BSM Berikan Pembiayaan Mikro untuk Sambungan Air Bersih

Bank Syariah Mandiri membantu masyarakat yang berpenghasilan rendah untuk bisa mengakses air bersih melalui pembiayaan mikro sambungan air bersih. Layanan BSM ini bekerja sama dengan United States Agency for International Development-Indonesian Urban Water Sanitation and Hygiene (USAID-IUWASH). Penandatanganan kerja sama keduanya dilakukan hari ini, Rabu (16/1/2013), di Jakarta.

Hanawijaya, Direktur Bank Syariah Mandiri

"Ini kami kerja sama dengan IUWASH. Mereka yang paling tahu tentang manajemen PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) yang bagus yang mana, yang sudah siap, yang mengerti manajeman perairan yang bagus," kata Hanawijaya, Direktur BSM.

Nota kesepahaman yang ditandatangani oleh BSM dan IUWASH berisi kesepakatan kedua pihak untuk menyediakan air bersih dan sanitasi kepada masyarakat yang berpenghasilan rendah di seluruh Indonesia. Kerja sama keduanya untuk membantu program Pemerintah Indonesia mencapai salah satu target Millennium Development Goals, di mana program penyediaan air bersih termasuk dalam target memastikan kelestarian lingkungan hidup.

"Air merupakan kebutuhan dasar manusia, tetapi untuk sebagian besar orang, akses terhadap air bersih yang aman untuk diminum belum menjadi kenyataan," tambah Andrew Sisson, Direktur Misi USAID-Indonesia.

Dalam hal ini, BSM akan memberikan pembiayaan mikro sambungan air bersih. Sedangkan IUWASH menyediakan technical assistance dan sosialisasi. Pemberian sambungan air bersih pun dilakukan bekerja sama dengan PDAM. "Dia (IUWASH) memberikan technical assistance kepada PDAM yang membuat kami yakin bahwa memang PDAM ini siap jual produknya ke masyarakat," lanjut dia.

Dalam pembiayaan mikro ini, BSM menggunakan konsep murabahah, yakni jual beli dengan sistem marjin. Cara kerjanya, BSM membeli paket sambungan rumah air minum dari PDAM dan menjualnya kepada pelanggan yang membutuhkan melalui koperasi selaku perantara yang ditunjuk PDAM dan sebagai wakil BSM.

Pilot project program pembiayaan mikro sambungan air bersih ini telah berlangsung di Kudus, Jawa Tengah. Peresmian pilot project-nya telah dilakukan pada Februari 2012. Ada 2.381 rumah tangga yang telah dibantu akses air minum perpipaan dengan angsuran ringan melalui program Indonesia Urban Water, Sanitation, and Hygiene ini. "Pembiayaan Rp 850 ribu- Rp 1,5 juta. Dibayar 2 tahun, 24 kali angsuran," jelas Hanawijaya.

Tahun ini, BSM pun mempunyai rencana untuk menyalurkan pembiayaan mikro kepada 50 PDAM. Alokasi pembiayaan untuk masing-masing PDAM Rp 3 miliar. Sehingga total pembiayaan yang bakal disalurkan Rp 150 miliar. Daerahnya sendiri, diantaranya, Sidoarjo, Mojokerto, dan Surabaya. "Yang sudah siap kira-kira 5-10 PDAM. Kami yakin dengan bantuan IUWASH, 50 PDAM itu kami bisa eksekusi di tahun 2013," tegasnya.

Sementara itu, untuk program sanitasi, BSM mengaku hal ini masih dalam penjajakan bentuk konsepnya dengan pihak IUWASH. "Kami akan laksanakan tahun 2013. Pembiayaan Rp 850-1,5 juta juga. Tapi total proyeknya itu  Rp 1,5 juta. Jadi nasabah harus punya dana Rp 50 ribu sebagai down payment," tandasnya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)