Investasi US$ 40 Juta, Itqoni Revitalisasi 3 Pasar Tradisional

Itqoni Group terus melakukan pembenahan pasar tradisional di Indonesia. Pengembang yang mengkhususkan diri dalam pembangunan pasar tradisional itu mendapat fasilitas pembiayaan dari Exim Bank of Malaysia sebesar sebesar US$25 juta.

Menurut Irwan Khalis, Direktur Utama PT Inspirasi Jelas Itqoni, dana tersebut akan digunakan untuk pembenahan tiga pasar tradisional, yaitu pasar tradisional  Batu Malang, Cikampek dan Karawang, Jawa Barat. Total pedagang dari ketiga pasar tersebut sekitar 5.500 pedagang.

Irwan menambahkan, total dana yang dibutuhkan revitalisasi ketiga pasar sekitar US$ 40 juta, dengan rincian untuk pembangunan pasar Karawang dibutuhkan dana (US$6 juta), Cikampek (US$4 juta) dan Batu (US$15 juta). Pembiayaan itu berasal dari pinjaman Exim Bank of Malaysia dan sisanya US$ 15 juta akan diambilkan dari kas internal induk PT Panglima Capital Itqoni.

“Pembangunan satu pasar (Cikampek) sudah dimulai, sedangkan kedua pasar baru akan dibangun September dan November (Batu dan Karawang) tahun ini dan diharapkan selesai tahun depan,” ujar Irwan.

Sebelum merevitalisasi ketiga pasar tersebut, Itqoni Group telah menyelesaikan pembangunan  dua pasar tradisional lainnya, yaitu di daerah Johar Baru, Jakarta Pusat dan Rangkasbitung, Lebak, Banten. Untuk pembangunan kedua pasar tersebut Itqoni Group mendapat  pembiayaan dari Maybank sekitar US$ 10 juta.

Kedua pasar tersebut sudah rampung dan cukup sukses. Hal ini mungkin yang membuat Exim Bank of Malaysia percaya untuk memberikan pinjaman pada Itqoni Group. “Bagi kami, ini merupakan sebuah  kepercayaan, karena setelah tiga pasar ini rampung, masih banyak proyek pasar tradisional yang harus direvitalisasi, jumlahnya sekitar 13 ribu pasar tradisional di Indonesia,” kata Irwan.

Irwan menambahkan, saat ini beberapa proyek baru yang sedang dilirik adalah revitalisasi beberapa pasar seperti pasar tradisional di Bandung, Balikpapan, Samarinda, Pekanbaru danBukittinggi.

Apalagi pasar tradisional sudah eksis puluhan tahun karena memiliki konsumen tetap, sehingga infrastrukturnya perlu diperbaiki untuk memberikan kenyamanan pada konsumenya. “Pasar tradisional di Indoensia memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi salah satu obyek wisata seperti pasar tradisional di beberapa kota pariwisata di Indonesia seperti Pasar Sukowati di Bali dan Pasar Beringharjo di Yogyakarta,” katanya.

Diakui Irwan,  untuk melakukan revitalisasi pasar tradisional biasanya sensitif, namun ia memastikan dalam hal revitalisasi pasar yang dilakukan Itqoni Group, pihaknya tidak akan menggusur para pedagang yang sudah ada. Bahkan Itqoni menggandeng pemerintah daerah dan para pedagang agar pasar tradisional yang direvitalisasi agar  tetap dapat mensejahterakan para pedagang.

Dengan harga Rp 60 juta- 90 juta/unit (tergantung luasnya 4-6 meter persegi) atau Rp 12 juta-17 juta/meter, uang muka sekitar 20-30% dari harga jual, nantinya kios-kios ini bisa dicicil harian oleh para pedagang yang akan menempati pasar yang sudah direvitalisasi, besarnya cicilan Rp 30 ribu/hari untuk jangka waktu 5 tahun. “Dengan model seperti lebih meringankan pedagang daripada harus mengangsur tiap bulan,” tutur Irwan. (EVA)

 

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)