Sensibilitas Seni dalam UOB Painting of the Year

PT Bank UOB Indonesia (UOBI) kembali menggelar UOB Painting of the Year dengan mengundang seniman-seniman Indonesia untuk menunjukkan karya mereka dalam kompetisi tahun keenam ini. Kompetisi tahunan ini menunjukkan komitmen jangka panjang UOB dalam memajukan komunitas seni.

UOB

Kevin Lam, Presiden Direktur UOBI, mengatakan, seni pada dasarnya menggugah perasaan setiap insan yang melihatnya dan menjadikannya sebuah perasaan tersendiri dalam melahirkan apresiasi dalam dunia seni.

“UOBI berharap dengan menitikberatkan unsur sensibilitas melalui kompetisi ini dapat menunjukkan bahwa seni semakin dinikmati dan memberikan inspirasi tersendiri bagi mereka yang melihatnya. Kompetisi UOB Painting of the Year juga memperdalam hubungan antara komunitas dengan seni dimana kami mendorong semangat usaha dan kreativitas seniman-seniman Indonesia” ujar Lam di Plaza UOB, Jakarta, (14/6).

Dewan juri pada pada kompetisi UOB Painting of the Year Indonesia terdiri dari Agung Hujatnikajennong, akademisi pada Fakultas Seni Rupa di Institut Teknologi Bandung, Kuss Indarto, kurator seni dan pemerhati seni serta Heri Dono, seniman kontemporer Indonesia yang karya telah ditampilkan di beragam pentas internasional.

UOBI juga mengadakan pameran yang menampilkan 12 lukisan karya seniman Indonesia di kategori pendatang baru dan profesional yang memenangi kompetisi UOB Painting of the Year selama lima tahun terakhir. Lukisan karya seniman yang memenang gelar UOB Southeast Asian Painting of the Year juga turut ditampilkan seperti “The Hymn of School” oleh Y. Indra Wahyu, “Old Stock Fresh Menu” oleh Antonius Subiyanto dan “Exploitation of Fish” oleh Anggar Prasetyo.

Kuss Indarto berharap pameran yang dilaksanakan UOBI di Yogyakarta dan Bandung yang menampilkan karya-karya pemenang dapat memberikan inspirasi bagi para seniman di kedua kota tersebut untuk menghasilkan lukisan yang lebih kreatif dan berkualitas tinggi serta mempertahankan tradisi Indonesia dalam menjuarai kompetisi di tingkat regional.

“Kompetisi UOB Painting of the Year menantang para seniman Indonesia untuk meningkatkan mutu lukisan mereka dan menjadi batu loncatan ke panggung internasional. Telah banyak pemenang dan finalis di tingkat regional diundang untuk memamerkan karya seni mereka di luar negeri. Kompetisi ini juga meningkatkan kualitas karya seni Indonesia dan kualitas tehnik seniman setiap tahunnya” kata Kuss Indarto.

UOBI memilih kota Yogyakarta dan Bandung sebagai lokasi talkshow diskusi seni dan pameran lukisan dikarenakan kedua kota tersebut memiliki pengaruh kuat terhadap perkembangan seni di Indonesia. Yogyakarta memiliki komunitas seni yang kuat dan menarik minat berbagai seniman dari seluruh Indonesia, sementara Bandung memiliki perkembangan yang kuat dalam seni modern melahirkan seniman-seniman pendatang baru yang semakin menyemarakkan dunia seni Indonesia.

Pemenang UOB Painting of the Year dari Indonesia akan berkompetisi dengan pemenang lainnya dari Malaysia, Singapura dan Thailand untuk memperebutkan gelar regional bernama UOB Southeast Asian Painting of the Year. Salah satu pemenang dari empat negara tersebut juga berkesempatan untuk mengikuti program residensi selama satu bulan di Fukuoka Asian Art Museum, Jepang, yang bertujuan mendorong para seniman untuk saling bertukar pikiran mengenai ide-ide kreativitas mereka. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)