bersama Samsung, ALE memberikan fleksibilitas, mobilitas dan komunikasi mobile yang aman melalui Samsung Knox. Solusi yang dihadirkan bisa disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan tertentu perusahaan. Terintegrasi dengan proses, aplikasi, dan teknologi bisnis, seperti sales tools, HR apps, dan lainnya.

“Berbicara mengenai data sangat penting dan harus secure. Partnership ini merupakan suatu yang bagus sebagai end to end solution. Platform Rainbow sudah kompatibel dengan desk ini sehingga memungkinkan para pekerja cukup menggunakan Samsung knox,” ujar Roy Nugroho, Head of IT & Mobile B2B Samsung Electronics Indonesia.

Memperluas Pasar ke Wilayah Timur

Dalam rangka mewujudkan langkah 100 tahun ke depan, ALE Indonesia akan memperluas pasar ke Indonesia bagian timur. Pasar telekomunikasi di luar Jawa akan menjadi fokus pada 2019 dan akan terus meningkat. DBS melaporkan, penetrasi fixed broadband berkecepatan tinggi (koneksi lebih dari 5Mbps) di Indonesia naik dua kali lipat selama setahun terakhir dari 4% penetrasi rumah tangga di 1H17 menjadi 8% pada Q318. Terlebih lagi, pemerintah telah membangun proyek Palapa Ring untuk meningkatkan jaringan & akses internet ke wilayah timur Indonesia.

Untuk mendukung fokus di pasar ini, ALE bekerjasama dan menunjuk PT. Virtus Technology Indonesia (VTI) sebagai value-added distributor baru. VTI telah berpengalaman selama 6 tahun di wilayah timur, di mana dalam 4 tahun terakhir memiliki growth yang meningkat pesat.

ALE menggandeng VTI karena mempunyai sertifikat engineer, serta memiliki kemampuan mulai dari presentasi, implementasi, sampai after sales. Ubayt Kurniawan, Sales Director ALE, menjelaskan, kapabilitas yang ditawarkan VTI ada di infrastruktur, juga pelatihan SDM di Surabaya. ALE berharap, kerja sama ini paling tidak akan berkontribusi terhadap 40% dari numerik.

“Virtus cukup kuat pada distribusi dan servis terutama di wilayah timur. Bentuknya yang sudah dilakukan adalah mengadakan seminar, pameran, di beberapa kota. Juga mendatangi instansi pemerintah, universitas, manufaktur, untuk menjelaskan solusi kami. Setelah ini kami akan mendorong lagi solusi untuk enablement dan edukasi market,” jelas Ubayt.

Kolaborasi merupakan bagian dari sejarah kesukesan ALE dan akan terus menjalinnya dengan berbagai partner yang bervisi sama. ALE berharap kolaborasi dengan VTI bisa membantu perusahaan-perusahaan di Indonesia Timur dalam melakukan transformasi digital.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)