Perluas Perkebunan, Provident Agro Bukukan Penjualan Rp710,57 Miliar

PT Provident Agro Tbk.  mencatatkan performa gemilang produksi kelapa sawit (crude palm oil) sampai dengan kuartal I tahun 2014. Hal tesebut disebabkan oleh terjadinya beberapa peningkatan dalam hal produktivitas, seperti produksi crude palm oil (CPO) yang naik sebesar 15% menjadi 81.222 ton di tahun 2013 yang juga merupakan implikasi dari perluasan perkebunan.

provident agro

“Saat ini kami memiliki 5 area perkebunan yang ada di Kalimantan Barat dan Sumatera Selatan. Dalam dua tahun ke depan rencananya kami juga akan melakukan perluasan guna memacu kapasitas produksi dari 150 ton / jam menjadi 195 ton / jam,” jelas Devin, Direktur PT Provident Agro Tbk.

Dengan demikian secara akumulasi  Provident Agro memiliki kapasitas total produksi CPO mencapai 81.000 ton, naik 15.000 ton dibanding tahun lalu. Sementara itu, untuk harga jual juga secara linier mengikuti, yakni dari Rp 6.454 / kg menjadi Rp8.836 / kg , atau naik sebesar 37%.

Pendapatan perseroan yang melonjak tinggi yang merupakan implikasi dari perluasan lahan. “Pendapatan kami tahun 2013 mengalami peningkatan 19% atau berada pada angka Rp 710,57 miliar dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 599,23 miliar," dia menambahkan.

Pada  kuartal I tahun 2014, pendapatan perseroan mencapai Rp244,41 miliar atau naik 60% dibandingkankan periode yang sama tahun 2013 sekitar Rp 152,56 miliar.

Lantas peningkatan performa baik dari segi produksi maupun laba bukan berarti tanpa penghalang. Hal tersebut dilontarkan oleh Tri Boewono,Presiden Direktur PT Provident Agro Tbk, bahwa masih ada tantangan lain yang harus dihadapi, yakni pengaruh melemahnya kurs Rupiah terhadap Dolar Amerika sehingga berpengaruh terhadap proyeksi laba di akhir tahun 2013 di mana masih menyisakan sedikit defisit.

"Pada kuartal I tahun 2014 dengan meningkatnya laba brutto dan menguatnya Rupiah terhadap US$, perseroan berhasil membukukan keuntungan bersih sebesar Rp 85,24 miliar dan EBITDA (Earning s Before Interest, Tax, Depreciation, and Amoritazion) sebesar Rp 58,00 miliar,” tambah Boewono.

Sementara itu untuk aset terjadi penurunan nilai, yaitu per Desember 2013 tercatat  Rp 3,964 triliun dibandingkan sebelumnya Rp 4,111 triliun. Sedangkan untuk liabilitas dan equitas tercatat Rp 3,964 triliun. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)