Tower Bersama Bagikan Dividen Rp 750 Miliar

PT Tower Bersama Infrastructure, Tbk. (TBIG) memutuskan untuk membagikan Rp 750 miliar dividen kepada pemegang saham. Keputusan tersebut disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)

Tahun 2017, perusahaan berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 2,31 triliun. Direktur Keuangan Tower Bersama Helmy Yusman Santoso mengatakan, selain untuk alokasi dividen, penggunaan laba bersih untuk Tahun Buku 2017 adalah sebagai berikut: Rp 1 triliun dialokasikan untuk cadangan umum dan nilai yang tersisa dialokasikan untuk Saldo Laba

Dividen Final Tunai ini akan didistribusikan pada tanggal 24 Mei 2018 kepada seluruh pemegang saham yang tercatat di Daftar Pemegang Saham pada tanggal 11 Mei 2018 dan tanggal cum dividen (akhir periode perdagangan saham dengan hak atas dividen) 7 Mei 2018.

RUPST juga memperbaharui persetujuan pembelian kembali saham perseroan. Pemegang saham menyetujui rencana untuk membeli kembali saham sebanyak-banyaknya 204.000.000 saham melalui Bursa Efek Indonesia (4,5% dari saham yang telah dikeluarkan).

Sesuai dengan peraturan OJK, saham tersebut dapat dibeli kembali melalui bursa dan persetujuan ini berlaku selama 18 bulan sejak 30 April 2018 sampai dengan 30 Oktober 2019. Jumlah dana yang disisihkan untuk pembelian kembali saham adalah sebanyak-banyaknya sebesar Rp 1,2 triliun, termasuk biaya transaksi, biaya pedagang perantara dan biaya lainnya yang harus dikeluarkan. RUPST telah menyetujui rencana penerbitan surat utang berdenominasi Dollar Amerika Serikat yang akan diterbitkan oleh anak perusahaan terkendali.

Selain itu, RUPST memberikan kewenangan kepada Dewan Komisaris menunjuk akuntan publik untuk mengaudit laporan keuangan perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018. Dewan Komisaris juga diberikan wewenang untuk menetapkan gaji dan tunjangan bagi anggota Dewan Direksi serta gaji atau honorarium dan tunjangan yang diberikan kepada Dewan Komisaris untuk 2018.

Di tahun 2018, TBIG pun menganggarkan belanja modal hingga Rp 2 triliun untuk pembangunan menara pada tahun ini. Untuk diketahui, hingga kini perusahaan memiliki sekitar 13.000 menara. Ia mengungkapkan pelanggan terbesar berasal dari Telkomsel, XL, Indosat, Smartfren, serta Hutchison Tri Indonesia.

"Tahun ini kami fokus membangun di beberapa daerah seperti Sumatra, Kalimantan, dan Indonesia Timur dengan target penambahan 2.500 tenant. Rinciannya, 1.000 tower baru dan 1.500 kolokasi," jelasnya.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)