Kolaborasi Telekomunikasi Meningkatkan Konektivitas dan Perekonomian

Pembicara di webinar yang membahas Indonesia TIP Community Lab. (Foto : Istimewa)

Asosiasi Global System for Mobile Communications (GSMA), Proyek Telekomunikasi Infra (TIP/Telecom Infra Project), Universitas Telkom dan para operator jaringan seluler, menjalin kolaborasi Lab Komunitas TIP (TIP Community Lab) untuk meningkatkan konektivitas di Indonesia.

Kolaborasi ini akan berupaya untuk memajukan pertumbuhanan digital dan ekonomi di Indonesia melalui pengujian teknologi jaringan yang terbuka dan terpilah (disaggregated) serta memberikan validasi berdasarkan standar TIP, memajukan penyebaran ketersediaan solusi yang layak secara komersial, membangun talenta lokal, serta membina ekosistem telekomunikasi yang kuat dan beragam, termasuk untuk industri digital melalui perusahaan startup.

Pembukaan Lab Komunitas TIP Universitas Telkom pada kuartal III/2020 ini akan membawa para operator jaringan seluler di Indonesia untuk bahu membahu bersama dengan anggota TIP lainnya. Lab Komunitas ini memungkinkan para peserta untuk mengevaluasi dan mengadopsi solusi, lalu memberikan hasilnya beserta hal-hal yang dibutuhkan kepada komunitas TIP untuk pengembangan lebih lanjut. Lima operator jaringan seluler yang sedang bersiap-siap untuk berpartisipasi dalam Komunitas Lab ini adalah Hutchison 3 Indonesia, Indosat, Smartfren, Telkomsel dan XL Axiata.

Sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan konektivitas secara signifikan di Indonesia, Lab Komunitas TIP dan sebuah pusat layanan unggulan (center of excellence) diluncurkan sebagai tahap pertama dari kolaborasi baru dan berjangka panjang antara GSMA, TIP, pemerintah Indonesia, Universitas Telkom dan para operator jaringan seluler (mobile network operator/MNO) untuk mendukung program 'Making Indonesia 4.0'.

Ismail, Direktur Jenderal Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, berpendapat pembangunan infrastruktur TIK(Teknologi Informasi dan Komunikasi) telah menjadi masalah umum yang dihadapi olehnegara-negara berkembang. Masalah ini menjadi lebih sulit diatasi oleh negara-negaradengan tantangan geografis seperti gunung atau kepulauan serta populasi pedesaan yang tersebar. Untuk menjawab masalah ini, sejumlah besar investasi diperlukan tidak hanya pada serat optik terestrial atau bawah laut, tetapi juga pada satelit. Solusi lain bisa dalam bentuk terobosan teknologi.

Dengan teknologi yang ada saat ini, upaya untuk mencakup semua populasi akan menjadi sangat mahal. “Pendekatan baru seperti Open Radio Access Network (Open RAN) dapat menjadi alternatif untuk membuat infrastruktur lebih terjangkau. Sebagian besar CAPEX yang digunakan untuk menyebarkan broadband seluler terkait dengan RAN. Setiap pengurangan biaya RAN akan bermanfaat bagi operator,” ucap Ismail dalam webinar di Jakarta, Rabu (22/7/2020), kemarin.

Pemerintah mengapresiasi inisiatif GSMA, TIP, dan Universitas Telkom untuk mengembangkan teknologi ini, menyelesaikan masalah infrastruktur TIK, dan mendorong kolaborasi antara akademisi, industri, dan para operator telekomunikasi (MNO) untuk memanfaatkan potensi industri telekomunikasi masa depan di Indonesia.

Adiwijaya, Rektor Universitas Telkom mengatakan pihaknya sebagai tuan rumah Komunitas Lab TIP di Indonesia akan ditindaklanjuti sebagai pusat untuk pengembangan solusi inovatif dan kolaborasi internasional antara Universitas Telkom, pemerintah Indonesia, GSMA, para operator seluler, dan industri yang lebih luas. “Kami berharap dapat bekerja sama untuk mendukung terciptanya Indonesia yang lebih kuat dan lebih terhubung dalam waktu dekat melalui perluasan konektivitas digital, platform digital baru dan layanan digital, " ujar Adiwijaya.

Attilio Zani, Direktur Eksekutif TIP, menambahkan peluncuran kolaborasi baru ini di Indonesia bersama dengan beberapa anggota utama TIP, pemerintah Indonesia, Universitas Telkom dan GSMA, akan dikembangkan untuk menciptakan inovasi solusi yang baru yang dibangun oleh komunitas TIP demi membantu meningkatkan konektivitas di Indonesia dan mendukung program ‘Making Indonesia 4.0’.

Pendapat senada disampaikan pula oleh Julian Gorman, Kepala APAC. “Inisiatif ini adalah langkah penting dalam memanfaatkan inovasi dan semangat ekonomi digital Indonesia, dan memposisikannya sebagai regional, dan bahkan global, influencer di era teknologi jaringan seluler ini. Laboratorium ini akan membangkitkan potensi dalam penyebaran jaringan baru, teknologi dan layanan seluler baru, pekerjaan dan ekspor untuk Indonesia,” ungkap Julian.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)