Inti Bangun Sejahtera Lepas 15% Saham ke Publik

PT Inti Bangun Sejahtera Tbk. (IBS), perusahaan yang bergerak di bidang usaha penunjang telekomunikasi yang meliputi penyediaan, pengelolaan dan penyewaan menara, melakukan penawaran saham perdana dengan melepas sebanyak-banyaknya 154,247 juta lembar saham atau setara dengan 15% dari seluruh jumlah saham setelah initial public offering (IPO).

Harga nominal saham Rp 500 per lembar saham dan ditawarkan pada kisaran harga Rp 950 - Rp 1.250 per saham,” ujar Direktur Utama IBS, Andrie Tjioe. Masa IPO direncanakan akan berlangsung pada tanggal 23-27 Agustus 2012 dan mulai dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 31 Agustus 2012.

Andrie optimistis saham IBS akan diminati oleh investor karena kebutuhan penggunaan menara telekomunikasi yang masih tinggi ditambah dengan rasio kolokasi yang masih memiliki ruang untuk bertambah. Disamping itu, menara-menara yang dimiliki oleh IBS terletak pada daerah-daerah strategis yang banyak diminati oleh para operator telekomunikasi, penyedia layanan Wimax maupun perusahaan lainnya yang membutuhkan bandwidth coverage.

Andrie menambahkan, dalam menjalankan usahanya, IBS menerapkan sistem teknologi monitoring terkini dalam memantau dan melakukan sistem reporting yang hampir mendekati real time dan secara otomatis memberikan data lapangan yang terkait dengan menara, dari waktu ke waktu. Sistem monitoring ini juga dilengkapi dengan piranti lunak untuk menyimpan segala informasi di setiap menara sehingga segala percepatan arus informasi dan akurasi data dapat terjaga.

IBS juga merencanakan penggunaan dana hasil IPO ini sebesar 85% akan digunakan sebagai pembiayaan modal investasi baik untuk akuisisi menara maupun pembangunan menara dan sisanya digunakan sebagai modal kerja.

Saat ini IBS telah memiliki perjanjian kerjasama jangka panjang dengan seluruh operator telekomunikasi, penyedia layanan Wimax maupun perusahaan lainnya yang membutuhkan bandwidth coverage.

IBS berdiri sejak tahun 2006 dan memulai usahanya di tahun 2007 dengan berfokus pada jasa penyediaan penguatan sinyal (in-building solution). Pada tahun 2009, IBS mulai melihat bisnis usaha menara telekomunikasi dengan cara mengakuisisi menara. Karena melihat peluangbisnis menara telekomunikasi yang sangat menjanjikan, IBS pada tahun 2011 telah mengakuisisi lebih dari 1.870 menara yang tersebar di wilayah-wilayah yang strategis dan berpotensi di Indonesia dengan sebagian besar konsentrasi pada wilayah Jawa, Bali dan Sumatera.

Strategi IBS adalah fokus pada pengembangan kolokasi, pengembangan portofolio menara telekomunikasi dan penggunaan sistem teknologi monitoring yang handal, untuk memenuhi pertumbuhan kebutuhan menara bagi kemajuan teknologi komunikasi di Indonesia.

"Dengan memegang teguh nilai-nilai perusahaan (corporate values): integritas (integrity), peduli (care), komitmen (commitment), inovatif & terus berkembang (innovative & continuous Improvement), kami yakin IBS dapat memberikan nilai tambah kepada para pemangku kepentingan (stakeholder),” dia meyakinkan.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)