Laba Bersih Peruri Rp167 Miliar di Semester I/2019

Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) berhasil mencatatkan laba bersih Rp 167 miliar atau naik 5.221% dibandingkan periode yang sama tahun 2018 sebesar Rp 3,14 miliar. 

Pendapatan usaha tercatat Rp 1,68 triliun atau naik 94,21% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 866 miliar. Sedangkan laba usaha sebesar Rp 251,7 miliar atau naik 1.246% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 18,7 miliar.

Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation and Amortization (EBITDA) sebesar Rp 433,6 miliar atau naik 173,16% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 158,8 miliar. Total aset sebesar Rp 5,41 triliun, naik 14,19% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 4,74 triliun.

Dwina Septiani Wijaya, Direktur Utama Peruri, berujar, pertumbuhan year on year (yoy) 2018-2019 sangat signifikan karena pada 2018 penugasan pencetakan uang dari Bank Indonesia menurun 36,71% dari tahun sebelumnya. Penurunan tersebut semata-mata merupakan kebijakan Bank Indonesia dan Peruri hanya bertugas melaksanakan pencetakan uang tersebut.

Namun, pada 2019 penugasan pencetakan uang rupiah naik 64,86% sehingga kinerja Semester I 2019 kembali melonjak.  "Kontribusi pendapatan pencetakan uang rupiah terhadap Peruri rata-rata mencapai 60-70%," ungkapnya. 

Pendapatan perusahaan Semester I/2019 dikontribusi oleh produksi pencetakan uang kertas Rupiah/NKRI sebesar 5,23 miliar bilyet, naik 115,93% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 2,42 miliar bilyet. Produksi uang logam Rupiah/NKRI sebesar 370 juta keping, naik 6,10% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 348,7 juta keping.

Paspor RI belum ada produksi, turun 100% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 780 ribu buku. Produksi pita cukai sebesar 97,7 juta lembar, naik 13,69% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 85,9 juta lembar. Produksi meterai sebesar 100 juta keping, turun 45,95% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 185 juta keping.

Pada akhir 2019 diproyeksikan pendapatan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 312,16 miliar atau mencapai 103,41% dari target RKAP 2019 sebesar Rp 301,85 miliar. Pencapaian tersebut dikarenakan adanya program efisiensi perusahaan yang sedang berjalan dan proyeksi gain absorption dari perusahaan afiliasi PT Sicpa Peruri Securink (SPS). Hingga Semester I 2019, gain absorption PT SPS sebesar Rp 31,78 miliar dari target sebesar Rp 6 miliar.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)