Angkasa Pura II Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun

PT Angkasa Pura II tahun ini menerbitkan obligasi dengan nilai sebanyak-banyaknya sebesar Rp2 triliun melalui penawaran umum pada Juni 2016. Obligasi tersebut terbagi dalam tiga seri, yaitu seri A bertenor 5 tahun, seri B bertenor 7 tahun, dan seri C bertenor 10 tahun. Dalam penawaran obligasi ini, PT Danareksa Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas bertindak sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi. Sedangkan PT Bank Mega Tbk bertindak sebagai Wali Amanat. Obligasi tersebut mendapatkan rating AAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) dan AAA dari PT Fitch Ratings Indonesia.

Budi-Karya"Untuk tenor lima tahun kuponnya 8,50 sampai 8,75 persen, tenor 7 tujuh tahun 8,75 sampai 9 persen, tenor 10 tahun 9 sampai 9,25 persen," ujar Direktur Keuangan PT Angkasa Pura ll, Andra Y Agussalam

Sebelumnya, due diligence meeting dan public expose telah dilaksanakan pada tanggal 3 Juni 2016. Masa penawaran awal (bookbuilding) dilakukan pada tanggal 3 - 14 Juni 2016. Pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan dapat diterima pada tanggal 23 Juni 2016. Masa penawaran Umum akan dilaksanakan pada tanggal 27 Juni 2016, distribusi obligasi pada tanggal 30 Juni 2016, dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan pada 1 Juli 2016.

Budi Karya Sumadi, Direktur Utama PT Angkasa Pura II, menyatakan, nanti pihaknya akan menggunakan 92% dana hasil penerbitan obligasi pengembangan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Sedangkan sisanya sebanyak 8% dialokasikan untuk proyek pengembangan ekspansi bandara lain yang dikelola Angkasa Pura II.

"Investasi yang akan kita lakukan dengan intensif adalah bagaimana pergerakan (movement) dari Bandara Soekarno Hatta yang sekarang ini hanya dalam jumlah 72, bila dimungkinkan, nanti akan dinaikkan menjadi 100 dengan memperbaiki airside dari Soetta. Selain itu, nantinya kami juga akan membangun runway ketiga," kata Budi.

Terkait pengembangan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Angkasa Pura II membutuhkan dana sekitar Rp 4,7 triliun untuk konstruksi Terminal 3 Ultimate dan Rp 2 triliun untuk revitalisasi Terminal 1 dan 2. Revitalisasi ini ditargetkan selesai pada 2018. Adapun soft opening Terminal 3 Ultimate dijadwalkan pada semester kedua 2016. Di sisi lain, tahun ini Angkasa Pura II akan melaksanakan grand launching sejumlah proyek pengembangan bandara lainnya seperti Bandara Silangit di Siborong-borong pada September 2016, Depati Amir (Pangkalpinang) pada Desember 2016, Supadio (Pontianak) pada Desember 2016, dan Husein Sastranegara (Bandung) pada September 2016.

Tahun lalu, total pendapatan dari 13 bandara yang dikelola Angkasa Pura II mencapai Rp 5,49 triliun. Dari jumlah tersebut, Bandara Internasional Soekarno-Hatta menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp 4,01 triliun atau 73,1% dari total pendapatan. Selanjutnya, Bandara Internasional Kualanamu dengan nilai Rp715,15 miliar yang menyumbang 13,02% dari angka total pendapatan , lalu Bandara Halim Perdanakusuma dengan nilai Rp172,64 miliar dengan angka 3,14% dan sisanya disumbang oleh 10 bandara lainnya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)