Gaya Afgan Memainkan Investasi di Properti, Reksa Dana, dan Bisnis

//Penyanyi pria berlesung pipit ini sejak tiga tahun lalu menyisihkan 50% penghasilannya untuk diinvestasikan di reksa dana, properti, dan bisnis. Kekayaannya berkembang biak dari return yang dipetik dari berbisnis. Prinsipnya, keep the money going!//

Afgan Syareza

Afgan Syahreza dalam tiga tahun terakhir ini mengubah haluan gaya hidup dari budaya konsumtif ke pola hidup memutar uang untuk berinvestasi dan berbisnis. “Saya berkarier menyanyi sejak sembilan tahun lalu. Saya dulu konsumtif, membelanjakan penghasilan untuk membeli mobil dan lain-lain, tetapi selama tiga tahun ini saya berinvestasi,” ungkap Afgan. Sejak saat itu, dia membesarkan nilai asetnya dengan gencar berinvestasi di reksa dana dan properti, serta berbisnis di empat unit usaha. Berbicara investasi, Afgan menggarisbawahi peran kedua orang tua yang mengenalkan seluk-beluk investasi dan manfaatnya kepada dia.

Berkali-kali orang tua Afgan mengingatkan pentingnya berinvestasi. Perlahan tetapi pasti, dia mematuhi saran orang tua dan memutar haluan gaya hidupnya sebagai investor aktif. “Ibaratnya investasi itu kan kita memutar uang. Menurut saya, banyak cara sih buat invest, apalagi buat generasi muda yang sudah berpenghasilan,” katanya. Dia mengembangbiakkan asetnya dari investasi yang nilainya tidak terlalu banyak, seperti reksa dana hingga investasi padat modal, misalnya properti.

Reksa dana campuran merupakan produk reksa dana yang dipilih pria kelahiran Jakarta, 27 Mei 1989 ini. Reksa dana campuran, menurut Afgan, membuat nyaman karena risikonya tidak terlalu tinggi dibandingkan reksa dana saham. Dia membeli reksa dana campuran yang dipersiapkan sebagai investasi jangka panjang. “Saya tiga tahun lalu membeli reksa dana atas saran orang tua,” tuturnya. Dia berharap bisa memetik imbal hasil yang tinggi dari reksa dana campuran itu.

Reksa dana itu kian menambah portofolio investasinya yang terdiri dari properti dan empat lini bisnis yang dikelola bersama sahabat-sahabatnya. Untuk properti, Afgan memiliki dua unit rumah dan enam unit apartemen. Rumah dan apartemen itu disewakan. “Saya bisa mendapatkan passive income dari hasil sewa rumah dan apartemen,” katanya. Jenis apartemen yang dimilikinya bervariasi, yaitu apartemen yang harganya medium (dua unit) dan premium (empat unit). Dia meyakini, investasi properti akan melipatgandakan kekayaannya dari uang sewa yang rutin diterimanya itu.

Afgan berpendapat, risiko berinvestasi properti agak rendah dan imbal hasilnya cukup tinggi. Inilah alasan utamanya getol menambah asetnya di properti sebagai portofolio investasinya yang berhorison jangka panjang. “Pertimbangan saya berinvestasi properti, karena harga properti tidak akan pernah turun. Jadi kalau saya membeli properti untuk investasi itu karena harga jual atau sewanya cukup bagus,” katanya menjelaskan.

Afgan menggandeng broker properti untuk mencari penyewa apartemennya itu. Sebelum disewakan, dia harus mengeluarkan sejumlah uang dari kocek pribadinya untuk membeli berbagai peralatan buat mendandani apartemennya itu. Dia tidak kesulitan mencari penyewa lantaran fasilitas dan desain interior apartemennya sudah dibenahi sedemikian rupa. Pelantun lagu Jodoh Pasti Bertemu ini menyisakan satu unit apartemen sebagai tempat tinggalnya.

Petualangan Afgan dalam memutar penghasilan properti akan berlanjut di masa mendatang. Sebab, dia berencana membeli properti di Amerika Serikat atau Inggris. “Saya ingin membeli properti, tapi di luar negeri, di US atau UK,” ungkap penyanyi berkacamata ini. Alasannya ingin membeli properti di luar negeri: harga jualnya tidak jauh berbeda dengan harga properti di Indonesia. Rencana membeli properti itu paralel dengan rencananya melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dan membuat album di negara tersebut. Ibaratnya, sekali mengayuh, dua pulau terlampaui.

Begitulah cara Afgan memutar uang dari penghasilannya sebagai penyanyi, duta produk, dan aktor film. Dia menyisihkan pendapatan dan hasil sewa apartemen dan rumah untuk menambah modal kerja usahanya. Kekayaannya bakal semakin tambun dari penghasilan yang diperoleh dari empat lini usaha yang ditekuninya sejak 2010. “Saya berbisnis event organizer, karaoke, restoran, dan clothing line,” katanya. Bisnisnya melaju pesat lantaran berhasil memperluas sayap bisnis. Bisnis clothing line yang bermerek Arez itu sudah menembus Matahari Dept. Store sejak September 2017.

Bisnis lain yang sekarang terus dikembangkannya adalah bisnis karaoke bernama De’Tones by Afgan Family Karaoke. De’Tones membuka gerai pertama di Mal Summarecon Serpong, Tangerang. Gerai selanjutnya dibuka di Prabumulih Timur (Kompleks Ruko Palembang Square), Medan (Mal Centre Point), Pontianak, dan Jambi.

Karaoke besutan Afgan itu menyajikan konsep dan nuansa wahana karaoke keluarga yang berbeda dibandingkan karaoke sejenis. Konsep De’Tones adalah Around The World dan berslogan “Singing My Way”. Konsep Around The World menghadirkan keindahan kota-kota di dunia, antara lain Las Vegas dan Athena, lalu desain interiornya mewah dan modern sehingga ruangan karaokenya ini sedap dipandang.

De’Tones dipersiapkan Afgan sejak April 2010 dan mulai beroperasi pada November 2010. Penyanyi yang bermain di film Cinta 2 Hati ini ini bersama ketiga rekannya mendirikan De’Tones. Bisnis ini kian menggemukkan rekening Afgan karena dia mendapat penghasilan dari hasil mewaralabakan karaokenya itu. Bersama empat sahabatnya, dia juga mengembangkan bisnis restoran.

Lajang yang pernah kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (2007-08) dan Monash University Malaysia (2011-13) ini memutar penghasilan dari bisnis karaoke untuk menambah modal membeli reksa dana dan properti. Bagi Afgan, portofolio investasinya itu merupakan upayanya mengoptimalkan penghasilannya dari dunia tarik suara, iklan, atau film layar lebar. Dia mempersiapkan masa depannya.

Banyak yang harus dipikirkan, seperti masa tua dan jika sudah berkeluarga. Jadi, banyak hal yang aku lakukan buat keep the money going, jadi aku nggak selalu menyanyi, aku punya bidang lain,” tutur Afgan mengenai gayanya meracik penghasilan ke investasi. Sekitar 50% dari jumlah total pendapatannya dialokasikan ke instrumen investasi dan untuk menambah modal di empat lini bisnisnya itu. (*)

 

 

Portofolio Investasi Afgan

  • Rumah dan apartemen.
  • Reksa dana campuran.
  • Karaoke De’Tones.
  • Clothing line
  • Event organizer.

 

Kiat Afgan Berinvestasi

  • Menyisihkan 50% penghasilannya untuk berinvestasi.
  • Mengubah gaya hidup konsumtif.
  • Menyewakan lima apartemen.
  • Menyewakan rumah.
  • Hasil sewa properti untuk menambah modal berbisnis.
  • Keuntungan berbisnis untuk membeli reksa dana atau properti.
  • Konsisten memutar penghasilan untuk berinvestasi dan bisnis.

 

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)