Laba Bersih ASSA Melejit 233%

Ilustrasi foto : Adi Sarana Armada

PT Adi Sarana Armada Tbk mengantongi laba bersih pada Januari-September 2021 terdongkrak sebesar 233,5% atau menjadi Rp 69,41 miliar dari dari Rp 20,81 miliar pada Kuartal III tahun 2020.Pada periode ini, emiten transportasi dan logistik ini membukukan pendapatan Rp 3,47 triliun, naik 61,65% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy) senilai Rp 2,15 triliun.

Hindra Tanujaya, Direktur Keuangan Adi Sarana Armada, mengatakan lini bisnis kendaraan tumbuh sebesar 3,4% dibandingkan dengan periode yang sama 2020. “Selain itu, utang yang kami ambil pada 2019 untuk akuisisi JBA dan pengembangan awal bisnis Anteraja telah berhasil dilunasi dari hasil penerbitan obligasi konversi melalui rights issue beberapa waktu lalu sehingga beban keuangan bisa jauh berkurang,” ujar Hindra di Jakarta pada awal pekan ini.

Hindra mengungkapkan sampai kuartal ketiga ini, perseroan masih mampu mencetak kinerja di atas 50%, lantaran pendapatan dan laba masih bisa bertumbuh. “Kami optimis pencapaian ini akan berlanjut hingga akhir tahun, awalnya kami menargetkan pendapatan ASSA tumbuh 25-30% di tahun ini. Pertumbuhan pendapatan dan laba berasal dari kinerja yang baik dari lini bisnis delivery express Anteraja serta pilar bisnis lain yaitu bisnis rental dan lelang,” ucap Hindra. Hingga kuartal III-2021, emiten yang sahamnya bersandi ASSA berhasil mengangkat kinerja Anteraja yang tumbuh 269,8%, bisnis rental bertumbuh 4,2%, sedangkan bisnis lelang kendaraan tumbuh sebesar 3,4% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2020.

Presiden Direktur Adi Sarana Armada, Prodjo Sunarjanto, menambahkan ASSA juga terus mendorong kinerja dari pilar bisnis lainnya. Hingga September 2021, ASSA menjual sekitar 31.000 unit mobil dan sekitar 44.000 unit motor melalui divisi lelang. Bisnis rental juga disebut masih konsisten bertumbuh dengan jumlah armada tercatat sebanyak 26.658 unit hingga kuartal III/2021, atau bertambah sebanyak 1.524 unit dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan bisnis rental ASSA juga sejalan dengan mulai meningkatnya permintaan perusahaan untuk kendaraan operasional. “Sedangkan pertumbuhan bisnis lelang didorong oleh kegiatan lelang hybrid yang dikembangkan oleh JBA sejak pandemi Covid-19,” kata Prodjo. Hingga 30 September 2021, ASSA mencatatkan total aset senilai Rp 5,88 triliun.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)