Bernadus Setya Ananda Wijaya Laksana Punya Mimpi Membentuk Sejuta Investor Milenial Sukses

Nama lengkap profesional muda ini cukup panjang, sehingga membuat orang terkesan, yakni Bernadus Setya Ananda Wijaya Laksana. Namun, sesungguhnya yang lebih mengesankan lagi adalah lesatan karier profesionalnya. Dalam usia yang belum genap 30 tahun, pada 2020 ia didapuk memimpin perusahaan sekuritas nasional yang cukup ternama, PT Sucor Sekuritas, yang beroperasi sejak 1989.

Bernadus Wijaya CEO PT Sucor Sekuritas

Bernadus Wijaya, demikian panggilannya, boleh dibilang eksekutif “jalur ekspres”. Lelaki kelahiran Sleman, 17 Mei 1991, ini meraih posisi CEO di perusahaan ini hanya dalam waktu tujuh tahun karier profesionalnya.

Perjalanan pendidikan dan karier dalam pekerjaannya telah membentuk karakter, kompetensi, dan kapabilitas seorang Bernadus. Masa SMA dilaluinya di SMA Taruna Nusantara, Magelang, yang menurutnya mengajarkan bukan hanya mata pelajaran, tetapi juga kedisiplinan, penghargaan terhadap waktu, dan semangat juang yang tinggi. Ia melanjutkan pendidikan ke Institut Teknologi Bandung, mengambil Jurusan Teknik Kimia, dan lulus dengan predikat cum laude pada Juli 2013.

Citibank N.A. Indonesia menjadi wahana karier pertamanya sebagai seorang profesional, lewat program Management Associate. Di sini, ia digembleng menjadi profesional manajerial. Ia belajar mengenai bank custodian, operasi corporate banking, dan teknologi consumer banking. Ia juga sempat mengikuti pelatihan regional, seperti pelatihan tentang operation and technology di Singapura dan pelatihan corporate finance di Hong Kong.

Di tahun terakhir bekerja di Citibank, ia sempat memimpin belasan orang, yang prosesnya melatih leadership skill dan menjalani pengalaman operasional di corporate banking. “Saya dituntut untuk bisa menjadi project manager dalam sebuah proyek besar,” ujarnya.

Pada 2016, Bernadus memutuskan pindah ke Sucor Sekuritas. “Saya tertarik berkarier di bidang sekuitas, karena saya merasa literasi keuangan di Indonesia masih sangat rendah, apalagi di luar Jakarta,” katanya. Ia membandingkan dengan Amerika Serikat dan Korea Selatan, yang jumlah investornya telah mencapai lebih dari 10% jumlah penduduk. “Jadi, upside untuk bisnis sekuritas ini masih sangat tinggi,” ujarnya.

Di mata Bernadus, pekerjaan rumah paling penting untuk mengembangkan pasar di Indonesia adalah melakukan edukasi, terkait tingkat literasi yang masih rendah. “Edukasi adalah motornya,” ia menegaskan.

Lewat edukasi, peserta program diharapkan punya pola pikir sebagai investor yang mau belajar, berinvestasi jangka panjang, serta memiliki kemampuan analisis fundamental dan kemampuan money management. Harapannya, Sucor Sekuritas menjadi top of mind masyarakat dalam hal edukasi pasar modal.

Jabatan pertama yang diemban Bernadus di Sucor adalah Manajer Proyek. Lalu, pada 2017-2018 ia memegang posisi Manajer Pengembangan Bisnis. Kariernya terus meningkat, sehingga pada 2019 diangkat sebagai VP-Head of Retail & Business Development. Pada Maret 2020, ia masuk ke jajaran direksi Sucor dengan menjadi Direktur Equity Business & Business Development. Hingga akhirnya pada Oktober 2020, pemegang saham mendudukkannya sebagai CEO.

Selama kiprahnya di Sucor Sekuritas, Bernadus punya peran penting membawa sejumlah terobosan. Yang utama adalah tersedianya platform online trading yang disebut aplikasi SPOT New Generation, yang berhasil diluncurkan pada Maret 2018. Aplikasi ini, menurutnya, menjadi titik tolak dalam menggarap segmen ritel, apalagi ketika di tahun 2020 banyak orang berbicara investasi saham. “Saya adalah Project Manager di tahun 2016-207 untuk pembuatan aplikasi tersebut,” ungkapnya.

Terobosan lainnya, sesuai dengan karakteristik investor milenial, Sucor Sekuritas meluncurkan platform media sosialnya, terutama di Instagram dan YouTube. Lalu, pada November 2018 meluncurkan web series. Juga, meluncurkan komunitas Telegram bernama Sucor CuanTroopers, dengan jumlah member hampir 10 ribu user.

Tak kalah penting, Sucor Sekuritas juga berhasil menyelenggarakan ratusan event edukasi, yang sudah mendidik puluhan ribu milenial, dengan sekitar 15.000 orang di antaranya menjadi nasabah Sucor Sekuritas. Dari segi trading value, Bernadus punya andil meningkatkan volumenya, dari Rp 27 triliun di tahun 2018 menjadi Rp 48 triliun di tahun 2020.

Situasi pandemi, menurut Bernadus, seperti membawa berkah, karena membuat Sucor lebih inovatif. Ter­utama, untuk mengembangkan platform medsos untuk edukasi. Di awal pandemi, bisnis sekuritas juga sempat loyo, karena banyak investor yang keluar. Namun, seiring dengan gencarnya edukasi dan kampanye online yang dilakukan Sucor, banyak orang yang mulai melek investasi saham, dan akhirnya bertransaksi melalui Sucor.

Hal itu berdampak positif bagi perusahaan ini. “Diban­dingkan dengan 2019, pertumbuhan laba bersih Sucor Sekuritas pada 2020 naik lebih dari 200%, dengan tambahan total lebih dari 10 ribu nasabah baru,” kata Bernadus bangga.  Untuk proyeksi tahun 2021 ini, Sucor Sekuritas menargetkan bisa mengakuisisi 50 ribu nasabah baru, serta mencatat trading value setahun hingga Rp 100 triliun.

Sebagai CEO Sucor Sekuritas, Bernadus mengungkapkan mimpi selanjutnya, yakni menggaet total 1 juta nasabah hingga tahun 2025, yang tersebar di setiap wilayah Indonesia. “Mimpi saya adalah mampu membantu para milenial menjadi investor saham yang sukses dan menjadi berkat untuk orang sekitarnya,” katanya.§

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)