Aberdeen Incar Investor Reksadana Indonesia

Sigit Wiryadi, Presiden Direktur PT Aberdeen Asset Management (tengah). Aberdeen Rilis Enam Reksadana. (Foto : Ist). Sigit Wiryadi, Presiden Direktur PT Aberdeen Asset Management (tengah). Aberdeen Rilis Enam Reksadana. (Foto : Ist).

Pembangunan arsitektur keuangan syariah yang sedang dibangun oleh pemerintah Indonesia dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2014-2019 menjadi angin segar bagi perusahaan fund manager asal Inggris, PT Aberdeen Asset Management untuk melakukan perluasan pasarnya di Indonesia dan Jepang. Di Asia, Aberdeen telah hadir sejak tahun 1992, dan memiliki 45 manajer investasi di tujuh lokasi di Asia termasuk Tokyo.

"Saat ini adalah masa yang tepat bagi kami untuk masuk di produk investasi syariah di Indonesia. Kuncinya ada pada pertumbuhan konsumsi global dan meningkatnya permintaaan barang dan jasa," jelas Bharat Joshi, Investment Director Aberdeen Indonesia.

Lewat produk Reksadana Aberdeen Syariah Asia Pasific Equity USD Fund, yang diluncurkan pada 12 April 2016 lalu, Aberdeen mengklaim menjadi pelopor produk investasi syariah pertama di Asia Pasifik. Nantinya, produk reksadana syariah dari Aberdeen ini akan berinvestasi dari India, Australia, Indonesia dan Jepang. Produk investasi syariah ini dapat diperoleh dengan investasi awal sebesar US$ 10 ribu dan pembelian berikutnya US$ 5 ribu.

Naantinya dana yang terkumpul tersebut akan dikelola secara konservatif dengan fokus utama pada perusahaan-perusahaan mitra Aberdeen yang telah dikenal baik selama ini. Di antara perusahaan tersebut adalah: Singtel (Singapura), MTR (Hong Kong), Lafarge (Malaysia), Kansai Paint (Jepang), Daikin, Amorepacifix, Conch, Swire Pacific, UltraTech Cement (India).

"Sementara Indonesia sendiri fokus Aberdeen pada perusahaan yang sifatnya long term dan bukan yang spekulatif karena ini produk Syariah. PErusahaan yang menjadi fokus kami adalah Indocemen dan Telkom Group," jelas Sigit Wiryadi, Presiden Direktur PT Aberdeen Asset Management pada awak media di kantornya di Jakarta (28/4).

Dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia sekitar 87,2% Sigit berharap produk reksadana syariah dari Aberdeen ini akan mendapat respons baik dan bisa menarik minat para investor di Indonesia yang mencari diversivikasi produk dan akses untuk mendapatkan pertumbuhan yang lebih tinggi di tempat lain. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)