Listing di BEI, Harga Saham Tertinggi Bank Artos Rp150/Saham

PT Bank Artos Indonesia Tbk. tercatat sebagai emiten pertama yang menginjakkan kaki di lantai bursa di awal tahun 2016. Bank asal Bandung ini secara resmi mencatatkan sahamnya (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) per 12 Januari 2015. Begitu sesi pertama perdagangan dibuka, saham bank berkode ARTO itu ditransaksikan di harga Rp149/saham atau naik sekitar 31,1% dari harga yang perdana yang ditawarkan Rp132/saham. Fluktuasi harga tertinggi berada di posisi Rp150/saham dan terendah Rp145/saham. Sementara itu, frekuensi transaksi mencapai 56 kali, volume transaksi 17 ribu dengan nilai Rp263 juta.

Deddy Triyana, Corporate Secretary Bank Artos, mengaku, saat pelaksanaan book building, saham ARTO direspons antusias oleh investor. Namun, pada saat penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) saham ARTO justru mengalami kelebihan permintaan oversubsribed) 2,27 kali. Indikasinya dari 241,25 juta lembar saham yag ditawarkan, terdapat total book building 547.563.636 lembar saham atau oversubscribed 306.313.636 lembar saham.

Bank Artos

“Komposisi investor ritel mendominasi sebanyak 74,76%, sedangkan sisanya investor institusi porsinya 25,24%,” jelas Deddy.

Sebelum listing ini, Bank Artos sudah melakukan IPO akhir tahun 2015. IPO itu dengan melepas 241,2 juta lembar saham atau setara 20% ‎dari modal ditempatkan dan disetor penuh.‎ Jumlah saham yang dilepas merupakan saham baru, sehingga total saham yang ada di bursa sebanyak 1,19 miliar lembar saham. Jadi, sisa saham yang tidak dilepas sebanyak 952,93 juta lembar saham.

Latar belakang IPO sebagaimana dituturkan Reinantha Yaputra, Direktur Utama Bank Artos, didasari oleh keinginan pemegang saham pendiri dan manajemen Bank Artos untuk memperluas akses pendanaan melalui pasar modal yang akan menunjang pertumbuhan usaha ke depan serta peningkatan layanan, khususnya bidang Teknologi Informasi.

Saat IPO, manajemen Bank Artos menunjuk PT Erdhika Elit Sekuritas dan PT Binaarta Pratama sebagai penjamin pelaksana emisi IPO. Manajemen Bank Artos mengantongi efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 30 Desember 2015. Masa penawaran dilakukan pada 4-6 Januari 2016 dengan masa penjatahan pada 8 Januari 2016.

Berapa total dana yang diraih Bank Artos selama IPO? “Dengan jumlah saham yan kami lepas ke publik sebanyak 241,2 juta saham itu ditawarkan dengan harga sebesar Rp132/lembar saham dan harga nominal Rp100/ lembar saham, maka total dana yang kami peroleh dari IPO sekitar Rp31,84 miliar,” jelasnya.

Penggunaan dana IPO Rp31,84 miliar itu dialokasikan untuk membiayai modal kerja. Sebesar Rp4,5 miliar akan digunakan untuk pembangunan sistem Teknologi Informasi, sedangkan sisanya untuk ekspansi kredit.

Hingga kini, penyaluran kredit Bank Artos masih fokus untuk UMKM, sedangkan sisanya untuk kredit korporasi. Tahun ini, perseroan menargetkan penyaluran kredit meningkat 20% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 500 miliar. Manajemen optimistis target ini akan tercapai karena tren peningkatan kredit selama tiga tahun di atas rata-rata pertumbuhan perbankan. Juga, didorong perekonomian yang diharapkan lebih baik pada tahun 2016.

Untuk tiga tahun ke depan, Bank Artos menargetkan pertumbuhan total aset, Dana Pihak Ketiga (DPK) dan penyaluran kredit rata-rata sebesar 20% setiap tahunnya. Dengan kata lain, tahun 2018 ditargetkan total aset Rp 1,1 triliun, Dana Pihak Ketiga Rp 825,9 miliar dan penyaluran kredit senilai Rp 826,6 miliar dengan target perolehan laba bersih Rp 10,8 miliar.

Untuk kinerja keuangan per Juni 2015, Bank Artos mencatatkan total aset sebsar Rp 730,2 miliar dengan penyaluran kredit sebesar Rp 488,8 miliar, serta laba bersih sebesar Rp 552 juta.

Sekadar informasi, Bank Artos berdiri sejak 1 Mei 1992 dengan satu kantor pusat, satu kantor pusat operasional, lima kantor cabang, dan satu kantor kas di Bandung, Jakarta, serta Tangerang. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)