Afgan Menambah Instrumen Investasi

Sejak tiga tahun terakhir ini menyisihkan penghasilannya 50% untuk diinvestasikan ke reksa dana, properti, dan berbisnis. Dia menyewakan apartemen dan rumah dan bisnis clothing line-nya menembus Matahari. Keep the money going!.

Afgan diapit Alpino Kianjaya, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI (paling kiri), dan Direktur Utama KSEI, Friderica Widyasari Dewi (kedua dari kanan) di Gedung Bursa Efek Indonesia. Afgan berinvestasi reksa dana, properti, dan berbisnis. (Foto : Vicky Rachman/SWA).

Afgan Syahreza, penyanyi papan atas yang bersuara emas ini, sejak tiga tahun lalu menyisihkan penghasilannya sebesar 50% untuk diinvestasikan. Gaya hidup Agfan sejak tiga tahun terakhir ini diubah untuk mengembangbiakkan kekayaannya. Dia memutar haluan  gaya hidupnya dari yang sebelumnya menghamburkan uangnya untuk gaya hidup konsumtif menjadi budaya berinvestasi. “Saya berkarier menyanyi sejak 9 tahun lalu, dulu saya konsumtif, membelanjakan penghasilan untuk membeli mobil dan lain-lain, tetapi sejak tiga tahun ini saya berinvestasi,” ungkap Afgan saat dijumpai pada acara Stock Sound di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jum’at (29/9/2017).

Sejak saat itu, Afgan menambah portofolio investasi di reksa dana, properti, dan berbisnis di empat unit usaha. “Saya tiga tahun lalu membeli reksa dana atas saran orang tua,” ucap peyanyi berparas rupawan ini. Reksa dana campuran dipilih oleh pria kelahiran kelahiran Jakarta, 27 Mei 1989 ini. Reksa dana menambah portofolio investasinya yang sebelumnya memiliki properti berupa rumah dan apartemen. Afgan memiliki rumah sebanyak dua unit dan apartemennya lebih dari lima. Rumah itu disewakan. Begitu pula apartemennya. Jenis apartemen yang dimilikinya adalah apartemen segmen medium dan premium. Dia meyakini investasi properti akan melipatgandakan kekayaanya dari uang sewa yang rutin diterimanya. Untuk mencari penyewa apartemennya ini, Afgan menggandeng broker properti.

Kekayaannya berkembang biak di empat unit usaha yang dimilikinya sejak tahun 2010-an. “Saya berbisnis event organizer, karaoke, restoran, dan clothing line,” ungkapnya. Bisnisnya melaju pesat lantaran berhasil memperluas sayap bisnisnya. Bisnis clothing line, misalnya, sudah menembus Matahari Department Store. “Hari ini, Ares merek clothing line saya ini sudah masuk ke Matahari,” tuturnya. Investasi lainnya yang sekarang terus dikembangkannya adalah bisnis karaoke bernama De’Tones by Afgan Family Karaoke. Afgan sebagai pemegang saham karaoke ini memperbanyak cabang dengan sistem waralaba.

De’Tones membuka gerai pertama di Mal Summarecon Serpong, Tangerang, Palembang di Kompleks Ruko Palembang Square, Prabumulih Timur-Sumatera Selatan, Medan (Mal Centre Point), Pontianak, dan Jambi. Bisnis karaoke Afgan itu beroperasi sejak November 2010. Afgan bersama empat sahabatnya juga mengembangkan restoran. Bagi Afgan, portofolio investasinya itu merupakan upayanya mengoptimalkan penghasilannya dari dunia tarik suara, bintang iklan, atau film layar lebar. Penyanyi sekaligus aktor di film Cinta 2 Hati ini berinvestasi untuk mempersiapkan masa depannya. “Keep the money going,” katanya mengenai resepnya mengolah penghasilannya. Ke depannya, ia mempertimbangkan untuk menambah investasinya di pasar saham dan menambah properti di Amerika Serikat dan Inggris. (*)

 

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)