Pendapatan Turun 22,7%, Indosat Ooredoo Tetap Optimistis di 2019

Chris Kanter, Direktur Utama/CEO Indosat Ooredoo
Chris Kanter, Direktur Utama/CEO Indosat Ooredoo

Kinerja Indosat Ooredoo selama Triwulan IV/2018 tercatat menurun dibanding tahun 2017. Pendapatan turun 22,7% menjadi Rp 23,1 triliun dan penurunan EBITDA sebesar 49,1% menjadi Rp 6,5 triliun dibandingkan EBITDA 2018 sebesar 28.1%.

Beratnya kinerja Indosat Ooredoo tahun 2018 terutama diakibatkan oleh adanya transformasi industri telekomunikasi melalui penerapan peraturan registrasi simcard yang memicu persaingan ketat antar operator pada SMT1 2018 lalu. Namun, perseroan tetap optimistis 2019 ini akan menjadi tahun yang jauh lebih baik, terbukti dari tren kinerja positif pada Semester II/2018.

Pertumbuhan pendapatan perseroan sebesar 11,7% pada Triwulan IV/2018 dibanding Triwulan sebelumnya. Kenaikan ini disumbang dari pendapatan data yang tumbuh s 6,0% dibanding sebelumnya. Pertumbuhan ini diakibatkan oleh inisiatif penyesuaian harga yang dimulai pada Semester II/2018 serta didukung oleh peningkatan volume data trafik. CAPEX tahun 2018 tercatat Rp 9,3 triliun atau tumbuh 48,9% dibanding tahun 2017, seiring dengan percepatan penggelaran jaringan 4G yang dimulai pada Triwulan IV/2018.

Pertumbuhan berturut-turut dalam dua Kuartal terakhir 2018 menunjukkan perusahaan telah mengambil langkah tepat dalam mengelola perusahaan di masa transisi memasuki situasi pasar yang baru.

"Kami telah menerapkan strategi baru di berbagai bidang/lini yang dinamakan LEAD, meliputi peningkatan kinerja SDM, network, B2B dan layanan pelanggan yang semakin baik. Strategi ini kami fokuskan untuk menjaga pertumbuhan kinerja perusahaan secara berkelanjutan ke depan,” kata Chris Kanter, Presiden Direktur & CEO Indosat Ooredoo melalui siaran pers yang diterima redaksi (06/02/2019).

Kebijakan pemerintah terkait registrasi ulang pelanggan pra bayar memaksa basis pelanggan Indosat Ooredoo di tahun 2018 melorot 47,3% sehingga menjadi 58 juta dibandingkan tahun sebelumnya. Namun di sisi lain, ada penurunan tingkat churn atau beralihnya pelanggan ke pesaing, atau kesetiaan pelanggan cenderung stabil sebesar 12% pada akhir tahun 2018. Menurut Chris ini menunjukkan loyalitas pelanggan yang lebih baik yang akan mendukung keberlangsungan indutri telekomunikasi di masa mendatang.

Ekspansi jaringan yang masif dalam Triwulan terakhir 2018 telah menghasilkan lebih dari 1.000 site 4G per minggu, dengan kecepatan tertinggi sebanyak 1200 site per minggu. Di tahun 2018, Indosat Ooredoo telah menambah 9.871 BTS 4G dibanding tahun lalu, dimana saat ini Perusahaan mengoperasikan 17.050 BTS 4G di 376 kota dengan cakupan lebih dari 80% populasi.

Indosat ooredoo terus melaksanakan inisiatif-inisiatif optimalisasi biaya. Total biaya sepanjang tahun 2018 mengalami penurunan sebesar 8,8% dibandingkan tahun sebelumnya.

Perseroan berhasil mengurangi 77,7% porsi utang dalam dolar Amerika, dari sebesar US$90,3 juta (mewakili 6,3% dari total utang) di tahun 2017 menjadi sebesar US$ 20,1 juta (mewakili 1,4% dari total utang) di tahun 2018.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)