Alokasikan Capex Rp 33,2 Miliar, BISI Incar Ekspansi ke India dan Sri Lanka

PT BISI International Tbk akan penetrasi pasar ke India dan Sri Lanka melalui produk andalannya, jagung hibrida. Komoditas ini akan meningkatkan kapasitas ekspor perusahaan menjadi 5% dengan nilai Rp 50 miliar. “Untuk target ekspor kami naik dua kali lipat dari tahun lalu,” kata Direktur Utama BISI International, Jemmy Eka Putra usai RUPST di Jakarta beberapa waktu lalu.

Menurut Jemmy, BISI juga hendak mengeluarkan lebih dari 10 varietas baru guna memperluas pemasaran. Bibit yang akan diluncurkan merupakan benih untuk sayur-mayur dan hortikultura lainnya. BISI mengincar beberapa negara untuk pasar produk ini, seperti Cina, Filipina, dan Thailand. “Saat ini kami masih menunggu izin dari Departemen Pertanian, ujarnya.

Untuk mendukung peningkatan produk unggul bibit tanaman hibrida, BISI telah menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) Rp 33,2 miliar tahun ini. Dana ini digunakan untuk perluasan usaha dan sisanya untuk mengganti mesin. “Belanja modal itu berasal dari kas internal,” jelasnya seraya mengatakan saat ini pangsa pasar BISI untuk jagung hibrida sekitar 50%. BISI juga menguasai pangsa pasar bibit hortikultura 38% , pestisida 8% dan benih padi hibrida 2%.

"Capex itu salah satunya untuk perubahan mesin pemanas. Intinya, mesin yang biasanya pakai solar akan beralih menggunakan batu bara," dia menambahkan. Pergantian bahan bakar mesin tersebut, menurutnya, akan meningkatkan efisiensi perusahaan. Yang tidak kalah penting, dengan perubahan itu, akan mengurangi ongkos produksi yang dikeluarkan perusahaan. "Kalau dananya, untuk capex itu semuanya berasal dari kas internal," katanya singkat.

Dalam kesempatan yang sama, hasil RUPST juga menyetujui pembagian dividen tahun buku 2011 sebesar Rp10 per saham atau senilai Rp 30 miliar. Dana untuk dividen ini mencapai 20,53%dari laba bersih yang diraih sepanjang 2011 senilai Rp146,12 miliar.

Kemampuan membayar dividen lantaran membaiknya kinerja sepanjang 2011, BISI berhasil meraih laba bersih senilai Rp146,12 miliar, naik tipis dibandingkan periode yang sama 2011 sebesar Rp143,48 miliar. Kenaikan itu ditopang oleh pertumbuhan penjualan bersih yang tumbuh 12 % menjadi Rp 998,65 miliar, dibandingkan periode yang sama 2011 sebesar Rp 894,86 miliar.

Jemmy juga mengklaim, hingga kini BISI tidak ada tunggakan utang jangka pendek atau jatuh tempo. Justru, perusahaan yang terafiliasi dengan Grup Charoen itu masih memiliki fasilitas kredit dari sebuah bank pemerintah yang hingga kini belum dicairkan. Salah satunya, fasilitas kredit dari Bank Mandiri senilai Rp 250 miliar. (Eva Martha Rahayu)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)