Aggreko Akuisisi Perusahaan Listrik Indonesia

Aggreko, perusahaan penyedia tenaga tenaga modular, tenaga listrik praktis dan pengendali suhu yang berkantor di Skotlandia,  pada Kamis ini merampungkan proses mengakuisisi perusahaan penyedia tenaga listrik, yakni PT Kerta Bumi Teknindo (KBT). Akuisisi tersebut merupakan komponen utama strategi Aggreko untuk memperluas operasi dan investasinya di Indonesia, menyusul pembukaan Aggreko Indonesia (Jakarta Service Centre) pada Desember 2016.

“Aggreko beroperasi di Indonesia sejak tahun 2002 dan telah berinvestasi signifikan dalam membangun potensi dalam negeri, baik dari segi armada maupun sumber daya manusia dari karyawan setempat yang memiliki keterampilan tinggi,” ucap Chris Weston, CEO Aggreko plc dalam rilisnya.

Chris menyebutkan Indonesia terus meningkatkan pasokan listrik melampaui geografi yang terbentang luas. “Dan Aggreko berkomitmen untuk mendukung upaya ini dengan menyediakan teknologi praktis yang terdepan, pembangkit tenaga modular kepada pengguna industri dan kegunaan negara,” tambah Chris. Presiden Jokowi pada April 2016 mengunjungi London, Inggris guna memperkuat strategi pemerintah Indonesia untuk menyebarkan pembangunan ekonomi dan sosial yang tidak hanya terpusat di kota besar namun diperluas hingga ke daerah terpencil.Peningkatan pasokan energi ditekankan sebagai kunci utama dari visi ini. Dalam kerangka kunjungan tersebut, Aggreko menyatakan komitmennya secara resmi kepada pemerintah Indonesia untuk berinvestasi lebih dari £ 25 juta di Indonesia untuk mendukung kebijakan ini.

Dudy Supriyadi, Presdir PT KBT (duduk kiri) menandatangani dokumen, didampingi Radhakrishnan Viswanathan, Managing Director Aggreko Indonesia. (Foto; Dok Aggreko).

Pembukaan Jakarta Service Centre dan akuisisi KBT dengan jelas membuktikan keyakinan dan komitmen jangka panjang perusahaan asal Inggris ini kepada Indonesia.  Benny Goh, Managing Director Aggreko Asia, mengatakan KBT berhasil membangun basis pelanggan yang kuat di seluruh sektorutilitas di Indonesia dalam kurun waktu 24 tahun serta menjaga hubungan dekat dengan para pelanggan dan terkenal akan pelayanan pelanggan yang unggul. “Perusahaan juga memiliki reputasi baik dalam menghadirkan produk berkualitas tinggi melalui tim yang berpengalaman dan professional, yang menjadikan KBT pilihan yang tepat bagi kami,” ucap Benny.

Adapun, Aggreko beroperasi sejak tahun 1962. Saat ini, perusahaan memiliki lebih dari 7.000 karyawan dan beroperasi lebih dari 200 lokasi di 100 negara. Aggreko tercatat di London Stock Exchage. Pendapatan Aggreko pada 2016 mencapai £ 1,5 miliar (setara US$ 1,8 miliar). Aggreko beroperasi di semua sektor bisnis, termasuk minyak dan gas, petrokimia dan penyulingan, peralatan, manufaktur, konstruksi, atau pertambangan. Perusahaan merancang dan memproduksi peralatan khusus untuk kebutuhan ini di pabrik Dumbarton, Skotlandia.(*)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)