Bank BTPN Syariah Wujudkan Niat Baik Keluarga Prasejahtera

BTPN Syariah fokus dan istiqomah dalam melayani segmen perempuan dari keluarga prasejahtera produktif, yang biasa disebut “unbankable“, karena tidak memiliki catatan keuangan dan dokumentasi legal. Manajemen bank ini melihat bahwa menggarap segmen tersebut merupakan tantangan sekaligus peluang. Maka, BTPN Syariah pun membangun sarana dan prasarana yang sangat berbeda dengan perbankan pada umumnya untuk memastikan produk dan layanan efektif serta efisien melayani keluarga prasejahtera produktif. 

Renovasi dan Pengembangan Kapasitas Guru di SD Aisiyah 2 Mataram,Lombok sebagai wujud aktivtas keberlanjutan yang dilakukan BTPN Syariah memastikan pendidikan berkualitas yang layak dan inklusif bagi nasabah dan komunitasnya selaras dengan tujuan dalam SDGs

Pencapaian Laporan Keberlanjutan BTPN Syariah 2019 dalam meraih rating Gold di ajang pemeringkatan laporan keberlanjutan tingkat Asia, Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2020, menjadi pencapaian yang bermakna. Pasalnya, ini merupakan laporan keberlanjutan pertama yang dikeluarkan bank untuk memaparkan adanya korelasi positif antara peningkatan kehidupan para perempuan prasejahtera beserta keluarganya dari program pembiayaan dan pendampingan yang diberikan terhadap perbaikan kualitas lingkungan di sekitar tempat tinggal mereka.  

Arief Ismail, Direktur Kepatuhan BTPN Syariah, mengapresiasi pencapaian ini. Menurutnya, pencapaian ini juga tak lepas dari dukungan seluruh stakeholder  BTPN  Syariah, terutama para regulator di industri perbankan syariah dan pasar modal yang turut merestui segala aspirasi pihaknya sebagai bank umum syariah di Indonesia.

Keyakinan untuk “Do Good Do Well“ dijalankan BTPN Syariah melalui program pembiayaan yang memberikan dampak sosial yang nyata dan selaras dengan pencapaian tujuan keberlanjutan dalam SDGs, yang menyangkut aspek 3P (people, planet, profit). Ada changing behaviour pada nasabah prasejahtera dalam pola hidupnya setelah mengikuti program pembiayaan, termasuk yang menyangkut penggunaan energi, air, emisi, dll. 

Contohnya, yang awalnya menggunakan kayu bakar untuk memasak, telah berubah menggunakan kompor gas (mengurangi emisi). Lalu, yang rumahnya tidak memiliki sanitasi yang baik, kini sanitasinya menjadi lebih baik sehingga hidup menjadi lebih sehat. Anak-anak nasabah pun yang awalnya tidak bersekolah, kini bersekolah.  

Semua perubahan dampak sosial nasabah tersebut diukur setiap tahunnya, dengan menggunakan metode dan alat survei, yaitu Poverty Probability Index dari Inovative for Poverty Action. Alat survei yang dipilih merupakan alat yang berlaku secara internasional dan memiliki kredibilitas yang baik, tetapi tetap mudah dalam pengimplementasiannya. 
“Kami menyadari bahwa semua perubahan dampak sosial pada kehidupan nasabah yang kami ukur juga tidak lepas ditunjang oleh komitmen, baik dari pemerintah nasional maupun daerah, dalam pembangunan berkelanjutan yang telah menyediakan infrastruktur yang memadai, seperti pembangunan jalan di daerah pedesaan tempat nasabah kami berada, juga penyediaan sarana sekolah, jaringan air bersih, serta tabung gas,” papar Arief.

Bicara tentang laporan keberlanjutan di masa mendatang, Arief mengatakan, sebagai strategi keberlanjutan usaha, BTPN Syariah akan meneruskan prinsip inklusif yang selama ini sudah dibangun. Fokusnya adalah mewujudkan niat baik nasabah keluarga prasejahtera, berkomitmen meningkatkan taraf hidup mereka dengan menyediakan produk jasa perbankan yang tepat, yang paling sesuai dengan kebutuhan nasabah.  

“Upaya ini sebagai wujud komitmen kami agar selaras dengan tujuan utama di dalam SDGs. Di antaranya, upaya kami memberikan pembiayaan yang tepat untuk pengentasan kemisikinan, mendukung ekonomi yang berkelanjutan, dan mengurangi kesenjangan. Dan, tentunya, memberdayakan kaum ibu yang memang menjadi segmen BTPN Syariah. Hingga saat ini, BTPN Syariah merupakan satu-satunya bank di Indonesia yang 100% nasabah pembiayaannya adalah perempuan,” Arief menjelaskan. 

Sebagai bank yang juga menghimpun dana, saat ini terdapat sekitar 20.000 nasabah sejahtera yang menyimpan dana di BTPN Syariah. Hampir 100% dana yang ditempatkan disalurkan kepada  perempuan keluarga prasejahtera produktif yang mencapai 3,8 juta nasabah aktif. Hingga kuartal ketiga 2020, BTPN Syariah telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 9,1 triliun. 

Selain itu, BTPN Syariah juga mempertahankan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) di posisi 43,1%. Total aset menjadi Rp 15,5 triliun, dan Dana Pihak Ketiga (DPK) Rp 9,4 triliun. Adapun per 7 Juli 2020, BTPN Syariah  telah meningkat menjadi bank BUKU 3.§

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)