Pertumbuhan IHSG Tempati Posisi Keenam di Regional

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membukukan kinerja yang positif selama tanggal 2 Januari hingga 13 Agustus 2013. Indeks ini tumbuh sekitar 7 persen. Sekalipun demikian, IHSG ternyata hanya menempati posisi keenam dalam hal pertumbuhan indeks dalam cakupan regional.

Nurhaida Nurhaida

Dalam konferensi pers “Peringatan 36 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia,” di Jakarta, Kamis (15/8/2013), Nurhaida, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan, menyebutkan IHSG berada pada level 4.346,475 poin pada tanggal 2 Januari 2013. Indeks sempat melesat ke angka 5.214,976 pada penutupan di tanggal 20 Mei. Itu adalah rekor tertinggi sepanjang sejarah pasar modal Indonesia. Namun, rekor tak bertahan, dan pada tanggal 13 Agustus lalu, IHSG berada di level 4.652,397. “Berarti (ada) kenaikan sekitar 7,04 persen dari awal tahun," ujar Nurhaida.

Ia lantas menyebutkan catatan pertumbuhan indeks di sejumlah negara. Pertumbuhan indeks tertinggi dicapai Nikkei225 (Jepang) dengan 33,4 persen. Menyusul kemudian Shenzhen (China) dengan pertumbuhan sebesar 15,18 persen, PSEI (Filipina) dengan 11,83 persen, AS30 (Australia) dengan 8,87 persen, dan KLCI (Malaysia) yang tumbuh 7,19 persen.

“Dan secara keseluruhan, kalau kita lihat dari pertumbuhan indeks di bursa regional memang posisi kita di peringkat keenam,” lanjut dia. Sedangkan pertumbuhan indeks yang negatif dialami oleh China, Hong Kong, Korea Selatan, dan India.

Lebih lanjut, Nurhaida menuturkan, nilai kapitalisasi pasar tumbuh sebanyak Rp 453 triliun. Per tanggal 2 Januari, nilai kapitalisasi pasar sebesar Rp 4.158 triliun. Sedangkan, pada tanggal 13 Agustus, nilainya menjadi Rp 4.611 triliun. “Jadi, overall, kalau kita lihat dari pertumbuhan market cap di bursa efek regional, kita berada pada urutan ketiga setelah Jepang dan China,” dia menambahkan.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)