Faktor di Balik Keberhasilan PUT V Bank Muamalat

Bank Muamalat berhasil meraup dana sekitar Rp 1,35 triliun dari penawaran umum terbatas V (PUT V). Keberhasilan aksi bank tersebut, menurut Arviyan Arifin, Direktur Utama Bank Muamalat, menandakan para pemegang sahamnya mempunyai komitmen yang kuat untuk mengembangkan bank syariah ini.

"Kesuksesan PUT V ini merupakan refleksi dari komitmen para pemegang saham Bank Muamalat yang menunjukkan bahwa mereka tetap percaya diri atas masa depan pertumbuhan, ekspansi, dan potensi perbankan syariah pada umumnya dan Bank Muamalat pada khususnya," terang Arviyan, di Jakarta, Senin (23/12/2013).

muamalat arviyan dirut
Bank Muamalat telah melakukan PUT V melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Yang ditawarkan adalah saham seri B baru yang berjumlah sekitar 2,8 miliar saham, dengan harga Rp 480 per lembar saham. Saham tersebut pun terserap semuanya sehingga menghasilkan dana sekitar Rp 1,35 triliun. Bila jumlah modal sebelum pelaksanaan PUT V tercatat sekitar Rp 821,8 miliar, maka setelah penerbitan HMETD menjadi Rp 1,1 triliun.

Pihak bank pun menyebutkan, dana yang berhasil diperoleh dari PUT V bakal digunakan untuk memperkuat struktur permodalan demi mengembangkan kegiatan pembiayaan syariah.

Seperti apa hasil dari PUT V?

Penawaran umum terbatas ini merupakan bagian dari rencana aksi korporasi Bank Muamalat, yang sudah direncanakan sejak tahun lalu, dan sudah dipersiapkan di awal tahun 2013. Rencana awalnya memang kami akan melakukan penambahan modal, di mana kami mau melakukannya melalui penawaran umum kepada masyarakat atau public offering kepada masyarakat, sekaligus melakukan pencatatan di bursa efek.

Kami merencanakan itu (bisa berlangsung) di bulan Juni. Tapi, dalam perkembangannya, situasi ekonomi, pasar modal tidak mendukung kami untuk melaksanakan itu, sehingga rencana penawaran umum kepada masyarakat, kepada publik, terpaksa kami tunda sampai kondisi pasar modal membaik.

Dan, rencana penambahan modal tetap kami laksanakan dalam bentuk penawaran umum terbatas atau disebut rights issue. Ini hanya ditawarkan terbatas kepada pemegang saham yang sudah punya saham di Bank Muamalat. Alhamdulillah, PUT V ini sudah berhasil kami lakukan dengan total penambahan modal yang diperoleh dari proses ini sekitar Rp 1,35 triliun.

Apa faktor di balik keberhasilan PUT V ini?

Berhasilnya kami melakukan pencatatan modal ini menunjukkan kepada kami semua bahwa pemegang saham Bank Muamalat masih memiliki dan tetap memiliki komitmen yang kuat untuk mengembangkan bank ini secara konsisten dan terus menerus.

Sebelum penambahan modal di 2013 ini, pemegang saham juga sudah melakukan penambahan modal  tahun 2010. Pada saat itu, kami mendapatkan tambahan modal sekitar Rp 700 miliar. Jadi, dalam dua tahun ini, dari tahun 2010 dan 2013, kami sudah mendapatkan tambahan modal dari pemegang saham sekitar Rp 2 triliun. Ini menunjukkan dukungan dan komitmen yang tinggi dari pemegang saham kami terhadap Bank Muamalat.

Pemegang saham ini mau menambah modal di sini tentu ada beberapa hal yang jadi pertimbangan, antara lain, karena memang kinerja Bank Muamalat selama lima tahun terakhir ini memang sangat cemerlang. Pertumbuhan aset kami rata-rata selama empat tahun ini, sejak tahun 2009, tercatat lebih dari 40 persen.

Pada tahun 2009, total aset masih Rp 12 triliun. Dan alhamdulillah, Insya Allah, di tahun 2013 ini, bisa mencapai lebih dari Rp 50 triliun. Ya, sekitar Rp 54-55 triliun. Ini menunjukkan suatu perkembangan yang sangat baik. Sehingga ini menjadi salah satu juga yang mendorong pemegang saham kami untuk menambah modal di Bank Muamalat.

bank muamalatKedua, selain kinerja bank muamalat baik, adalah peluang untuk berkembangnya bank syariah masih sangat terbuka lebar. Jadi, kalau kinerja bagus, peluang bisnis nggak ada juga nggak akan bisa. Ini peluang terbuka lebar makanya pemegang saham melihat ini adalah kesempatan untuk mereka bisa lebih mengembangkan bisnis perbankan syariah di Indonesia. Seperti yang diketahui, pangsa pasar bank syariah masih sekitar 4,6 persen.

Hasil PUT V ini digunakan untuk apa?

Buat kami, tentunya kami merasa ini suatu kesempatan untuk bisa mengembangkan Bank Muamalat lebih besar lagi. Artinya, dengan tambahan modal Rp 1,35 triliun ini, kami bisa meningkatkan volume bisnis paling tidak hampir kira-kira sampai Rp 13 triliun. Kami bisa utilisasi penambahan modal ini untuk mengembangkan bisnis bank syariah, bisnis Muamalat ini sampai Rp 10 triliun lebih, mustinya.

Lebih penting lagi, dengan tambahan modal ini, bisa memperkuat CAR (rasio kecukupan modal) kami menjadi hampir sekitar 17 persen. Ini sangat penting buat kami memperkuat CAR ini, karena kami merasa peluang bisnis untuk pengembangan bank syariah ke depan masih terbuka lebar. Selain juga untuk antisipasi risiko-risiko yang akan mungkin terjadi pada saat situasi ekonomi yang tidak favorable. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)