Reza Priyambada: Saham PT HM Sampoerna Bagus untuk Investasi

Kinerja PT HM Sampoerna yang terus meningkat dari tahun ke tahun membawa berkah tersendiri bagi para pemegang sahamnya, berupa kenaikan harga, sehingga nilai kekayaan mereka terus bertambah. Sayangnya, jumlah saham HM Sampoerna yang dipegang publik sangat sedikit, hanya sekitar 2,5%, saham ini sangat cocok untuk investasi jangka panjang. Tapi, tidak cocok untuk di-trading-kan. Bagaimana kinerja saham HM Sampoerna di bursa? Ria Efriani Pratiwi mewawancarai Reza Priyambada, Analis Pasar Modal dari PT Trust Securities. Berikut wawancaranya:

Bagaimana sepak terjang perusahaan HM Sampoerna (kode emiten: HMSP) ini?

Secara umum, semua perusahaan memang harus bisa memaksimalkan kekayaan para pemegang sahamnya. Ini tidak hanya berlaku untuk perusahaan HM Sampoerna saja. Kalau suatu perusahaan itu berbentuk PT, maka kekayaan si pemegang saham dapat dibuktikan dengan jumlah kepemilikan sahamnya. Semakin banyak si investor memegang saham suatu perusahaan, maka akan semakin banyak pula kekayaan yang bisa didapatnya. Suatu perusahaan itu harus bisa memberikan tambahan kekayaan bagi para pemegang sahamnya, walaupun yang melakukan operasional di dalam perusahaannya adalah orang lain yang kompeten, serta sudah ditunjuk dan dipercaya oleh mereka, misalnya, dalam hal ini adalah dewan direksinya.

Kalau WAI perusahaan ini positif, yang dilihat selain bagaimana kinerja mereka untuk meningkatkan value perusahaannya sendiri, tapi juga bagaimana para pemegang sahamnya dengan memiliki saham mereka, maka kekayaannya bisa meningkat. Ini juga bisa menambah likuiditas perusahaan tersebut, dengan semakin banyak investor pasar modal yang masuk ke saham mereka. Misalnya harga saham perusahaan ini meningkat maka kapitalisasi pasarnya juga akan semakin tinggi.

Kalau saya lihat datanya, saham HMSP ini di Januari 2013 harganya masih di kisaran Rp61 ribu, namun per 3 Mei 2013 sudah mencapai sekitar Rp85 ribu per lembar saham, apa berarti kinerja perusahaan ini sedang bagus ya?

Kenaikan sebesar itu tidak semata-mata disebabkan oleh kinerja yang sedang bagus, namun memang secara kapitalisasi pasarnya memang sedang tinggi, dan ini masih sesuai dengan ekspektasi pelaku pasar. Saham HMSP ini mayoritas dimiliki oleh Philips Morris, dan dengan kinerja perusahaan yang makin meningkat, maka mereka menjadi enggan melepas saham tersebut. Dengan memiliki mayoritas saham HMSP, yang mana perusahaan bisa menaikkan labanya setiap tahun, maka tentu saja ada pembagian deviden yang mereka terima.

Dengan kinerja yang bagus, maka pemegang saham juga yang akan merasakan imbasnya. Yakni karena keuntungan atau laba yang diberikan meningkat setiap tahunnya, maka deviden yang diberikan juga semakin besar. Philips Morris sudah mendapatkan deviden dari perusahaan miliknya ini, jadi dia juga pasti akan berusaha meningkatkan kinerja dari perusahaan tersebut juga. Jadi istilahnya take and give antara pemegang saham dengan manajemen perusahaan yang sudah ditunjuk.

Faktor-faktor apa saja yang mendorong perusahaan ini untuk terus meningkatkan corporate value-nya?

Untuk faktor-faktor, misalnya dilihat dari sisi kinerja, maka bisa dilihat dari caranya untuk meningkatkan nilai pembiayaan dan kapitalisasi pasarnya. Kalau dari sisi internal, khususnya yang bisa dilakukan oleh pemegang saham mayoritasnya, yakni bagaimana bisa meningkatkan pangsa pasar dan nilai penjualan produknya. Misalnya Philips Morris itu harus bisa membuat strategi yang lebih efektif agar penjualan rokoknya naik juga. Ini bisa dilakukan dengan lebih mengeratkan lagi kerjasama dengan para pedagang kecil atau ritel, lalu memasukkan produknya ke swalayan-swalayan kecil seperti Alfamart atau Indomaret, bahkan warung-warung, serta mereka juga bisa melakukan studi kelayakan ke daerah-daerah untuk melihat bagaimana opini atau penerimaan masyarakat terhadap produk mereka.

Menurut pandangan Bapak, bagaimana manajemen perusahaan HM Sampoerna ini mengelola perusahaannya sehingga bisa membukukan WAI positif? Atau memang bisa positif karena industri consumer goods sedang bagus-bagusnya?

Memang soal ini harus dilihat juga manajemennya seperti apa, karena walaupun industrinya sedang mendukung kondisinya, tapi kalau pengelolaan dari manajemennya tidak benar, maka kinerja perusahaannya juga tidak akan baik. Sedangkan jika kinerja industri keseluruhannya sedang menurun, tapi manajemennya bisa melakukan pengelolaan dengan baik, misalnya dengan menerapkan strategi penetrasi pasar yang tepat, maka kinerja bisa bagus juga.

Dengan kinerja yang bagus ini, maka return yang diberikan kepada investor bisa besar juga ya? Dan apakah memang laba yang dihasilkan perusahaan ini pada tahun ini memang termasuk tinggi?

Kenaikan keuntungan itu merupakan ujung dari dua jalan, yaitu bagaimana menuju ke sana dan bagaimana yang kita ambil. Maka kalau ingin investornya mendapatkan keuntungan yang tinggi, perusahaan harus bisa meningkatkan kinerjanya. Pada tahun lalu perusahaan HM Sampoerna ini, setahu saya, memang bisa menghasilkan keuntungan atau laba yang tinggi, sedangkan pesaingnya seperti Gudang Garam sedang turun (labanya), bahkan Bentoel (kode: RMBA) malah merugi.

Bagaimana dengan investor publik yang memiliki perusahaan ini?

Sebenarnya investor publik yang memiliki saham HMSP ini adalah untuk mereka yang berpikir untuk berinvestasi jangka panjang. Yakni jika harga sahamnya naik, maka mereka akan tetap hold. Sementara untuk trading, volatilitas saham ini rendah atau kurang. Saham ini akan bagus untuk trading hanya jika volume sahamnya mendukung. Jadi dalam kondisi normal, saham ini sulit di-trading-kan, karena porsinya sedikit di publik.

Karena saham milik publik ini sedikit, maka yang mengendalikan harga saham perusahaan ini adalah pemegang saham mayoritasnya yakni Philips Morris. Misal di satu waktu, dia bisa lepas sahamnya di harga Rp60 ribu, lalu di lain waktu dijual di Rp65 ribu. Jadi ini terserah mereka, dengan tujuan meningkatkan nilai saham, dan ini sah-sah saja. Beda dengan Gudang Garam (kode: GGRM) atau Indofood (kode: INDF) yang jumlah investor publiknya lebih banyak, sehingga yang create harga bisa banyak orang. Tapi penentuan harganya jadi tidak bisa cepat karena banyak investor lain yang menghambat.

Seperti apa daya tarik saham HMSP ini ke depannya? Apalagi menurut data dalam beberapa hari terakhir ini, harga sahamnya sedang turun.

Kalau ada penurunan seperti ini, berarti imbas dari market ya, karena semua saham pasti pernah mengalami penurunan harga. Khusus untuk HMSP ini, investor publik melihat pencapaian harga sebelumnya, sehingga ada yang melakukan aksi jual. Apalagi jika investor tersebut adalah investor asing, maka dia pasti banyak melakukan aksi jual, karena melihat kondisi market sedang kurang nyaman.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)