Laba Bersih Bank BTN Tembus Rp 3 Triliun

Maryono Direktur Utama Bank BTN (keempat dari kiri) bersama jajaran direksi Bank BTN dalam paparan kinerja PT Bank BTN (Persero)

Kinerja PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. tahun lalu sangat moncer. Berdasarkan paparan kinerja Triwulan IV tahun 2017, laba bersih senilai Rp 3,02 triliun pada 31 Desember 2017. Perolehan laba bersih tersebut tercatat naik 15,59% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp 2,61 triliun pada akhir2016. "Tahun ini kami menargetkan pertumbuhan laba bersih 25%," kata Maryono Direktur Utama Bank BTN.

Pencapaian laba bersih tersebut ditopang penyaluran kredit dan pembiayaan Bank BTN yang naik 21,01% yoy dari Rp 164,44 triliun pada Desember 2016 menjadi Rp 198,99 triliun pada Desember 2017. "Pertumbuhan kredit tersebut tercatat berada di atas rata-rata industri perbankan nasional yang hanya tumbuh di level 8,2% yoy," kata Maryono dalam Press Conference Paparan Kinerja Bank BTN Kuartal IV/2017 di Menara BTN, Jakarta, Selasa (13/2).

Diakui Maryono kredit perumahan masih mendominasi komposisi pinjaman Bank BTN sepanjang 2017 atau mencapai 90,07% dari total pinjaman yang disalurkan perseroan. Per Desember 2017, kredit perumahan yang disalurkan perseroan juga naik 21,14% yoy dari Rp 147,94 triliun menjadi Rp 179,22 triliun.

Di segmen kredit perumahan, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pun terkerek naik sebesar 23,26% yoy dari Rp 117,3 triliun pada triwulan akhir 2016 menjadi Rp 144,58 triliun di periode yang sama tahun berikutnya. Kenaikan tersebut juga terpantau berada di atas rata-rata industri perbankan. Bank sentral merekam, hingga akhir 2017, pertumbuhan KPR dan KPA industri perbankan nasional hanya sebesar 11,4% yoy.

Dengan penyaluran tersebut, Bank BTN juga tercatat masih menguasai pasar KPR di Indonesia dengan pangsa sebesar 36,3%. Kemudian, di segmen KPR Subsidi, Bank BTN menjadi pemimpin pasar dengan pangsa sebesar 95,42%.

Ia menambahkan KPR Subsidi mencatatkan laju pertumbuhan tertinggi yakni sebesar 32,45% yoy dari Rp 56,83 triliun menjadi Rp 75,27 triliun pada Desember 2017. KPR Non-Subsidi pun tercatat naik 14,62% yoy menjadi Rp 69,3 triliun pada akhir 2017 dari Rp 60,46 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya.

Kemudian, kredit konstruksi Bank BTN juga naik 18,98% yoy dari Rp 21,92 triliun menjadi Rp 26,08 triliun pada akhir 2017. Lalu, kredit perumahan lainnya tercatat senilai Rp 8,56 triliun pada Desember 2017.

Sedangkan kredit non-perumahan juga naik sebesar 19,78% yoy dari Rp 16,49 triliun menjadi Rp 19,76 triliun pada kuartal IV/2017. Kenaikan tersebut ditopang peningkatan kredit konsumer sebesar 1,59% yoy menjadi Rp 4,81 triliun dan kredit komersial sebesar 27,12% yoy menjadi Rp 14,95 triliun pada akhir 2017.

Pertumbuhan simpanan masyarakat tersebut pun lebih tinggi di atas rata-rata perbankan nasional yang hanya naik sebesar 8,3% yoy (data BI). Maryono mengungkapkan kenaikan DPK Bank BTN tersebut ditopang pertumbuhan positif giro, tabungan, dan deposito yang masing-masing tumbuh sebesar 19,21% yoy, 17,57% yoy, dan 22,42% yoy.

Pada 31 Desember 2017, Bank BTN juga telah menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) senilai Rp 192,95 triliun. Perolehan tersebut naik 20,45% yoy dari Rp 160,19 triliun pada 31 Desember 2016.

Maryono juga optimistis pada tahun ini kinerja perseroan akan melaju sesuai target. Tahun ini Bank BTN membidik pertumbuhan aset berkisar 17%-20% yoy, pinjaman sebesar 22%-24%, dan DPK 19%-22%.

Dalam rangka mendukung Program Satu Juta Rumah, hingga Desember 2017, Bank BTN telah memberikan dukungan pembiayaan perumahan untuk 667.312 unit rumah. Realisasi tersebut mencapai 100,2% dari target perseroan pada 2017 sebesar 666.000.

MDukungan Bank BTN tersebut terdiri atas penyaluran kredit perumahan subsidi untuk 481.329 unit rumah atau setara Rp34,16 triliun dan kredit perumahan non-subsidi untuk 185.983 unit rumah senilai Rp 37,37 triliun. Menurut Maryono, pihaknya berkomitmen akan memberikan dukungan pembiayaan untuk 750.000 unit rumah pada 2018. Target tersebut terdiri atas penyaluran kredit perumahan subsidi untuk 536.868 unit rumah dan kredit perumahan non-subsidi untuk 213.132 unit rumah.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)