Kita Tidak Bisa Menebak Masa Depan Namun Kita Membaca Trend

Saya membuat cover buku pertama saya Creative Junkies di tahun 2010 bisa diwarnai. Lalu di tahun 2015 muncul trend mewarnai untuk orang dewasa. Buru-buru saya melihat piagam MURI yang saya terima di tahun 2010 dan ternyata memang saya mendapatkan MURI Rekor Dunia.

Saya berkarya bukan untuk penghargaan. Malah rekor MURI saya simpan di rumah orang tua saya dan tidak membuat event apapun merayakannya. Saya baru posting disaat trend adult coloring marak di Indonesia. Saya membuat cover seperti itu hanya dengan dua alasan utama. Pertama supaya pembaca buku saya yang kebanyak orang kantoran dan pengusaha muda kembali ke masa kecil mereka dan mulai mewarnai sehingga ingat bahwa waktu kecil, mereka sebenarnya sangat kreatif. Lalu alasan kedua adalah supaya setiap buku bisa jadi personal karena berbeda satu sama lain, hingga sekarang hampir semua cover buku saya bisa dibuat personal.

Kata kuncinya di personalization. Ini yang saya dapatkan dengan sering membaca trend dan ikut berbagai trend seminar. Jadi saya ikut seminar atau membaca seminar hanya untuk mendapatkan inspirasi, bukan untuk copy paste ide yang saya dengar.

Saya tidak bisa meramalkan masa depan. Tapi saya bisa membaca trend dan ikut seminar untuk setidaknya tahu trend dunia itu seperti apa sih. Namun saya terkadang bandel dan tidak peduli dengan trend yang sedang terjadi. Contohnya 2 tahun lalu di Singapore disampaikan di Trend Seminar bahwa salah satu trend yang sedang terjadi adalah Post Demographic dimana produk atau jasa dirancang untuk semua umur. Lihat saja smartphone yang bisa digunakan semua umur dan berbagai contoh lainnya dipaparkan di seminar yang diselenggarakan oleh TrendWatching yang berpusat di London dan memiliki komunitas lebih dari 3000 trendspotter di 55 negara.

Eh tahun depannya saya malah menerbitkan buku Generasi yang fokus pada generasi millennials Indonesia. Dan sekarang kita bisa lihat begitu banyak buku tentang millennials dan begitu banyak tulisan soal millennials. Saya bukan sekedar mau beda, sejak OMG Consulting berdiri ternyata 70% project kami memang bersinggungan dengan millennials. Dan millennials adalah demografi terbesar di Indonesia dan merupakan 50% dari usia produktif di 2020 sehingga sangat vital untuk Indonesia.

Namun saya tidak akan kepikiran bikin buku dan fokus ke millennials kalau saya tidak ikut trend seminar. Idenya lahir pada saat saya ikut seminar persis saat post demographic diutarakan. Dan kita beruntung karena kalau biasanya saya dan beberapa klien saya harus ke Singapore untuk mendengarkan seminar ini, kini Trends for 2018 akan hadir di Jakarta. Tim OMG yang biasanya bergantian menemani saya ke Singapore kini semuanya bisa ikut mendengarkan seminar trend dengan penekanan ke sudut pandang Asia.

Penulis: Yoris Sebastian

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)