Menteri Nasir Resmikan Kampus Prasmul di BSD City

Menteri Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi RI, Prof H. Mohammad Nasir, PH.D, AK, dalam acara peresmian Universitas Prasetya Mulya di BSD City, menjelaskan, universitas ada untuk membantu masyarakat Indonesia memiliki daya saing agar bisa memenangkan Indonesia di persaingan tingkat dunia. Menurutnya, pada tahun 2016 sudah ada 6 universitas baru yang berganti status dari sekolah tinggi menjadi universitas. Salah satunya adalah Universitas Prasetya Mulya.

Prof H. Mohammad Nasir, PH.D, AK, Mentri Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi, pada acara peresmian Universitas Prasetya Mulya Prof H. Mohammad Nasir, PH.D, AK, Mentri Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi, pada acara peresmian Universitas Prasetya Mulya

Hingga saat ini sudah ada 134 universitas negeri dan 4.200 swasta yang ada di Indonesia. Ia berharap dengan jumlah pendidikan yang besar, universitas-universitas di Indonesia bisa menciptakan inovasi dan kreasi untuk meningkatkan daya saing, terutama dengan adanya ASEAN Community. Ia mencontohkan Singapura yang sudah melakukan pasar bebas dengan Jepang, Amerika, dan Eropa.

Harapannya, Indonesia bisa melampaui Singapura, mengingat potensi yang dimiliki Indonesia amatlah besar. Universitas Prasetya Mulya sendiri sudah mengusulkan 9 fakultas baru, beberapa di antaranya adalah international business law, business mathematics, product design engineering, energy engineering, business tourism, business economic, software engineering, food technology, dan computer engineering.

Baginya, jurusan-jurusan baru yang akan berjalan di 2017-2018 tersebut sesuai dengan 7 bidang yang akan didorong oleh pemerintah.  Misalnya dalam bidang pangan dan teknologi, Indonesia diharapkan bisa memaksimalkan dan memanfaatkan biodiversity dan rekayasa genetika. Menurutnya, saat ini peneliti Indonesia sudah berhasil dalam mengembangkan rekayasa genetika sapi lokal.

Di bidang kesehatan dan obat-obatan, universitas juga diharapkan mampu menciptakan inovasi baru. Salah satunya bagaimana mengurangi bahan baku farmasi, yang hingga saat ini masih impor sebanyak 92%.

Apabila harga bahan baku dapat ditekan, tentunya akan membantu pemerintah terutama untuk program BPJS yang kini sedang berjalan. Selain itu di bidang teknologi sendiri, microchips buatan lokal masih jarang digunakan. Padahal, ada 50 juta masyarakat Indonesia yang membutuhkan e-ktp baru setiap tahunnya. Dalam waktu satu tahun Indonesia mengeluarkan Rp7,5 triliun untuk membeli bahan impor microchips.

Ia juga mengharapkan adanya inovasi di bidang mobil listrik yang menggunakan teknologi nano. Selain itu,Indonesia memiliki potensi di bidang renewable energy, seperti solar cell, biotermal, dll. Universitas, diharapkan mampu mengembangkan inovasi di bidang ini yang tergolong masih baru.. Solar cell yang ada di Indonesia saat ini, masih dibuat secara konvensional, ia berharap kedepannya renewable energy bisa menggunakan teknologi nano.

Menurutnya, teknologi yang berkembang tentunya bisa memajukan perekonomian bangsa. Ia mencontohkan bagaimana perusahaan galangan kapal yang mampu membuat inovasi dengan membuat perahu nelayan dari paralon. Inovasi ini mampu menurunkan biaya produksi hingga 30-40% dan diklaim lebih aman dibandingkan perahu nelayan konvensional dari bahan fiber atau kayu.

Pendidikan tinggi yang ada di Indonesia juga diharapkan bisa menjadi salah satu kunci utama dalam mengentaskan kemiskinan sehingga masyarakat bisa hidup lebih sejahtera. Oleh karena itu, untuk menjamin keberlangsungan universitas-universitas baru di Indonesia, pemerintah akan melakukan berbagai evaluasi. "Nantinya akan ada tim yang terdiri dari 8 orang dan berfokus pada pengecekan kelengkapan serta progress dari universitas tersebut. Akan kami periksa juga, apakah terjadi pelanggaran atau tidak," jelassnya.

Nantinya ke 9 fakultas baru ini akan melengkapi 3 fakultas yang sudah ada sebelumnya, yaitu program Akutansi, program Sarjana Manajemen, dan Magister Manajemen. Universitas yang mendirikan gedungnya pertama kali di Cilandak ini, telah menunjuk Prof Djisman Simandjuntak sebagai rektor pertamanya. (EVA)

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)